How was ur weekend?
Saya berharapnya juga selalu menyenangkan yaaa.. XD
Soalnya weekend itu berasa begitu berharga ketika sudah banyak kesibukan yang dirasakan.. XD hahaha..
![]() |
| Sumber : http://www.fanpop.com/clubs/annalovechuck/images/31018543/title/friendship-quotes-photo |
By the way, kalian semua pasti pernah denger soal peribahasa "karena nila setitik rusak susu sebelanga", bukan?
Nah, dari peribahasa itu, yang saya jadikan judul posting kali ini karena dari peribahasa itu lah pesan yang saya dapat dari apa yang sudah saya alami beberapa hari yang lalu.
Kalau kita ingat kembali, arti dari karena nila setitik rusak susu sebelanga adalah karena kesalahan yang simple atau masalah yang sepele jadi merusak semuanya. Ya kan?
Saya mengalami perasaan kecewa beberapa hari yang lalu. Bukan kecewa kareana saya tidak dapat mendapatkan sepatu yang membuat saya tertarik, atau tidak dapat mendapatkan hal lainnya. Tapi saya kecewa akan tingkah laku dan sifar seseorang. :D
Saat saya menuliskan cerita ini saya sudah tidak lagi memikirkan kekecewaan yang saya dapatkan, sudah tidak lagi kecewa. Saya hanya senang sekali memakai pengalaman untuk belajar. :)
Saya kecewa dengan apa yang dilakukan seseorang. :)
Tanpa menceritakan terlalu detail, karena ini adalah masalah pribadi, saya menceritakan garis besar dari pesan yang diberikan masalah yang saya alami beberapa hari yang lalu. :D
Saya melakukan sebuah kesalahan, dimana kesalahan saya tersebut membuat seseorang tersinggung. Kesalahan saya adalah dalam perkataan yang saya ucapkan. Saat itu saya sedang dalam keadaan sangat capek sekali, dan sedang membalas message dari seseorang. Karena saya capek, saya jadi membalas singkat dan tatanan kata - kata saya dalam membalas message jadi membuat dia tersinggung.
Awalnya saya tidak sadar bahwa itu adalah perkataan yang membuatnya tersinggung, karena pikiran saya saat itu dia dan saya adalah sahabat yang tidak hanya sebentar baru mengenal dan paham satu dengan yang lain. Kami sudah mengenal kebiasaan masing - masing dan punya kesepakatan ketika sebal atau marah akan suatu tindakan yang dilakukan di antara salah satu dari kami, kami harus mengungkapkan didepan, alias tidak membicarakan dibelakang. Nah, dengan saya berpikir dia tahu kebiasaan saya jika saya capek, dan kami sudah punya komitmen dalam bersahabat, maka saya pun santai saja dan tidak tahu jika dia menyimpan didalam hati perkataan saya dan membicarakan dibelakang saya.
Setelah saya tahu dia tidak mebicarakan atau lebih tepatnya menegur kesalahan saya ditambah membicarakan saya dibelakang dengan teman lain, disaat itulah saya mengalami rasa kecewa. :)
Seakan rasa percaya saya, rasa menghargai, menghormati, dan respect yang saya berikan pada sahabat saya itu jadi turun begitu saja tingkatnya. :D
Saya kecewa.
Tapi kekecewaan saya karena dua hal, tidak hanya dari sudut pandang saya. Saya juga merasa kecewa dari sudut pandang sahabat saya. Saya memikirkan ulang setelah emosi saya stabil. Saya coba berpikir terbuka. Saya mengandaikan diri saya adalah sahabat saya. Kalau saya di posisinya dan sedang mengharap untuk mendapat balasan message tetapi balasannya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, saya pun pasti merasa tersinggung dan mungkin saja marah, kecewa pasti.
Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Itu yang saya dapat. :)
Saya jadi sadar, karena kesalahan pada perkataan saya ternyata memberi nila setitik pada sebelanga susu. Dan apa yang sudah ia lakukan juga menjadi nila setitik yang merusak sebelanga susu. :)
Awalnya saya tidak menyadari juga kenapa ya kok harus ada problem seperti ini. Tapi akhirnya menyadari beberapa hal juga. Kadang, nila setitik itu boleh ada karena mau kasih pelajaran ke kita kalau mempertahankan sebelanga susu untuk menjadi susu yang tetap segar itu tidak mudah. Untuk itu kita harus tahu tahap - tahap menjaga sebelanga susu, memahami proses bagaimana sebelanga susu tetap segar, dan meskipun sudah terlanjut nila setitik jatuh di sebelanga susu kebijakan kita untuk menerima sebelanga susu yang rusak itu pun juga menjadi hasil kita atas perjuangan kita menjaga. :)
Diantara tahu tahap - tahap, memahami proses, dan menerima yang paling berat dilakukan adalah menerima. :) Hanya yang berjiwa besar yang mampu untuk menerima kekecewaan ketika sebelanga susu yang tadinya segar sudah rusak karena nila setitik tadi. :) Kalau yang tidak punya atau tidak berusaha sama sekali untuk punya jiwa yang besar untuk menerima kekecewaan, maka sangat tidak bijak dan baik kalau terus menyalahkan sekitar atau bahkan diri sendiri atas kecewa yang dialami. :D
Karena segala keputusan, pemikiran, tingkah laku apa yang mau dilakukan semua pusatnya adalah diri kita. Jika yang dimiliki adalah buruk, yang diproses adalah buruk, tidak salah jika hasilnya akan memiliki kemungkinan besar untuk buruk juga. :)
Saya belajar dari kesalahan yang saya lakukan dan kesalahan orang lain juga. :) Menjadi pengingat buat saya juga kalau kata - kata itu punya kekuatan yang luar biasa dibandingkan dengan tingkah laku. Karena benar juga apa yang dikatakan jika kata - kata itu lebih kuat pengaruhnya ketimbang tindakan. :D
Dan sungguh besar juga pengaruh dari "keterbukaan" dalam hubungan apapun, sahabat, teman biasa, pacar, suami-istri, orang tua-anak, terlebih lagi kepada Tuhan. :D
Yang terakhir, tidak ada salahnya kita mengkritik dengan tujuan yang baik. Daripada tidak mengkritik langsung dan kita melihat sendiri seseorang yang akan kita tegur tenggelam sendiri dalam kesalahannya. ya kan? :)
Kalau kita peduli akan kesalahan orang, otomatis kita bisa belajar untuk menerima kesalahan mereka dan untuk kedepannya ketika kita melakukan kesalahan yang sama dimana orang lain yang kita tegur melakukan itu, kita jadi lebih mudah untuk cepat sadar kalau kita salah, dan jauh lebih cepat untuk bisa merubah. :D
Pelajaran itu ga akan selalu enak rasanya, bisa pahit, bisa kecut, bisa asin, dan lain - lain yang pasti bukan manis. Tapi dilewati sampai selesai, dan mendapat ilmunya, hasilny pasti manis. Pasti. :)
God bless. :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar