Selasa, 20 November 2012

Bermula dari KASIH

Selamat tengah malam menjelang pagi teman - teman..........

Busy day again... Tapi setidaknya hari ini bisa menulis di blog tanpa harus save apa yang mau ditulis di memo handphone dan menunda besoknya.. hahaha..

Masih berhubungan dengan apa yang saya tulis di blog yang lalu tentang "Cerita Sahabat : Bagian Ketiga"..
Saya mengatakan belajar hal yang baru dari masalah persahabatan. Hari ini masalah persahabatan yang diceritakan di tulisan blog kemarin sudah terselesaikan teman - teman.. Dan kembali lagi saya mendapat sebuah pelajaran... hehehe.. Hidup ini belajar, jadi tidak akan pernah bosan untuk menerima pelajaran - pelajarannya, ya kan? 

Yah walaupun hasil hari ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan kemarin ,tapi setidaknya masalah selesai dan saya dapat hal yang bisa dipelajari. :)

Saya tidak hanya sekedar tahu saja tentang mengasihi itu seperti apa? Tapi paham betul ketika mengasihi itu ooo ternyata seperti ini, ini yang dirasakan, ini yang didapat, ini yang mampu diberikan, dan masih banyak lagi. Karena itu, saya suka sekali dengan kisah dibawah ini yang mempunyai pesan hampir sama. Dimana pesan tersebut saya jadikan judul. Bermulai dari KASIH. :)

Masalah bisa hadir, lalu diselesaika, tidak hanya dengan logika, tapi hati pun ikut teman - teman. :) Dan saat masalah itu dapat diselesaikan, otomatis hati ikut berperan dalam menyelesaikan. Karena itu saya suka sekali dengan apapun yang akan dimulai semuanya dari kasih. Karena hasilnya akan berbeda. Berbeda gimana? Tidak dapat dijawab, karena sekalipun saya menjawab apa yang akan dirasakan itu tidak sama satu dengan yang lain. Makanya lebih seru lagi kita mulai masing - masing untuk memulai semuanya bermula dari KASIH. Nanti setelah melihat hasilnya, kita akan semakin lebih lagi memahami tentang KASIH. :)

Ini dia kisahnya teman - teman... :D

Seorang anak merasa tidak nyaman saat dimintai tolong untuk mengerjakan tugas - tugas rumah. Karena merasa tidak nayaman, suatu kali dia menaruh selembar daftar harga di meja makan dengan harapan mamanya membacanya.


Tulisannya begini :

Bayaran untuk menyapu dan mengepel 20 hari x Rp 10.000,00 = Rp 200.000,00
Bayaran mencuci piring 10 hari x Rp 5.000,00 = Rp 50.000,00
Bayaran menolong menjaga adik 20 hari x Rp 10.000,00 = Rp 200.000,00
Untuk sementara yang harus mama bayar Rp 450.000,00

Sambil tersenyum mamanya, bergumam, "Wah anakku masih kecil koq sudah mulai hitung-hitungan denganku. Apa yang harus kuperbuat?" Dengan hati yang penuh kasih, mamanya menulis selembar daftar yang harus dibayar anaknya seperti ini :

Biaya dalam kandungan mama 9 bulan x Rp 2.000.000,00 = Rp 18.000.000,00
Biaya operasi melahirkan = Rp 10.000.000,00
Biaya pemberian ASI selama 12 bulan x Rp 500.000,00 = Rp 6.000.000,00
Biaya perawatan selama 9 tahun x Rp 1.000.000,00 = Rp 9.000.000,00
Semua GRATIS karena mama mengasihimu.

Menyadari betapa tak terhitungnya kasih mamanya, akhirnya si anak dengan rela menolong mamanya.


See? :D
Mama dalam kisah diatas, mendapat problem yang walaupun kecil tapi tetap saja itu poblem. :) 
Dan karena semuanya bermula dari kasih, penyelesaiannya pun berbeda dengan seorang mama yang menyelesaikan problem kecil diatas mungkin dengan emosi, tindakan keras, dan lain sebagainya.

Hanya dengan contoh dari kisah diatas bukan berarti kita hanya melihat dari sosok kisah diatas saja.. Sama halnya dengan apapun itu yang kita mulai dalam kehidupan, atau yang baru ditemui, selesaikan atau jalani dengan permulaan KASIH. :)

Have a wonderful day, guys! God bless

Tidak ada komentar:

Posting Komentar