![]() |
| Sumber : http://www.vinodnarayan.com/philosophy/goodness-is-the-only-investment-that-never-fails/ |
Sabtu, 6 Oktober 2012.
Saya ga tau kenapa ketika secara ga sengaja melakukan kegiatan yang spontan atau tidak direncanakan pasti mendapat satu pelajaran yang bisa dipetik. :) Dan juga sebenarnya saya tidak percaya jika pelajaran yang bisa dipetik itu suatu kebetulan. :) Lets see deh! :D
Sore tadi saya tidak berencana untuk pergi ke sebuah kebaktian karena berhubung waktu yang saya punya tidak cukup untuk bolak balik dari tempat acara ke rumah terus berangkat kembali ke gereja. Sungguh memakan waktu, dan kalau pun saya berangkat sudah pasti saya terlambat untuk datang ke kebaktian. Tapi terjadilah rencana yang tidak direncanakan. Begitu di rumah, saya langsung mandi bebek dan siap - siap ke gereja. Sudah pasti saya terlambat. hahahaa.. Tapi mau gimana lagi, dengan wajah innoncent saya tetap melangkah masuk dan mengikuti kebaktian. Belum bisa dibilang begitu terlambat sih karena masih berlum memasuki firman. :-p
Begitu saya duduk, eh ternyata yang duduk disebelah saya adalah seorang anak perempuan yang saya temui di sebuah acara workshop kemarin jumat. Kita mengikuti kebaktian yang sama, walaupun setelah beberapa menit saya duduk bareng dia akhirnya saya pindah tempat duduk karena sudah ada tempat yang disediakan teman saya.
Setelah kebaktian selesai saya memang mencari anak perempuan tadi, maksud hati mau pamit pulang. Tapi karena saya di ajak kumpul sebentar dengan teman - teman yang lain akhirnya saya tidak mencari - cari lagi.
Begitu selesai kumpul dengan teman karena waktu yang sudah cukup malam dan saya masih punya banyak hal yang harus dikerjakan saya langsung berjalan menuju parkiran dan pulang. Tapiii... sebelum selesai melangkah menuju parkiran, baru sampai di pintu keluar, ada yang memanggil saya, dan ternyata anak perempuan tadi. Dia ternyata ga ada yang jemput untuk pulang di jam itu, akhirnya dia dengan wajah yang keliatan sungkan minta tolong kepada saya untuk diantarkan pulang. Karena rumahnya juga tidak terlalu jauh, saya mengiyakan. :)
Dalam setengah perjalan menuju rumahnya, dia bertanya apakah saya bersedia mengantarkan dia terlebih dulu ke sebuah taman. Saya yang percaya dia adalah anak yang baik, saya mengiyakan dan tidak berpikir yang macam - macam. Dan pergilah kami di sebuah taman yang berada di tempat tinggal saya. Kita sebut saja taman budaya.
Begitu sampai di taman budaya, saya kaget. Karena suasana yang ada bukanlah suasana yang seharusnya tampak di dalam taman budaya. Banyak sekali anak jalanan disitu, dan anak - anak yang sering dipanggil anak metal karena aliran musik yang mereka sukai berjenil metal.
Jujur saja, saya tidak merasa nyaman jika berada dalam situasi dimana banyak sekali anak - anak metal. Saya bukan meremehkan musik metal, menurut saya musik metal juga ada yang bagus dimana isi liriknya adalah motivasi walaupun memang ritmenya tidak saya sukai.
Saya tetap menyetir masuk, dan saya bertanya mau apa kamu minta diantar ke sini? Dia menjawab singkat, "Saya mau lihat apakah ibu saya berjualan di taman ini malam ini, kalau ibu berjualan kakak antar saya sampai disini saja".
Wow... Memang polos anak ini, hatinya juga baik.
Mengapa saya bilang seperti itu? Mungkin bisa saja orang lain bilang, dia lancang sekali sudah berani minta tolong tapi juga menyuruh kembali. Saya coba lihat dari posisi anak ini, bukan lancang tapi lebih tepatnya polos. :)
Anak ini baik karena tidak malu mengakui apapun yang dikerjakan orang tuanya. Ini hal pertama yang saya ambil sebagai pelajaran untuk dapat disharekan.
Sampainya di parkiran, dia bilang saya ikut turun dan ikut makan bersama. Dia berencana mentraktir saya di warung ibunya. Tapi sekali lagi bukan karena tidak menerima berkat yang ada di depan, saya langsung teringat kalau mama masak buat saya dirumah, jadi saya menolak. Saya bilang saya akan bertemu dengan ibunya saja untuk pamit lalu saya pulang.
Bertemu dengan ibu anak ini untuk pertama kalinya, kesan yang saya dapat yaitu keramahan dan keterbukaan. Saya ditawari untuk kedua kalinya untuk makan bersama di warung beliau, tapi untuk kedua kalinya juga saya tolak. Disitu terjadi sedikit percakapan antara ibu dan anak, saya hanya dengan tidak sengaja bisa mendengar. Anak perempuan tadi ingin tinggal membantu ibunya, sedangkan ibunya mengatakan untuk pulang saja. Akhirnya, anak perempuan ini memutuskan untuk pulang dan saya antarkan ke rumahnya. Sebelum menaiki kendaraan, tiba - tiba anak perempuan itu mengatakan,"saya pulang sendiri saja. Kakak antarkan saya sampai disini saja".
Saya tidak bisa memaksa, karena saya pun sudah menanyakan dua kali, jawabannya tetap ingin pulang sendiri saja. Saya mengendarai ke arah pintu keluar taman tersebut. Membayar uang parkir, lalu... melihat anak perempuan tadi berjalan masuk lagi dan berjalan ke arah warung ibunya.
Kalo saya boleh menyimpulkan, dia memang sebenarnya ingin membantu ibunya berjualan.
Saya kagum. Mungkin kisah seperti anak perempuan tadi banyak ditemui juga, tapi berhubung ini yang saya lihat ya inilah yang saya bagikan. :)
Tidak pernah malu untuk hal yang memang baik adanya, menjadi diri sendiri, selalu bersikap baik setiap saat meskipun bisa saja banyak orang ingin menjatuhkan adalah pelajaran yang bisa saya petik dari rencana yang tidak saya rencanakan hari ini. Saya dibuat belajar banyak hal oleh seorang anak perempuan berumur 15 tahun. Bukan kisah hidup yang di dramatisir, tapi kisah yang simple dan bisa menjadi buah untuk dirasakan.
:)
Sikap baik, kalau boleh dikatakan tidak mudah ditemukan dijaman sekarang, tapi bukan berarti tidak ada lagi. :) Kita generasi selanjutnya memang bukan hanya maju atau berkembang dalam akademis, nilai moral, dan lain - lain, tapi tentang hal yang namanya kebaikan juga perlu untuk diteruskan tanpa pernah dihentikan..
Keep faith! :) God bless :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar