Rabu, 14 November 2012

Kalau Peduli, Sudah Pasti Peka

Halo semuaaaa...

Siap menyambut liburan (yang walopun cuman sehari) ? XDDD
Saya sangat selalu siap menyambut udara pagi hari waktu liburan, menyambut waktu tidur siang, dan siap untuk jalan - jalan.. hahaha..

Akhirnyaa.. setelah lewat hari senin selasa dan rabu. Finally, bisa juga ngeluangin waktu buat ngeblog.. hehe..
Tangan sudah berasa gatal sekali ga ngetik, terus kesimpen banyak hal yang mau disampein di otak iniii.. XD

Ngomong - ngomong soal judul posting kali ini, apa sih peduli itu buat teman - teman?
Apa sih makna peduli buat kalian? Dan sejauh mana tingkat kepedulian itu diukur menurut kalian? Terus menurut kalian lagi, peduli itu yang seperti apa sih? hehehe.. Banyak ya pertanyaannya.. Saya mau tanya sebanyak itu karena semua pertanyaan itu jawabannya berhubungan pada apa yang mau saya bagikan malam inii. hehehe..

Hari selasa minggu lalu, saya ada kelas di kampus dimana dosen yang mengajar adalah dosen yang disiplinnya bukan main.. Jangan sekali - sekali bisa negosiasi soal penguluran waktu dengan beliau, karena tidak akan mungkin nego kita itu bakal dikasih kata deal. Dan tepat dihari selasa itu saya hampir saja bangun kesiangan. Cepet - cepet berangkat dan akhirnyaaaaaa... tidak telat... *fiuhhhh*

Dengan tidak terlambatnya saya menghadiri kelas pagi hari itu saya justru mendapat pelajaran baru yang diberikan diluar mata kuliah yang mau diajarkan kepada kami mahasiswanya. :) 

Kita semua pasti juga menyadari bukan, kalau kebaikan yang ada didepan mata kita, atau yang pernah kita alami atau lakukan itu bisa terjadi karena kita membuka mata. Yang dimaksud membuka mata yaitu kita secara tidak langsung mengamati dengan baik - baik, kemudian mulai mencerna, dan akhirnya terbukalah hati dan pikiran untuk berbuat sesuatu, yang akhirnya menjadi suatu kebaikan. Otomatis, kalau kita tidak tahu atau tidak menyadari apa yang menjadi kebutuhan dari apa atau seseorang yang kita amati (dimana sedang kesusahan atau membutuhkan pertolongan) pasti kita tidak akan tahu apa yang dibutuhkan mereka dan apa yang harus kita lakukan bukan? Kita menjadi tidak peduli dengan apa yang dibutuhkan sesama kita yang sedang kesusahan atau butuh bantuan. Tapi, dengan kita mau memperbesar kapasitas untuk mau menyadari (peka) maka secara tidak langsung kapasitas untuk peduli pun juga besar adanya. :D

Lepas dahulu dari apa yang ada pada tulisan di atas ini..
Sadarkah kita kalau sebenarnya disekitar kita itu ada orang - orang yang secara silih berganti mengalami luka dihati? Bisa saja luka yang mungkin ringan, atau justru ada juga luka batin yang sangat mendalam.
Mungkin kita bilang, "bagaimana kita bisa sadar kalau mereka menutupi luka dengan sangat rapat sehingga kita tidak dapat melihat?"
Sebenarnya, pepatah ini juga berfungsi untuk mereka yang menyimpan terlalu rapat luka dihatinya.. "Sepandai - pandainya tupai melompat, pasti jatuh juga"
Sepandai - pandainya kita menyembunyikan luka dihati, pasti dapat diketahui juga suatu saat, entah lewat cerita yang secara tidak sadar mencerminkan apa yang dialami, atau dari tingkah laku yang dapat diamati dan menunjukkan bahwa dasar dari munculnya tingkah laku tersebut karena tekanan dari luka yang terlalu lama dan dalam disimpan.

Nah sekarang mari digabungkan.. Dengan kita menyadari ada orang - orang yang sedang terluka, menjadi peka, dan timbullah kepedulian secara tidak langsung kita belajar untuk mengasihi. Cuman, bagaiman kalau peka itu susah sekali untuk dirasakan atau dimiliki? 

Pertanyaan itu akhirnya terjawab dengan beberapa kalimat yang disampaikan dosen saya. Beliau mengatakan, "Jangan membuat kesusah untuk diri kita sendiri, cukup lakukan apa yang harus dilakukan."

Simple, tapi begitu mendengar itu saya jadi berpikir . . . . .
Peka itu tidak diepalajari. Peka juga tidak dibuat - buat untuk merasakan.. 
Kita tida perlu menyusahkan diri untuk mau peduli pada sesama dan membantu. 
Cukup melakukan apa yang memang harus kita lakukan. Dan bagaimana kita dapat mengetahui? Kembali lagi seperti yang tertulis diatas.. Ga perlu repot - repot, pahami saja apa yang menjadi kebutuhannya. Kita dapat membantu apa yang sedang dibutuhkan? Dapat merasakan mengapa ia membutuhkan itu? Jika iya, selanjutnya lakukan apa yang bisa dan memang seharusnya kita lakukan. Kalau kita secara tidak langsung peduli maka sudah secara tidak langsung pula kita peka. 

Temannn,, tidak ada salahnya kita selalu peka dengan mereka yang sedang membutuhkan bantuan, dorongan, dan perhatian. :)
Melihat, memahami, dan mengetahui kebutuhan mereka maka kita pun tahu bahwa mereka sedang membutuhkan bantuan.

Bagaimana kita mengetahui siapa saja orang disekitar kita yang sedang memerlukan bantuan?
Sahabat? Kekasih? Teman kuliah? Teman kerja? Saudara? 
Mungkin dengan cara "Coret Kertas", sebuah cara yang secara tidak langsung iseng - iseng dilakukan. hehe
Caranya, tuliskan nama tiga orang yang kamu temui dalam satu minggu.Lebih dari tiga orang juga boleh.. hehe
Lalu tulis, apa yang menjadi pergumulan atau permasalahan mereka. Lalu mulai kita pilah apa sih yang menjadi kebutuhan mereka. Setelah itu, kita jadi seperti punya list sendiri. Kita tahu mana yang bisa kita langsung lakukan. :D Selamat mencoba cara ngawur ini, tapi berhasil membantu beberapa orang pada kenyataanya. hehehe..

Semoga posting kali ini tidak sia - sia saja dibaca ya temann.. God bless..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar