Heloooo everybodyy..
Selamat siang menjelang sore..
:)
Its nice bisa posting lagi..
Di dalam benak saya ada ketidaktenangan ketika saya harus memendam apa yang saya dapatkan tadi malam. Ini salah satu dari beberapa pelajaran yang saya dapatkan yang rindu sekali untuk saya share kan dalam posting ini.. :)
Tadi malam, seperti biasa saya melakukan kewajiban saya sebagai seorang pekerja paruh waktu disalah satu cafe dalam kota ini (Semarang).
Menuju last order yang artinya adalah jam - jam tutupnya cafe, saya dan beberapa teman saya secara tidak langsung saling bercerita tentang masalah masing - masing.
Sebenarnya hal ini tidak ingin saya katakan sebuah kebetulan semata, karena menurut saya kita bertiga dapat saling bercerita satu sama lain pasti sudah ada waktunya dan pasti memang tadi malam saatnya menumpahkan segala yang ada di batin kami dimana itu membuat kami tidak tenang.
Percakapan ini pula yang memberi saya suatu pelajaran banyak sekali.. Bahkan satu cerita saja tidak cukup memberi satu pelajaran. hmmm.. Saya bahkan meneteskan air mata karena ketika mendengarkan cerita kedua teman saya mata dan telinga saja tidak cukup untuk digunakan demi memahami, tapi hati saya juga otomatis mengikuti alurnya cerita dan terenyuh karena tersentuh dan tersentak sadar akan beberapa hal dari cerita tersebut. :)
Dimulai dari cerita pertama..
Seorang yang bercerita tentang kisah ini adalah seorang wanita berumur kurang lebih 25 tahun. Panggil saja mbak N. Mbak N adalah supervisor saya dalam pekerjaan ini. Beliau sebelumnya sudah bekerja diberbagai cafe dan akhirnya kembali pulang ke Semarang. Sepanjang perjalan pekerjaannya beliau juga mendapat banyak pelajaran dan pengalaman yang dijumpainya. Nah, salah satu kisahnya adalah sebagai berikut ini......
Mbak N bekerja disebuah restoran yang cabangnya banyak sekali. Sejak menginjak bulan kedua atau bulan ketiga mbak N mengenal salah satu customernya. Dia adalah seorang ibu. Mbak N adalah satu - satunya orang yang mengajak bicara ibu tersebut, teman kerjanya TIDAK ADA SATUPUN yang ikut mengajak bicara bahkan hanya sekedar menyapanya. Alasannya? Yang pertama penampilan ibu itu kumuh dan pakaian yang dipakai hanya itu - itu saja. Yang kedua, ibu itu sempat beberapa kali membawa makanan dari luar dan datang jam 11 malam hanya untuk membeli nasi saja sedangkan lauk yang dibawanya minta tolong dihangatkan oleh Mbak N. Yang ketiga, ibu itu menjadi pusat perhatian customer lainnya dan membuat suasana makan kurang menyenangkan dengan penampilan dan bau badannya. Hmm..
Tapi... Tahukah teman - teman? Dan menyangkakah teman - teman bahwa ibu itu adalah seorang kaya, dapat membiayai keempat anaknya sampai keluar negeri, dan tinggal di apartment?
Saya bahkan mbak N sekalipun tidak percaya juga. Tapi berhubung mbak N sudah diajak menginap di apartment jadi tidak mungkin pernyataan ini adalah sebuah kebohongan. :)
Yang menjadi pertanyaan yang perlu digaris bawahi adalah :
" Kenapa harta yang banyak sekalipun dapat membuat seseorang mampu untuk melepaskannya dan hidup sesederahana mungkin?"
:)
Jawabannya adalah . . .
Ibu itu memiliki seorang suami yang selingkuh darinya..
Ibu itu punya perusahaan yang besar sekali tapi jatuh karena tidak ada yang mengurus setelah suaminya meninggal.
Suaminya selingkuh dengan pembantunya sendiri.
Pembantunya dan seluruh keluarganya sudah diijinkan tinggal dalam rumahnya yang besar dan luas tapi juga menginginkan hartanya. :)
Keempat anaknya, dua diantaranya mengalami gangguan dengan mentalnya.
Nah... Itulah yang menjadi dasar - dasar mengapa ibu itu mau dan mampu melepas semua hartanya. Itu dasar yang paling dasar dan beberapa alasan yang mendukung kenapa ibu itu melakukan semuanya sampai saat ini.
Hmm.. Sungguh ironis sekali apa yang terjadi dengan ibu itu.
Dan lebih ironisnya lagi adalah ibu itu sampai saat ini tidak mau memaafkan suaminya walaupun sudah meninggal. Dan masih menyimpan kepahitan itu. Ketika siapapun yang tau kisah ini dan menyinggung tentang suaminya itu, ibu itu akan emosi sekali.
Teman - teman bisa lihat kan?
Hidupnya sangat sederhana sekali. Bahkan sebenarnya ibu itu menjadi seorang yang sangat sangat hemat karena takut kehilangan hartanya. Bisa dijadikan kesimpulan sementara saja bahwa kesederhanaannya itu adalah tindakan untuk was - was akan harta yang habis. Bukan karena sederhana untuk hidup yang lebih baik.
Hmmm..
Well, sekalipun kita memiliki hidup mewah, hidup sederhana, hidup kekurangan, atau lainnya, kalau kita tidak mampu untuk merasakan kebahagiaan maka semuanya percuma saja. Tidak perlu munafik bahwa bahagia itu tidak ada tidak masalah. Itu adalah omong kosong. :)
Percaya atau tidak kebahagiaan itu sebenarnya dasar pada setiap manusia untuk dapat menjalani hidup ini juga dari antara jadwal lainnya. :)
Be happy teman - teman.. :)
Kita menyadari hari ini, bahwa bukan kita sendiri yang mengalami penderitaan dalam setiap segi kehidupan kita. Orang lain pun juga. :)
Hanya saja tingka penderitaannya mungkin berbeda - beda.
:)
Tuhan memberkatimu teman - teman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar