Sabtu, 21 September 2013

True Heart

If the new each others true heart, I don't think they'd fight because of something.


Hey hey..
New posting teman - teman.. :)

Aslinya saya ingin menuliskan posting ini sudah sejak lama, tapi berhubung sedang masa menata hati jadi baru sekarang ini saya akan membagikannya.. :)
Saya ingin siang ini men-sharing-kan cerita singkat yang sebenarnya saya hubungkan dengan kalimat tebal diatas. hehehe

Well...
Kalau berbicara tentang true heart terkadang selalu dihubungkan dengan percintaan bukan guys? :)
Ada sebuah cerita singkat seperti ini..
Seseorang anggap saja berinisial Z..
Z selalu berpacaran dengan sistem putus terus..
Tidak ada hubungan yang langgeng..
Setelah mengalami lima kali pacaran dan putus, akhirnya si Z ini jenuh dan lelah dengan bagaimana ia menjalankan diri dalam suatu hubungan. Z mulai mencari apa yang salah pada dirinya, dan apakah ia sendiri bermain - main dalam hubungan.
Suatu hari, ketika Z bertemu dengan seseorang yang membuatnya tertarik dan merasa jatuh cinta, Z berikrar pada diri sendiri. Kali ini kalau inilah orang yang tepat aku akan benar - benar menjaga hati dan hubungan.
Welll...
Tanpa menyadari dahulu sebelumnya, Z hanya sebatas tertarik dan kagum pada seseorang yang terakhir tadi..
Kembalilah lagi sistem putus terjadi pada hubungan Z..
Z menyadari bahwa sebenarnya akhir dari hubungannya adalah ia tidak dapat mempertahankan jika hanya melihat sisi bagus dari seseorang yang membuatnya tertarik.

Itu inti ceritanya teman..
Sangat singkat sekali, karena saya tidak bisa menceritakan panjang lebar tentang bagaimana kisah lengkapnya.
Tapi yang ingin saya sampaikan adalah...
Ketika kita menerima seseorang dan menjalin hubungan mulai semuanya dengan menyadari bahwa apa yang akan kedepan diputuskan dan diinginkan adalah dari hati yang sesungguhnya.. :)
Bukan karena kamu kasihan..
Bukan karena kamu hanya suka tampak luarnya..
Bukan karena kamu hanya kagum, lalu menganggap semuanya adalah benar - benar cinta yang kamu rasakan. :)

Kuncinya simple kok..
Saya sebenarnya lupa dapat kata - kata tebal diatas itu darimana..
haha
Tapi begitu saya lihat kalimat itu saya ingat kisah si Z.. :)
Kuncinya adalah ketika apa yang kamu pilih dan kamu temui adalah "true heart"nya kamu dan pihak yang bersangkutan, sudah pasti TIDAK AKAN RETAK karena sebuah pertengkaran akan sesuatu. Bahkan bertengkar akan sesuatu yang sebenarnya dapat diselesaikan pun akan jarang sekali.. :)

:)

Hargailah orang yang kamu cintai, dan yang mencintai kamu..
Namun terlebih lagi hargai hatimu sendiri untuk dimasa sekarang saat kamu memutuskan sebuah keputusan ataupun untuk kehidupan kedepan yang akan kamu jalani. :)

Kita tak pernah Tahu. :)


Hello everyoneee… 
Its nice to see you again by face and tulisan saya pribadi.. (bukan dengan saya tentunya).
Selamat sore karena berhubung saya menulis pada sore hari..
Sekilas saja, ada sedikit yang ingin saya sharekan sebelum masuk pada apa yang akan saya bagi pada posting kali ini..

Hmm…
Hari ini, tepatnya sore ini.. Cita – cita saya mula tercapai perlahan sepertinya.. 
Mengapa?
Karena finally saya mencapai kenyamanan pada diri saya sendiri untuk menemukan tempat yang tepat menuangkan segala ide, pikiran, atau bahan untuk tulisan.
Finally saya bias punya café yang membuat saya jatuh cinta dengannya dan saya merasa nyaman untuk di café ini menulis dengan waktu sesuka hati saya.. hahahah
Itu bahagia versi saya. Saya membagikan untuk sekedar intermezzo karena saya ingin lebih mengajak kalian semua yang membaca ini untuk bahagia.. J Caranya dengan apa bagaimana atau harus apa? Itu semua ditangan kalian. J Bahagia tidak harus sesuai dengan versi saya tadi, tapi bahagiamu bisa jadi lebih menyenangkan dari apa yang saya dapatkan selama ini.. hehehe.. 

Well…
Judul posting hari ini adalah “Kita Tidak Pernah Tahu”
Hmm..
Sebenarnya banyak yang ingin saya tuang hari ini, karena sudah lebih dari seminggu banyak sekali yang tidak tertuang di blog ini. Bisa dibayangkan di otak saya ini seberapa ruwetnya.. haha
Begini ceritanya kenapa saya bisa memilih judul itu.. 
Pagi hari ini saya di bbm oleh salah satu sahabat saya. Dia mengajak saya untuk bertemu di kampus. Ada hal penting yang ingin dia sampaikan dan meminta saya untuk mengajarinya. 
Tentu, sebagai sahabat saya dengan rela hati (jujur) akan menjawab iya dan betapa senangnya hati ini bisa bertemu dengan sahabat. 
Kami membuat perjanjian untuk bertemu siang hari sekitar pukul setengah dua siang. 
Disaat kami bertemu ternyata baru terbukalah semua apa sih yang akan sahabat saya ceritakan.. Kembali lagi semua masalahnya pada hal cinta. Hahaha
Sepertinya masa muda ini adalah masa yang tidak akan lepas dari yang namanya percintaan. (Tapi ga sepenuhnya benar sih menurut saya.. ) Tapi iya ga sih menurut kalian? Haha..
Hmm..
Permasalahannya adalah tentang bagaimana sahabat saya bertemu dengan seorang pria yang membuat dia jatuh hati tapi juga masih memikirkan banyak hal apakah pria itu pantas untuk diterima..
Saya kira hari ini adalah hari dimana saya akan panjang lebar menasehati sahabat saya. Karena, sejauh ini beberapa sahabat – sahabat saya jika bercerita tentang kisah mereka, jauh lebih meminta saran saya, bukan bertukar pikiran. Saya tidak bermaksud terlalu percaya diri tentang hal itu, tapi itulah yang saya rasakan. 
Tapiiiiiiiiiii…
Ternyata oh ternyata..
Dengan menggunakan kalimat yang memancing lawan bicara kita, “Hmmm.. Apa ya yang salah dari seseorang ketika dia selalu putus saat pacaran?”
Saya mendapatkan jawaban yang menakjubkan bin ajaib dari kalimat pertanyaan yang nan menjebak itu.. hahaha..
Saya melihat perubahan pada sahabat saya.
Dia dulunya adalah orang yang kurang percaya diri, selalu paranoid, dan tidak mudah menyelesaikan masalahnya sendiri. Hahaha.. (Maaf ya sobat kalo baca, bukan bermaksud menjelekkan, hanya feedback.. *oupss*) haha..
Tapiii.. kalimat pertanyaan yang memancing itu membuatnya menjawab dengan bijaksana serta bijaksini.. haha.
Hmm..
Dia menjawab, “Tidak ada yang salah. Tapi kita hanya belum bertemu dengan orang yang tepat sehingga kita sering dilepas atau melepas orang yang sudah kita terima sejauh hubungan pacaran.”
WOWWW.. Jawaban itu jujur tidak pernah ada dipikiran saya lho sebelumnya.. haha..
Mungkin pernah ada, tapi anggap saja tidak pernah ada atau saya lupa.. 
Kesimpulannya.. 
Kita tidak akan pernah tau kapan orang sudah berhasil dari tahap atau masa prosesnya menuju pada masa yang baik atau indah untuk orang tersebut, sampai kita melihat hasilnya.
Dan hari ini..
Saya, Adrea, sebagai seorang sahabat mentahbiskan, bahwasannya sahabat saya berhasil melalui tahap atau masa galaunya, melownya, atau serba emosionalnya ia dulu.
Hehehe.
Keren ya? (anggap saja keren.. Maksa mode ON)
Hahaha..
Menulis kesimpulan ini sedikit terharu, tapi lebih banyak bangganya.. haha.
Tuhan memberkaitmu teman.. Semoga proses kalian tentang apapun itu, bisa berhasil dengan indah. J 

Selasa, 27 Agustus 2013

Tidak Hanya Kita yang Menderita :)

Heloooo everybodyy..
Selamat siang menjelang sore..
:)

Its nice bisa posting lagi..
Di dalam benak saya ada ketidaktenangan ketika saya harus memendam apa yang saya dapatkan tadi malam. Ini salah satu dari beberapa pelajaran yang saya dapatkan yang rindu sekali untuk saya share kan dalam posting ini.. :)

Tadi malam, seperti biasa saya melakukan kewajiban saya sebagai seorang pekerja paruh waktu disalah satu cafe dalam kota ini (Semarang).
Menuju last order yang artinya adalah jam - jam tutupnya cafe, saya dan beberapa teman saya secara tidak langsung saling bercerita tentang masalah masing - masing.
Sebenarnya hal ini tidak ingin saya katakan sebuah kebetulan semata, karena menurut saya kita bertiga dapat saling bercerita satu sama lain pasti sudah ada waktunya dan pasti memang tadi malam saatnya menumpahkan segala yang ada di batin kami dimana itu membuat kami tidak tenang.

Percakapan ini pula yang memberi saya suatu pelajaran banyak sekali.. Bahkan satu cerita saja tidak cukup memberi satu pelajaran. hmmm.. Saya bahkan meneteskan air mata karena ketika mendengarkan cerita kedua teman saya mata dan telinga saja tidak cukup untuk digunakan demi memahami, tapi hati saya juga otomatis mengikuti alurnya cerita dan terenyuh karena tersentuh dan tersentak sadar akan beberapa hal dari cerita tersebut. :)

Dimulai dari cerita pertama..
Seorang yang bercerita tentang kisah ini adalah seorang wanita berumur kurang lebih 25 tahun. Panggil saja mbak N. Mbak N  adalah supervisor saya dalam pekerjaan ini. Beliau sebelumnya sudah bekerja diberbagai cafe dan akhirnya kembali pulang ke Semarang. Sepanjang perjalan pekerjaannya beliau juga mendapat banyak pelajaran dan pengalaman yang dijumpainya. Nah, salah satu kisahnya adalah sebagai berikut ini......
Mbak N bekerja disebuah restoran yang cabangnya banyak sekali. Sejak menginjak bulan kedua atau bulan ketiga mbak N mengenal salah satu customernya. Dia adalah seorang ibu. Mbak N adalah satu - satunya orang yang mengajak bicara ibu tersebut, teman kerjanya TIDAK ADA SATUPUN yang ikut mengajak bicara bahkan hanya sekedar menyapanya. Alasannya? Yang pertama penampilan ibu itu kumuh dan pakaian yang dipakai hanya itu - itu saja. Yang kedua, ibu itu sempat beberapa kali membawa makanan dari luar dan datang jam 11 malam hanya untuk membeli nasi saja sedangkan lauk yang dibawanya minta tolong dihangatkan oleh Mbak N. Yang ketiga, ibu itu menjadi pusat perhatian customer lainnya dan membuat suasana makan kurang menyenangkan dengan penampilan dan bau badannya. Hmm..
Tapi... Tahukah teman - teman? Dan menyangkakah teman - teman bahwa ibu itu adalah seorang kaya, dapat membiayai keempat anaknya sampai keluar negeri, dan tinggal di apartment?
Saya bahkan mbak N sekalipun tidak percaya juga. Tapi berhubung mbak N sudah diajak menginap di apartment jadi tidak mungkin pernyataan ini adalah sebuah kebohongan. :)
Yang menjadi pertanyaan yang perlu digaris bawahi adalah :
" Kenapa harta yang banyak sekalipun dapat membuat seseorang mampu untuk melepaskannya dan hidup sesederahana mungkin?"

:) 
Jawabannya adalah . . .
Ibu itu memiliki seorang suami yang selingkuh darinya..
Ibu itu punya perusahaan yang besar sekali tapi jatuh karena tidak ada yang mengurus setelah suaminya meninggal.
Suaminya selingkuh dengan pembantunya sendiri.
Pembantunya dan seluruh keluarganya sudah diijinkan tinggal dalam rumahnya yang besar dan luas tapi juga menginginkan hartanya. :)
Keempat anaknya, dua diantaranya mengalami gangguan dengan mentalnya.
Nah... Itulah yang menjadi dasar - dasar mengapa ibu itu mau dan mampu melepas semua hartanya. Itu dasar yang paling dasar dan beberapa alasan yang mendukung kenapa ibu itu melakukan semuanya sampai saat ini.
Hmm.. Sungguh ironis sekali apa yang terjadi dengan ibu itu.
Dan lebih ironisnya lagi adalah ibu itu sampai saat ini tidak mau memaafkan suaminya walaupun sudah meninggal. Dan masih menyimpan kepahitan itu. Ketika siapapun yang tau kisah ini dan menyinggung tentang suaminya itu, ibu itu akan emosi sekali.
Teman - teman bisa lihat kan?
Hidupnya sangat sederhana sekali. Bahkan sebenarnya ibu itu menjadi seorang yang sangat sangat hemat karena takut kehilangan hartanya. Bisa dijadikan kesimpulan sementara saja bahwa kesederhanaannya itu adalah tindakan untuk was - was akan harta yang habis. Bukan karena sederhana untuk hidup yang lebih baik.
Hmmm..
Well, sekalipun kita memiliki hidup mewah, hidup sederhana, hidup kekurangan, atau lainnya, kalau kita tidak mampu untuk merasakan kebahagiaan maka semuanya percuma saja. Tidak perlu munafik bahwa bahagia itu tidak ada tidak masalah. Itu adalah omong kosong. :)
Percaya atau tidak kebahagiaan itu sebenarnya dasar pada setiap manusia untuk dapat menjalani hidup ini juga dari antara jadwal lainnya. :)


Be happy teman - teman.. :)
Kita menyadari hari ini, bahwa bukan kita sendiri yang mengalami penderitaan dalam setiap segi kehidupan kita. Orang lain pun juga. :)
Hanya saja tingka penderitaannya mungkin berbeda - beda.
:)

Tuhan memberkatimu teman - teman.
 

Kamis, 22 Agustus 2013

Persahabatan Cita dan Asa

Selamattt malammmmm.... ^^

*pagi..siang..sore.. buat waktu kapanpun posting ini dibaca*
haha


Hmm hmmm hmmm..
Menghela nafas..
Siapa yang paling suka menghela nafasssss?
Fakta membuktikannn
Kalo capek... Menghela nafas..
Kalo pusing... Menghela nafas..
Kalo bingung... Menghela nafas...
Kalo sedih... Menghela nafas...
hahahaha

Fakta versi Dea tapii.. XD
Kenapa fakta versi dea?
Karena pelakunya adalah saya sendiri.. haha
Tapii, beberapa teman juga ada yang seperti itu *pembelaan-diri*
haha

Tapii.. Tahukah kamu?
Menghela nafas itu dapat menurunkan semangat dan minat...
Positifnya, saat menghela nafas kita memberi oksigen masuk dalam tubuh..

Nahh.. yang digaris bawahi adalah yang negativenya.. Yaitu menurunkan semangat dan minat..:)
Mungkin bagi sebagian orang yang tegar dan pendiriannya kuat, menghela nafas adalah sebagai sampingan untuk menghilangkan tekanan yang dirasakan tubuh dan memberi waktu oksigen masuk lebih dalam. Tapi untuk beberapa orang yang sudah merasakan putus asa, marah, pusing, bingung, dan lain - lain akan menganggap menghela nafas adalah hal yang otomatis akan keluar tanpa direncanakan oleh tubuh. Tapi dampaknya bisa membuat semangat tambah turun.. Dampak yang selanjutnya? Menyerah..

 Warning!!!
Ketika si menghela nafas sering terjadi dalam keseharian anda, biasakan untuk memiliki tameng terlebih dahulu!
Mengapa?
Karena dengan kita punya tameng, kita tahu setelah bseristirahat sejenak (baca:menghela nafas) kita sudah punya kewajiban untuk bangkit lagi, coba lagi, dan lanjutkan..

Kita ambil saja contohnya untuk Cita dan Asa..
Cita itu seperti wajah tanpa make up.
Dan Asa itu seperti make up.
 Andai saya... hahaha

Sekarang mari bayangkan bersama - sama...
Kita adalah seorang pria/wanita yang suatu hari pada usia berapa pun akhirnya menyadari secara penuh inilah wajah kita, cita kita.. Masih murni.. Masih polos..
Kita ingin memolesnya untuk lebih cantik atau lebih ganteng dari yang seadanya. :)
Yang kita lakukan apa?
Kita membeli alat make up baik untuk pria atau wanita. Dan sleanjutnya kita akan melakukan proses make up..
Seperti kertas kosong yang akan diberi sebuah gambar untuk dapat dipandang dan dinikmati si pelihatnya..
Saat kita melakukan proses make up, banyak yang dapat terjadi..
Kita bisa membuat alis yang kanan dengan sempurna, tapi alis yang kiri belum tentu bisa sama dan sempurna..
Kita bisa memberi lipstik tanpa keluar dari garis bibir yang dibentuk, atau kita memberi lipstik pada bibir dan hasilnya terlalu tebal atau melenceng.
Atau kita memberi blush on untuk tampak lebih manis pada pipi sebagai tujuannya, tapi bisa saja membuat kita tampak seperti genit atau terlalu menor karena blush on yang terlalu tebal..
Saat melakukan proses make up kita berusaha sebaik baiknya untuk membuat wajah alami kita tampak lebih indah..
Tidak salah.
Karena dari itulah terciptanya kreatifitas..
Terciptanya keberanian berkarya..
Terciptanya suatu kesalahan untuk menjadi pelajaran..

Nahh..
Bayangan diatas ini sama pula dengan kita dan cita kita..
Cita kita butuh asa yang harus dirajut..
Dari memasukan benang wol pertama pada lubang jarum..
Lalu berusaha memulai dari awal untuk merajut tanpa ada kesalahan sedikitpun demi kelanjutan dalam merajut asa..
Ditengah - tengah merajut asa untuk menggapai cita muncullah helaan nafas karena ketidaksabaran mulai muncul, munculah penundaan karena bosan, dan banyak hal yang biasa disebut rintangan atau cobaan.
Langkah selanjutnya apa?
Buatlah cita kita bersahabat dengan asa..
Saat seseorang ditanya tentang cita - citanya apa, ia yang sangat menyukai citanya akan menjawab dan menceritakan dengan penuh semangat. Tapi tidak menyertakan rajutan asanya.. :)
Saya baru menyadari ketika sebenarnya cita itu perlu untuk tetap disandingkan dengan asa.
Mereka perlu untuk berhsabat.
Karena sama dengan NOL BESAR ketika kita menggebu - gebu dengan cita kita tapi kita tidak menggebu - gebu dengan asa yang ada. Mereka tidak akan pernah menyatu jika tidak kita satukan.
Terlebih lagi asa yang dirajut tidak sejalan atau tidak sesuai dengan cita apa yang akan kita wujudkan..
:)

Buatlah citamu dapat bersahabat dengan asamu..:)
Sehingga kedepan jalanmu untuk membuat citamu berhasil digapai akan menjadi jalan yang sukses untuk dibagikan dalam cerita atau lainnya. :)
Bagaimana caranya?
Semua orang punya caranya sendiri untuk membuat citanya, menyusun asanya, dan membuat keduanya bersahabat.. :)
Hanya mungkin sama untuk satu hal..
Yaitu jangan biarkan helaan nafas, cobaan, atau rintangan lainnya menjadi penghalang bahkan sebagai penghancur.. ;)

Semangatttt temannnn!!
Saya juga masih berjuang untuk mempertahankan asa dan cita.. ^^
Satu lagi, tidak ada waktu yang terlambat, usia yang terlalu tua untuk memulai memutuskan apa cita kita dan rajutan asa seperti apa yang akan dirajut.. ^^


God bless you.. 

Selasa, 20 Agustus 2013

Nasib BUKAN Penghambat

Malam teman temannn.. ^^
Ketemu lagiii.. Dan selalu dengan waktu malam hari (untuk kondisi saya)..
hahaha
Maklum..
Kembali menulis lagi setelah beberapa minggu dan harus menyempatkan waktu untuk menulis disela - sela kesibukan paruh waktu yang sebenarnya sangat menyibukkan walaupun dikatakan paruh waktu.. -_- Bicarain apa jadi ga nyambung juga nih kalau malam gini.. haha.. Kalimat barusan berasa ga bener deh susunan katanya.. Tapi lupakan.. Basa basi sajaaa.. haha.. :p


Well..
Saya mungkin belum bercerita lengkap apa sih pekerjaan paruh waktu saya.
Dalam posting sebelumnya pun saya mungkin mengatakan bahwa saya sulit menulis kembali sejak melakukan paruh waktu dan menunda - nunda untuk melakukan beberapa hal.
Saya mulai memberanikan diri saya dan menginjak gengsi saya yang sebelumnya selangit untuk bekerja disebuah cafe tea.. :)
Mengapa?
Alasan pertama, saya sedang melakukan yang namanya Take Action. :)
Take action, karena saya adalah seorang gadis biasa yang punya banyak impian luar biasa didalamnya.. :)
Nah salah satunya adalah saya ingin one day memiliki sebuah cafe yang punya style saya sendiri. Dan dari menjadi pekerja disalah satu cafe di kota Semarang ini saya ingin mengambil banyak ilmu, pengalamannya. Sebelumnya saya hanya berani mengucapkan saja impian saya tapi tidak berani bertindak. Dan pertengahan july lalu saya mengambil keputusan untuk melakukan keberanian yang bisa menjadi anak tangga pertama untuk menggapai salah satu impian saya tadi. :)

Tapiii..
Inti posting ini bukan cerita singkat diatas..
Yang ingin saya sampaikan justru mengenai teman saya yang juga bekerja di cafe tersebut.
hehe
Pertama saya kerja dan bertemu teman ini saya melihat bahwa kerjanya cepat, cepat tanggap, tidak pernah berhenti untuk melakukan apapun yang bisa dilakukan. Pokoknya dia adalah tipe pekerja keras.
Kami berbincang - bincang dan lama kelamaan jadi akrab.
Teman saya ini jauh lebih muda 3 tahun dibawah saya usianya.
:)
Tapi walaupun ia masih muda saya ternyata justru belajar banyak dari dia.
Salah satunya adalah apa yang akan saya katakan di posting ini.
Saya belajar seperti apa yang sudah saya tuliskan di judul posting ini, nasib BUKAN penghambat.
Saya belajar benar dan menjadi sangat melek mata tentang pelajaran ini.
Yang pertama saya ketahui dan kaget adalah usianya masih muda tapi pekerjaan yang bisa dikatakan tidak seberapa gajinya ini tetap dia lakoni untuk sesuatu hal.
Yang kedua, sebelum bekerja di tempat dimana saya juga bekerja teman saya ini bekerja di Kalimantan dan tinggal menumpang di rumah orang. Tapi tidak lama. Kembali ke Magelang tempat asalnya dan mulai kembali merantau di kota yang dekat dengan tempat lahirnya.
Kembali tujuannya tetap tidak tergeser walaupun apa yang dikumpulkannya sekarang ini tidak seberapa dibanding tempat sebelumnya yang jaraknya jauh sekali dari rumahnya.
Saat saya tanya, kenapa kamu tidak melanjutkan kuliah saja?
Jawabannya adalah, "Keluarga tidak mampu. Meskipun diusahakan, saya juga harus ikut serta membanting. Untuk itu saya punya otak dan saya punya akal budi yang gratis diberikan dari yang kuasa. Saya menyusun target dan beberapa rencana ditambah rajin menabung, mbak. Saya akan menggunakan semuanya itu untuk cita - cita saya. Walaupun pelan , tapi saya yakin saya bisa. Dimulai dari tempat ini.".

Wow.. haha..
Jawabannya hebat jika dibaca sekilas dan tidak tahu orangnya seperti apa, tapi jika sudah tau dan mengenal lebih dalam perkataannya tidak hanya sekedar perkataan. Teman ini benar - benar melakukannya. :)

Saya melihat sekali lagi, bahwa ada orang yang membuktikan bahwa nasib BUKAN penghambat.
Nasib bisa diubah.
Tapi nasib butuh pengubah untuk dapat diubah.
Nah itulah yang jadi kendala sampai hari ini jika orang - orang yang kesusahan menjawab, "Nasiblah ini.. Mau gimana lagi" Atau jawaban serupa lainnya.
Tidak sedikit yang mau memahami perjalanan hidupnya dan mengubah dengan cara dan tindakan yang bisa mereka jangkau.
Tidak sedikit yang hanya berpasrah saja tanpa mencoba. Ingat lho, berpasrah tanpa mencoba.. Peluang banyak, cara banyak, semangat bisa dihasilkan, kemampuan bisa diasah, kegagalan bisa dipelajari, tapi jika si pelaku perubahan tidak ada atau punya minat tapi tindakannya kosong maka sama saja.
:)
Ada yang mengatakan seperti ini, "Apa yang kita lakukan menentukan dua hal : menghambat atau mejembatani:"
Saya rasa kalimat diatas bisa menjadi penambah semangat jika mungkin ada diantara kita yang masih hanya bergantung pada nasib tapi tidak punya cara atau tidak tahu caranya. :)
Buatlah pilihan dan COBALAH.. :)

God blesss

Senin, 19 Agustus 2013

MENUNDA

Haiii haii temannnn..
Selamat malammm.. ^^

Berasa kaku kembali ke blog lagi..
Biasanya kasi pembukaan simple banget buat di blog tapi kali ini bingung mau gimana.. haha
Tapi mau gimana pun kakunya kembali nulis di blog harus tetap nulis..
Di otak saya ini sudah seperti benang yang ruwet, banyak yang mau ditulis dan dishare tapi karena kesibukan dan menunda terus jadi ketumpuk terus ruwet dehh.. Ga tau harus nulis darimana.
Tapi berhubung tema yang keluar kali ini tentang menunda, jadi PAS SEKALI kalau saya membagi hal - hal tentang menunda.. :)


Setelah masuk kuliah psikologi, pengetahuan tentang kata - kata ilmiah semakin bertambah juga. Nah kata menunda ini kalau dalam dunia psikologi disebut dengan prokrastinasi. Efek dari menunda banyak sekali, dan percaya atau tidak menunda dalam arti melakukan sesuatu akan jauh lebih banyak memberi efek yang negatif. :)  Lebih jauhnya lagi yang namanya menunda itu seperti VIRUS untuk selanjutnya.. Perlu buktinya? Saya punya. Karena . . . . saya sendiri yang mengalami.. :p


Pertama, dalam hal menulis.
Saya suka sekali menulis. Baik di blog, baik di buku rahasia saya, baik di majalah dinding kampus, dll.
Boleh dikatakan menulis itu seperti teman dari kecil.
Tapi, lama kelamaan dengan bertambah usia, dengan bertambah banyak tanggung jawab, dan hal - hal yang harus dikerjakan, saya juga akan mengalami yang namanya krisis waktu. Apa artinya krisis waktu? Artinya waktu yang awalnya banyak sekali kita miliki waktu anak - anak untuk melakukan apa yang kita sukai akan semakin berkurang dan bisa sampai pada tahap krisis ketika seseorang sampai pada tahap produktif. Semakin banyak tangung jawab, semakin banyak pekerjaan, semakin SEDIKIT waktu. :) Ini bukan mengada -ada lho, tapi kenyataan. Saya mengalaminya.

Ketika masih smp, sma, dan kuliah pada semester awal (1-4), saya benar - benar belajar bagaimana menerima berbagai tanggung jawab, tapi tidak dengan waktu. Saya merasa bahwa semakin lama waktu untuk meluangkan diri saya dalam hobi semakin berkurang. Kalau boleh jujur, dalam hati saya merasa tertekan. Karena apa? Saya merasa tidak bisa leluasa karena waktu, seperti terbatasi untuk mendalami cita - cita dan memperluas hobi.

Melalui hal pertama ini saja, saya rasa teman -teman juga akan mampu mengambil beberapa pesan negatif dari adanya menunda - nunda pekerjaan / hal lainnya.
TERBATASI WAKTU
TIDAK LELUASA
TERTEKAN
Itu tiga hal yang boleh saya tarik untuk dijadikan kesimpulan apa yang saya dapat dari menunda menulis, menunda memperluas hobi saya. :)
Itu baru kesimpulan lho, mau tahu hasilnya?
Yang pertama, sekarang saya merasa kalau menulis di blog akan mulai terasa susah. Terlebih untuk merangka. Merangkai kata mudah, tapi merangka untuk bagaimana menyampaikannya serasa buntu di otak saya. hmm.. So sad:( Saya ingin berteriak kepada waktu kalau waktu bisa diajak bicara, "Hey, kasih dea waktu lebih donkkk.. :(" haha.. Tapi sayang sekali, waktu itu guru yang berharga, jadipercuma kita berteriak dan memberontak, karena dia akan selalu mengejar dan mengajar kita banyak hal. Kalau kita berhenti? huuu... Mengerikann..
Yang kedua, saya melewatkan banyak sekali lomba menulis dalam tahun ini. Seharusnya ada lima lomba yang bisa saya ikuti tentang menulis tapi karena menunda - nunda saya melewatkannya.
Hmm..

Itu bukti pertama bagaimana menunda itu memberikan efek negatif yang terus menerus dan selalu bersambung. :) Terlebih lagi bagaimana dengan menunda banyak hal? MENGERIKAN.. :o


Tapi saya rasa untuk masa sekarang ini satu bukti saja tidak cukup..
Hal lainnya tentang menunda adalah . . .

Tentang tanggung jawab.
Posisi saya selain sebagai anak, pacar, teman, adalah sebagai mahasiswi.
Saya sebagai mahasiswi punya tanggung jawab untuk mempertahankan nilai sebagai syarat beberapa hal dalam kuliah. Itu sudah seperti hukum mutlak. :)
Nah disemester ini, saya seperti mendapat tamparan tentang menunda.
Menunda untuk merevisi nilai. Saya mendapat nilai yang bukan nilai saya. Apa hasilnya ketika saya menunda membenahi nilai saya? Sekarang saya harus berurusan panjang dengan dosen untuk mendapat ganti nilainya. Bukan masalah besar sih, tapiiii... Setidaknya ketika saya bisa cepat dalam merevisi nilai maka saya tidak perlu menikmati liburan ini untuk kembali ke kampus untuk membenahi nilai, atau bisa saja saya tidak perlu membuat diri saya kecewa karena menunda membenahi nilai.
Kasusnya simpel kan teman - teman? Tapi apa hasilnya? :)
Banyak ruginya juga kan?

Well, masih butuh bukti lagi kah tentang bagaimana menunda - nunda mengerjakan sesuatu adalah MENGERIKAN ???

:)

Mungkin satu lagi, yang terakhir tapi ini bukan dari saya. :)
Pengalaman yang dialami teman dari teman saya.
Baru saja almarhum meninggalkan dunia.
Hal yang menjadi salah satu penyebab, bukan sebagai penyesalan. Ingat,  bukan sebagai penyesalan tapi sebagai pelajaran yang bisa dikatakan sebagai salah satu penyebabnya. :)
Menunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Halnya sama, sepettinya simple. Karena simple itulah diremehkan, tapi kalau boleh saya mengatakan bahwa penundaan pemeriksaan ini mengakibatkan nyawa melayang. :)
Teman ini adalah orang yang suka sekali berolah raga. Orang awam akan langsung berasumsi bahwa rajin berolah raga pasti badannya sehat, namunn, bukan selalu seperti itu kenyataannya. Teman ini sudah merasakan ada yang ganjil dengan pernafasannya. Ia merasa perlu untuk memeriksa ke dokter, namun ia menunda. Sudah berkali - kali ditunda. Baik ditanya orang tua, disarankan teman tetap saja ada penundaan. Sampai suatu malam karena lelah olah raga esok harinya meninggal. Setelah di autopsi, hasilnya dari dokter adalah ada masalah di jantung dan paru - paru sekalipun rajin berolah raga, dan sepertinya terlambat diperiksakan sehingga dampak atau akibatnya pun tidak diketahui.

Well, adakah sisi positif yang dilahirkan oleh penundaaan ada?
Tidak ada.
:)

Penundaan seperti narkoba yang masuk di zona nyaman kita.
Sekali kita memakai narkoba, kita akan ketagihan untuk menikmati kembali karena rasa nyaman yang didapatkan akan semakin nyaman.
Begitu pula penundaan, semakin kita menunda hal - hal yang seharusnya mampu kita kerjakan saat itu, dan kita mendapat rasa nyamannya kita akan melakukan terus menerus demi memuaskan rasa nyaman kita.
Tapi perlu diketahui, narkoba punya efek sampingnya, dan itu buruk. Penundaan? Juga punya efek samppingnya, dan itu SAMA BURUKNYA. :)

Ubahlah dari awal selagi kita bisa mengubah ke arah yang baik.
Tidak akan ada perubahan tanpa tingkah yang segera dilakukan.. :)

Ini berlaku untuk semua jenis penundaan teman - teman, tanpa pengecualian.. :)

Bukan saya mengajari untuk terburu - buru dalam segala hal. Tapi seperti kata pepatah,
Lebih baik mencegah daripada mengobati. :) hehe

God bless youu.. ^^  


Selasa, 23 Juli 2013

Semua Punya Ceritanya ^^

Helooooo temannn,,, :)
Apa kabar hari ini?
Berjalan lancarkah semua aktivitas hari ini?
:)
Hope the best buat kalian yaa... ;)

Posting dengan judul "Semua punya cerita" ini sebenarnya sudah ingin saya tampilkan sebelum liburan semester ini. Karena cerita, pelajaran, yang nanti saya tulis di psoting saya dapat sebelum saya ujian kemarin. ^^
Tapi karena yang namanya menulis itu butuh "mood" jadi apa boleh buat. Akhir - akhir ini saya tidak punya "good mood" buat nulis di blog.. haha..
Bukan karena kecapekan atau tidak ada waktu yang akan saya jadikan alasan. Tapi ga tau kenapa memang mood menulisnya hilang. Jujur lebih baik kan daripada harus menulis dengan kebohongan? haha

Hmm..
Saya memberikan judul posting ini semua punya cerita , karena ini berhubungan dengan hidup dimana setiap orang memang mempunyai sejarah dirinya sendiri. Baik dari masa lalu yang buruk atau indah. :)

Saya memiliki teman satu kelas dikampus..
Tapi seperti biasa saya tidak bisa menyebutkan namanya. ^^
Kalau diandaikan teman - teman berada pada posisi saya berikut ini penilaian teman - teman terhadap teman saya :
1. Anak tunggal yang mandiri.
2. Anak perempuan yang selalu kental dengan sifat manja.
3. Tidak pernah mengalami kesusahan.

Tiga pandangan itu akan ada pada penilaian teman - teman pertama kali jika mengenal teman saya.
Saya bisa jamin itu karena kami semua pun pada saat mengenalnya memang berpikiran satu seperti tiga point yang saya sebut diatas. :)

Tapi..
Pada waktu kami mengerjakan tugas salah satu mata kuliah, dimana tugas ini adalah tugas yang paling penting karena sebagian besar nilai final exam akan diambil dari tugas ini.

Nah.. di dalam tugas tadi itu kami mahasiswa mata kuliah tersebut harus menjadi seorang trainer yang akan memberi teori dimana kami pernah mengalaminya.

Salah satunya teman saya tadi..

Tanpa disangka sedikitpun
Tanpa pernah dibayankan dan diketahui sedikitpun..
Kami yang berkelompok dengannya akhirnya mengetahui sejarah hidupnya yang membuat semua orang pasti akan berubah pikiran dari tiga point diatas. :)

Cerita singkatnya seperti ini..
Teman yang disangka hidupnya berjalan mulus. Teman yang disangka keuangannya selalu lancar. Teman yang disangka hidupnya serba terfasilitasi. Teman yang hidupnya tanpa ada hambatan. Teman yang setiap kali mau berlibur akan selalu terpenuhi kemana saja, bahkan sampai ke eropa. Ternyata seorang teman yang dulunya mengalami kesulitan sangat besar dan terpuruk sekali. Narkoba menjadi tempat pelarian masalah. Merusak tubuhnya hanya untuk mendapat perhatian dari kedua orang tuanya. Pada kenyataannya dari kecil semua fasilitas kehidupannya terpenuhi. Tapi dia tidak mendapat perhatian penuh. Hati kecilnya sangat menrindukan kasih sayang kedua orang tuanya. Tapi sayang sekali, pilihannya waktu dulu adalah salah. Yaitu menggunakan narkoba.

Mungkin akan ada yang mengatakan bahwa dia bukan wanita yang benar.
Tapi saya ingin memberitahu.
Bahwa teman saya itu adalah wanita yang baik dan pemberani.
Kenapa?
Karena dia berani merubah kehidupannya yang terpuruk dan salah ke jalan yang benar
Dan yang lebih berani lagi.. Dia mampu dan mau mengakui apa yang dulu dilakukan dan justru mengajak orang lain yang menggunakan narkoba untuk mampu berubah seperti dirinya.
Saya berani 100% mengatakan bahwa teman saya berubah dari keterpurukannya dan keburukan masa lalunya karena sekarang ini dia menjalani bisnis yang saya lihat sendiri bahwa seluruhnya adalah modal dari usaha kerasnya sendiri.

Hebat kan?
Tapi tetap bukan masalah hebat atau kuat atau beraninya pilihan dan jalan teman saya. :)

Hmm..
Seperti yang saya tulis.
Semua orang punya cerita.
Jadi apapun yang kita alami saat ini yang masih terpengaruh dengan masa lalu, LEPASKAN MASA LALU kamu teman - teman.. :)
Kamu punya cerita masa lalu yang buruk. Saya juga.
Tidak ada satu orang pun yang tidak pernah memiliki masa yang buruk dalam versi masing - masing.. :)
Tapi dibalik cerita kita masing - masing, kita harus punya solusinya jika masa lalu itu mempengaruhi kita kedepan. Menjadi penghambat buat kita. Atau bahkan merusak diri kita.

:)

Seperti satu lagu yang hanya beberapa liriknya saya suka sekali.. ^^
"if you're lost and alone, or you're sinking like a stone, Carry on. May your past be the sound, of your feet upon the ground, Carry on"

:)

Be blessing.. ^^