Senin, 19 Agustus 2013

MENUNDA

Haiii haii temannnn..
Selamat malammm.. ^^

Berasa kaku kembali ke blog lagi..
Biasanya kasi pembukaan simple banget buat di blog tapi kali ini bingung mau gimana.. haha
Tapi mau gimana pun kakunya kembali nulis di blog harus tetap nulis..
Di otak saya ini sudah seperti benang yang ruwet, banyak yang mau ditulis dan dishare tapi karena kesibukan dan menunda terus jadi ketumpuk terus ruwet dehh.. Ga tau harus nulis darimana.
Tapi berhubung tema yang keluar kali ini tentang menunda, jadi PAS SEKALI kalau saya membagi hal - hal tentang menunda.. :)


Setelah masuk kuliah psikologi, pengetahuan tentang kata - kata ilmiah semakin bertambah juga. Nah kata menunda ini kalau dalam dunia psikologi disebut dengan prokrastinasi. Efek dari menunda banyak sekali, dan percaya atau tidak menunda dalam arti melakukan sesuatu akan jauh lebih banyak memberi efek yang negatif. :)  Lebih jauhnya lagi yang namanya menunda itu seperti VIRUS untuk selanjutnya.. Perlu buktinya? Saya punya. Karena . . . . saya sendiri yang mengalami.. :p


Pertama, dalam hal menulis.
Saya suka sekali menulis. Baik di blog, baik di buku rahasia saya, baik di majalah dinding kampus, dll.
Boleh dikatakan menulis itu seperti teman dari kecil.
Tapi, lama kelamaan dengan bertambah usia, dengan bertambah banyak tanggung jawab, dan hal - hal yang harus dikerjakan, saya juga akan mengalami yang namanya krisis waktu. Apa artinya krisis waktu? Artinya waktu yang awalnya banyak sekali kita miliki waktu anak - anak untuk melakukan apa yang kita sukai akan semakin berkurang dan bisa sampai pada tahap krisis ketika seseorang sampai pada tahap produktif. Semakin banyak tangung jawab, semakin banyak pekerjaan, semakin SEDIKIT waktu. :) Ini bukan mengada -ada lho, tapi kenyataan. Saya mengalaminya.

Ketika masih smp, sma, dan kuliah pada semester awal (1-4), saya benar - benar belajar bagaimana menerima berbagai tanggung jawab, tapi tidak dengan waktu. Saya merasa bahwa semakin lama waktu untuk meluangkan diri saya dalam hobi semakin berkurang. Kalau boleh jujur, dalam hati saya merasa tertekan. Karena apa? Saya merasa tidak bisa leluasa karena waktu, seperti terbatasi untuk mendalami cita - cita dan memperluas hobi.

Melalui hal pertama ini saja, saya rasa teman -teman juga akan mampu mengambil beberapa pesan negatif dari adanya menunda - nunda pekerjaan / hal lainnya.
TERBATASI WAKTU
TIDAK LELUASA
TERTEKAN
Itu tiga hal yang boleh saya tarik untuk dijadikan kesimpulan apa yang saya dapat dari menunda menulis, menunda memperluas hobi saya. :)
Itu baru kesimpulan lho, mau tahu hasilnya?
Yang pertama, sekarang saya merasa kalau menulis di blog akan mulai terasa susah. Terlebih untuk merangka. Merangkai kata mudah, tapi merangka untuk bagaimana menyampaikannya serasa buntu di otak saya. hmm.. So sad:( Saya ingin berteriak kepada waktu kalau waktu bisa diajak bicara, "Hey, kasih dea waktu lebih donkkk.. :(" haha.. Tapi sayang sekali, waktu itu guru yang berharga, jadipercuma kita berteriak dan memberontak, karena dia akan selalu mengejar dan mengajar kita banyak hal. Kalau kita berhenti? huuu... Mengerikann..
Yang kedua, saya melewatkan banyak sekali lomba menulis dalam tahun ini. Seharusnya ada lima lomba yang bisa saya ikuti tentang menulis tapi karena menunda - nunda saya melewatkannya.
Hmm..

Itu bukti pertama bagaimana menunda itu memberikan efek negatif yang terus menerus dan selalu bersambung. :) Terlebih lagi bagaimana dengan menunda banyak hal? MENGERIKAN.. :o


Tapi saya rasa untuk masa sekarang ini satu bukti saja tidak cukup..
Hal lainnya tentang menunda adalah . . .

Tentang tanggung jawab.
Posisi saya selain sebagai anak, pacar, teman, adalah sebagai mahasiswi.
Saya sebagai mahasiswi punya tanggung jawab untuk mempertahankan nilai sebagai syarat beberapa hal dalam kuliah. Itu sudah seperti hukum mutlak. :)
Nah disemester ini, saya seperti mendapat tamparan tentang menunda.
Menunda untuk merevisi nilai. Saya mendapat nilai yang bukan nilai saya. Apa hasilnya ketika saya menunda membenahi nilai saya? Sekarang saya harus berurusan panjang dengan dosen untuk mendapat ganti nilainya. Bukan masalah besar sih, tapiiii... Setidaknya ketika saya bisa cepat dalam merevisi nilai maka saya tidak perlu menikmati liburan ini untuk kembali ke kampus untuk membenahi nilai, atau bisa saja saya tidak perlu membuat diri saya kecewa karena menunda membenahi nilai.
Kasusnya simpel kan teman - teman? Tapi apa hasilnya? :)
Banyak ruginya juga kan?

Well, masih butuh bukti lagi kah tentang bagaimana menunda - nunda mengerjakan sesuatu adalah MENGERIKAN ???

:)

Mungkin satu lagi, yang terakhir tapi ini bukan dari saya. :)
Pengalaman yang dialami teman dari teman saya.
Baru saja almarhum meninggalkan dunia.
Hal yang menjadi salah satu penyebab, bukan sebagai penyesalan. Ingat,  bukan sebagai penyesalan tapi sebagai pelajaran yang bisa dikatakan sebagai salah satu penyebabnya. :)
Menunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Halnya sama, sepettinya simple. Karena simple itulah diremehkan, tapi kalau boleh saya mengatakan bahwa penundaan pemeriksaan ini mengakibatkan nyawa melayang. :)
Teman ini adalah orang yang suka sekali berolah raga. Orang awam akan langsung berasumsi bahwa rajin berolah raga pasti badannya sehat, namunn, bukan selalu seperti itu kenyataannya. Teman ini sudah merasakan ada yang ganjil dengan pernafasannya. Ia merasa perlu untuk memeriksa ke dokter, namun ia menunda. Sudah berkali - kali ditunda. Baik ditanya orang tua, disarankan teman tetap saja ada penundaan. Sampai suatu malam karena lelah olah raga esok harinya meninggal. Setelah di autopsi, hasilnya dari dokter adalah ada masalah di jantung dan paru - paru sekalipun rajin berolah raga, dan sepertinya terlambat diperiksakan sehingga dampak atau akibatnya pun tidak diketahui.

Well, adakah sisi positif yang dilahirkan oleh penundaaan ada?
Tidak ada.
:)

Penundaan seperti narkoba yang masuk di zona nyaman kita.
Sekali kita memakai narkoba, kita akan ketagihan untuk menikmati kembali karena rasa nyaman yang didapatkan akan semakin nyaman.
Begitu pula penundaan, semakin kita menunda hal - hal yang seharusnya mampu kita kerjakan saat itu, dan kita mendapat rasa nyamannya kita akan melakukan terus menerus demi memuaskan rasa nyaman kita.
Tapi perlu diketahui, narkoba punya efek sampingnya, dan itu buruk. Penundaan? Juga punya efek samppingnya, dan itu SAMA BURUKNYA. :)

Ubahlah dari awal selagi kita bisa mengubah ke arah yang baik.
Tidak akan ada perubahan tanpa tingkah yang segera dilakukan.. :)

Ini berlaku untuk semua jenis penundaan teman - teman, tanpa pengecualian.. :)

Bukan saya mengajari untuk terburu - buru dalam segala hal. Tapi seperti kata pepatah,
Lebih baik mencegah daripada mengobati. :) hehe

God bless youu.. ^^  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar