![]() |
| Sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2010/06/03/memaafkan/ |
Posting kali ini saya mau bahas yang berbau love temannn.. XD
Galau - galau dikit di blog boleh lah yaa.. XD Yang penting galau saya ga keluar dari jalur.. hehehe..
Sudah beberapa minggu yang lalu saya ingin menuliskan ini, tapi yah sama aja seperti positng yang sebelumnya. Waktu menulis di blog adalah waktu yang saya korbankan untuk fokus kuliah dan beberapa kegiatan yang saya ikuti..
Memaafkan... Satu kata ini termasuk juga didalam satu kata yang lainnya, yang kita sebut CINTA. Menurut saya memaafkan itu bagian dalam cinta. :)
Jadi begini cerita singkatnya... (baca:saya curcol yaa)
Kita semua sudah merasakan bukan yang namanya jatuh cinta tu seperti apa? :D Begitu juga dengan saya. :) Ga perlu terlalu detail saya ceritakan, langsung pada intinya. Saya menyayangi, jatuh cinta, dan suka pada seseorang yang ternyata tidak serius seperti yang saya lakukan. Akhirnya, yang saya rasakan kecewa berat. Kami lost contact selama beberapa minggu. Setelah beberapa minggu tersebut, akhirnya dia menghubungi saya lewat jejaring sosial dan mengatakan "maaf untuk apa yang sudah dia perbuat".
Respon saya, saya tidak dapat langsung membalas pesan yang dikirim tersebut. Alasannya karena saya masih menyimpan rasa sakit. :) Tepat dihari saya menerima pesan tersebut, saya melihat satu kalimat dari teman saya dalam jejaring sosial, yang bunyinya :
"Kita merasakan sakit, karena kita hidup"
-Charlie St. Cloud-
Meskipun teman saya hanya mengkutip kalimat dari film, tapi saya sangat berterima kasih. Karena kalimat tersebut, dapat membuat saya meredakan emosi setelah menerima pesan, dan kedua saya sadar betul arti dari kalimat itu. Secara langsung saya juga berpikir, kalau kita tidak mau merasakan sakit entah dalam sebuah proses atau apapun itu yang ada dalam hidup, kalau begitu kita jangan hidup, jangan punya harapan, dan lain - lain. Hidup tidak lepas dari sakit, proses, kebaikan, tujuan, dan masih banyak lagi.
Apa yang sebelumnya saya alami itu adalah proses buat saya. Saya mencoba diam selama sehari dan mengkoreksi diri sendiri. Saya sadar kenapa saya merasa emosi yang tidak stabil waktu menerima pesan itu. Sangat tidak bijak kalau saya tidak membalas, dan lebih tidak bijak lagi jika saya tidak memaafkan. Kalau menyayangi saja saya berani, artinya saya siap dengan resiko atau konsekuensi yang didapat. :)
Bagaimana dengan kalian? :)
Apakah memaafkan masih menjadi hal yang tersulit untuk dilakukan?
Tidak ada salahnya selain kita mengkoreksi kesalahan seseorang yang menyakiti, kita pun juga mengkoreksi diri lebih lagi. :) Bukan untuk kebaikan diri kita sendiri kalau kita bisa memaafkan, tapi baik buat mereka yang secara sengaja atau tidak sengaja menyakiti kita.
God blessss... :)
" Melakukan kasih (mencintai) artinya berani untuk mengambil resiko (merasakan sakit dan mampu memaafkan) " -unknown-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar