![]() |
| Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2010/04/10/arti-sahabat/ |
Hello... :)
Arti sahabat bagi semua orang itu berbeda. Banyak sekali macam
pengertiannya. Ada pengertian yang melihatkan ketulusan, ada juga yang walaupun
mereka bisa memaknai persahabatan tapi maknanya salah. Tetapi bagaimanpun juga
arti sahabat buat semua orang itu tetap bertumpu pada seseorang yang membuat
mereka merasa nyaman.
Buat saya sahabat itu hati saya. Kalimat barusan ini adalah
jawaban seorang perempuan yang sudah beranjak dewasa. Kalau disaat saya masih
remaja, saat masih smp atau sma jawaban saya akan seperti ini, “sahabat itu
tempat kita mencurahkan isi hati, sahabat itu orang yang menemani saya disaat
suka dan duka”. Itu jawaban yang selalu saya berikan ketika saya ditanya
tentang arti sahabat. Dengan berjalannya waktu, banyaknya pengalaman yang saya
alami, banyak yang saya pelajari dari sosok yang saya sebut para sahabat,
pemahaman saya tentang sahabatpun berubah.
Malam ini, ada satu kerinduan saya yang akhirnya bisa saya
lepas. Saya senang sekali seorang sahabat yang saya tunggu kehadirannya
akhirnya muncul juga. Dia mengirim pesan lewat bbm. Setiap hari bisa saja saya
terus mengirim pesan pada sahabat saya itu, tapi arti kehadiran disini bukan
sembarang kehadiran. Bukan hanya sekedar mengharapkan fisik didepan mata atau
mengharapkan banyak waktu yang bisa dilewati. Tapi benar – benar arti kehadiran
yang ditunggu untuk sebuah kebersamaan meskipun hanya lewat sebuah pesan saja.
Kami berdua disibukkan oleh kuliah dan macam kegiatan
lainnya. Terkadang memang kami masih sering berkomunikasi. Tapi percakapan itu
mati begitu saja. Padahal didalam hati,saya selalu ingin punya percakapan
yang lebih banyak, menggali bersama lebih banyak, bertukar pikiran lebih
sering. Tapi kembali lagi, mereka hati saya. Ketika hati saya butuh diberi
pengertian, ya saya akan memberikannya dengan sukacita. Karena itu kebutuhan
hati saya. Untuk apa saya tidak rela memberi apa yang menjadi keinginan hati
saya sendiri, betul bukan? :)
Saat saya menerima pesan sahabat saya yang berbunyi, “kamu
punya waktu?”
Tidak perlu ditanyakan lebih jauh lagi, tiba – tiba saya
bertindak seolah seperti seorang peramal. Saya yakin hati saya yang satu ini
memiliki masalah. Dan dia sedang mengetuk pintu saya untuk masuk dan berbicara
bersama.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengungkap benar
atau tidak, kalimat selanjutnya dari sahabat saya menunjukkan dia memiliki
masalah. Kami berbincang cukup lama, kami saling cerita, saling member masukan,
dan saling menguatkan.
Nah ini lho.. Arti kehadiran yang sesungguhnya. Bukan disaat
sahabat saya punya masalah saja. Tapi karena kami seperti sebuah lilin yang sedang
mencairkan sesuatu. Dan dalam proses mencairkan sesuatu lewat terang dan
hangatnya lilin itu saya jauh lebih memahami dan menerima hadirnya sahabat
saya. :)
Sayangnya percakapan belum selesai, justru lampu dirumah
saya mati dan handphone saya mati karena low battery. Kami menghentikan percakapan, mulai istirahat, dan saya mulai menulis tulisan ini. :)
Tapi saya bisa menghasilkan senyum simpul. Senyum yang ada
artinya. Saya senang. Saya tidak akan pernah menutup pintu saya untuk siapapun
mereka yang mau masuk dalam hati saya. Spesialnya untuk para sahabat.
Buat sahabat,
Kalau lampu dihatimu tiba – tiba mati,
Jangan malu untuk memintaku member lampu yang baru
Kalau cahaya dimatamu tiba – tiba redup,
Jangan menutup mata karena tidak ingin memintaku membagi
cahaya
MIntalah, maka dengan senang hati aku membagi cahayaku
Kalau rapuh tulangmu,
Jangan berprasangka bahwa aku akan meninggalkanmu dan tidak
mau menopangmu
Panggillah aku, karena kamu yang justru menguatkan aku
Mengapa aku tidak membagi kekuatanmu didalamku ditambah
kekuatanku untukmu?
Hey para sahabat, ketahuilah…
Kamu adalah hatiku
Aku tidak mungkin mengganti hatiku
Jadi jangan ragu, jangan takut, jangan bersedih
Karena disini ada sahabatmu.
By : Adrea FD (10:50,
Kamis,11 Oktober 2012)
Keep smiling! :) God bless... :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar