Holaaa teman - temannnn....
Rasanya senang sekali bisa kembali nge-blog... Mau dikatakan susah mencari waktu juga sepertinya tidak bijaksana sekali, tapi toh kenyataannya itu yang saya alami. haha.. Makanya begitu kembali punya waktu luang buat nulis di blog rasanya senang sekaliiii.. :D
Berhubung saya menulis dipagi buta begini, jadi harap maklum ya temannn, sudah ada yang tidak sinkron dipikiran karena lelah dan pingin cepetan bobo.. :D
Sesuai dengan judul posting kali ini "Cerita Sahabat : Bagian Ketiga"
:)
Saya kembali menulis bab tentang cerita sahabat karena hari ini sangat banyak sekali yang mau ditumpahkan di blog ini soal pelajaran berharga tentang persahabatan yang saya dapat hari ini. Jadi dengan saya sekedar sharing buat teman - teman, semoga bermanfaat yaaa.. :D
Yuk masuk ke inti dari apa yang mau saya share hari ini..
Terkadang kita tidak tahu seberapa dalam kebaikan atau keburukan hati seseorang.
Kita juga tidak bisa menebak asal - asalan seperti apa dalamnya hati seseorang.
Terlebih lagi seseorang itu adalah sahabat kita sendiri.
Begitu pula dengan pemikiran..
Dimana sering terjadi konflik dalam hubungan persahabatan yang kita pikir tidak dapat diselesaikan disitulah kita mengetahui bahwa betapa pentingnya arti keterbukaan, kejujuran, mengalah, mengampuni, memahami dari sudut pandang yang lain, dan konsekuensi memiliki sosok sahabat yang sifatnya sangat kontras dengan pribadi kita.
Sedikit inti dari apa apa yang saya dapat hari ini jika dilihat dari sisi menegur, seperti apa yang saya tulis diatas ini. Tetapi saya bersyukur bahwa pasti dibalik problem yang ada, atau sebuah cerita yang dibagikan pada saya selalu saja ada sisi positif yang bisa saya ambil. Dan saya selalu suka bagian positif ^^ Karena pastinya yang positif itu bikin hati tenang, bukannn?? :D
Hal positif dibalik teguran - teguran diatas yang saya dapat yaitu . . .
Bagaimanapun hal buruk yang kita dapat, tidak ada salahnya kalau kita memberi yang baik..
Jika seorang sahabat ada di posisi tidak mampu mengerti dirimu atau menuduh ada motif lain dibalik kebaikanmu, jangan berhenti melakukan yang baik..
Yang namanya jujur dan keterusterangan itu tidak selalu membawa kesenangan bagi yang menerima dan mendengar bukan? Terkadang kita mendapati bahwa apa yang dikatakan jujur dan terus terang itu menyakitkan. Tapi kembali lagi jangan berhenti untuk melakukan hal yang baik, yaitu tetap jujur dan terus terang. Karena toh siapa yang tahu jika kedepannya kejujuran dan keterusterangan itu membuat kita memiliki evaluasi pada diri sendiri.
Persahabatan yang dibangun bertahun - tahun sekalipun, akan tetap dapat dihancurkan.. Karena kita semua sadar apa yang utama yang abadi di dunia. :) Bahkan persahabatan pun dapat hancur. Tapi perlu disadari, yang terpenting janganlah menjadi sosok yang menghancurkan persahabatan, karena kita tahu betapa sulitnya membuat fondasi yang kuat untuk sebuah hubungan persahabatan. Betul kan? :)
Sebelum masuk ke cerita, saya mau mengajak teman - teman melihat. Bandingkan sisi teguran yang saya tulis diawal, dan sisi positif yang tulis diatas ini. Banyak sekali hal positif yang didapat ketimbang sisi negatif yang didapat dari sebuah problem, kan? :)
Saya pernah mendengar seseorang berkata pada saya, "Dalam segala masalah apapun itu, jika ada sisi positif yang bisa kamu dapati, atau setidaknya ada sisi yang bisa kamu syukuri, maka jalan keluar itu hanya sembunyi dan perlu dicari tahu keberadaannya. That's it. :)"
Ketika saya mendapat pelajaran tentang persahabatan hari ini, entah kenapa yang keluar justru pesan seseorang diatas ini. :) Dan sangat membantu sekali untuk membuka pikiran.
Pelajaran yang daritadi saya share semuanya bermula dari cerita tentang sebuah kesalahan dalam persahabatan yang ternyata kesalahan yang tidak disadari itu berujung pada kekecewaan yang tidak diutarakan. Kesalaha seperti apa? Kesalahan yang sepele tapi hebat sekali akibatnya. Keselahan pada perkataan. Begitu saya tahu bahwa kesalahan yang ada dalam hubungan persahabatan ini dalam perkataan, saya langsung ingat, BETAPA KUATNYA PENGARUH KATA - KATA. Makanya saya sangat setuju dengan menggunakan kata dengan hati - hati. Dan jujur saja itu kadang tidak mudah untuk kita sadari secara benar, karena ketika seseorang tidak sengaja keceplosan dan kata - kata itu meyakitkan, bisa saja berujung pada akibat yang sangat fatal.
Dari sebuah perkataan yang ternyata menyinggung dan membuat kita merasakan kecewa dari sahabat kita sendiri, dan kita tidak menegurnya itu juga salah kita. Mengapa?
Karena kita sahabatnya, kita memiliki hak. Hak seperti apa? Hak untuk mengkritik, menegur, atau menasehati untuk kebaikan bersama (bukan untuk kebaikan pribadi).
Ada mungkin yang berpikir, ah belum tentu kita juga harus seperti itu pada sahabat kita. Saya juga setuju. Tetapi kadangkala kita perlu sepeti itu. Karena jika kita hanya diam pada kesalahan yang dilakukan sahabat kita sendiri, artinya kita dengan senang hati membiarkan dia tenggelam begitu saja. :) Sedangkan tangan seorang sahabat adalah tangan untuk menopang juga. :)
Tidak ada salahnya untuk kita mengatakan maaf meskipun dalam sudut pandang kita itu bukan salah kita, karena artinya kita sedang secara tidak langsung belajar tentang menghargai.
Dan tidak ada salahnya juga jika kita mencoba untuk menegur, daripada kita melihat atau bahkan menyadari terlambat menyelamatkan sahabat yang tenggelam bersama masalah/kekecewaan. :)
Nah dari cerita simple tentang salah berkata - kata dan kekecewaan yang tidak diungkapkan, sehingga membuat persahabatan renggang, saya belajar hal baru tentang persahabatan. Saya harap teman - teman juga mendapatkannya. :)
God bless. . . :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar