Selasa, 20 Agustus 2013

Nasib BUKAN Penghambat

Malam teman temannn.. ^^
Ketemu lagiii.. Dan selalu dengan waktu malam hari (untuk kondisi saya)..
hahaha
Maklum..
Kembali menulis lagi setelah beberapa minggu dan harus menyempatkan waktu untuk menulis disela - sela kesibukan paruh waktu yang sebenarnya sangat menyibukkan walaupun dikatakan paruh waktu.. -_- Bicarain apa jadi ga nyambung juga nih kalau malam gini.. haha.. Kalimat barusan berasa ga bener deh susunan katanya.. Tapi lupakan.. Basa basi sajaaa.. haha.. :p


Well..
Saya mungkin belum bercerita lengkap apa sih pekerjaan paruh waktu saya.
Dalam posting sebelumnya pun saya mungkin mengatakan bahwa saya sulit menulis kembali sejak melakukan paruh waktu dan menunda - nunda untuk melakukan beberapa hal.
Saya mulai memberanikan diri saya dan menginjak gengsi saya yang sebelumnya selangit untuk bekerja disebuah cafe tea.. :)
Mengapa?
Alasan pertama, saya sedang melakukan yang namanya Take Action. :)
Take action, karena saya adalah seorang gadis biasa yang punya banyak impian luar biasa didalamnya.. :)
Nah salah satunya adalah saya ingin one day memiliki sebuah cafe yang punya style saya sendiri. Dan dari menjadi pekerja disalah satu cafe di kota Semarang ini saya ingin mengambil banyak ilmu, pengalamannya. Sebelumnya saya hanya berani mengucapkan saja impian saya tapi tidak berani bertindak. Dan pertengahan july lalu saya mengambil keputusan untuk melakukan keberanian yang bisa menjadi anak tangga pertama untuk menggapai salah satu impian saya tadi. :)

Tapiii..
Inti posting ini bukan cerita singkat diatas..
Yang ingin saya sampaikan justru mengenai teman saya yang juga bekerja di cafe tersebut.
hehe
Pertama saya kerja dan bertemu teman ini saya melihat bahwa kerjanya cepat, cepat tanggap, tidak pernah berhenti untuk melakukan apapun yang bisa dilakukan. Pokoknya dia adalah tipe pekerja keras.
Kami berbincang - bincang dan lama kelamaan jadi akrab.
Teman saya ini jauh lebih muda 3 tahun dibawah saya usianya.
:)
Tapi walaupun ia masih muda saya ternyata justru belajar banyak dari dia.
Salah satunya adalah apa yang akan saya katakan di posting ini.
Saya belajar seperti apa yang sudah saya tuliskan di judul posting ini, nasib BUKAN penghambat.
Saya belajar benar dan menjadi sangat melek mata tentang pelajaran ini.
Yang pertama saya ketahui dan kaget adalah usianya masih muda tapi pekerjaan yang bisa dikatakan tidak seberapa gajinya ini tetap dia lakoni untuk sesuatu hal.
Yang kedua, sebelum bekerja di tempat dimana saya juga bekerja teman saya ini bekerja di Kalimantan dan tinggal menumpang di rumah orang. Tapi tidak lama. Kembali ke Magelang tempat asalnya dan mulai kembali merantau di kota yang dekat dengan tempat lahirnya.
Kembali tujuannya tetap tidak tergeser walaupun apa yang dikumpulkannya sekarang ini tidak seberapa dibanding tempat sebelumnya yang jaraknya jauh sekali dari rumahnya.
Saat saya tanya, kenapa kamu tidak melanjutkan kuliah saja?
Jawabannya adalah, "Keluarga tidak mampu. Meskipun diusahakan, saya juga harus ikut serta membanting. Untuk itu saya punya otak dan saya punya akal budi yang gratis diberikan dari yang kuasa. Saya menyusun target dan beberapa rencana ditambah rajin menabung, mbak. Saya akan menggunakan semuanya itu untuk cita - cita saya. Walaupun pelan , tapi saya yakin saya bisa. Dimulai dari tempat ini.".

Wow.. haha..
Jawabannya hebat jika dibaca sekilas dan tidak tahu orangnya seperti apa, tapi jika sudah tau dan mengenal lebih dalam perkataannya tidak hanya sekedar perkataan. Teman ini benar - benar melakukannya. :)

Saya melihat sekali lagi, bahwa ada orang yang membuktikan bahwa nasib BUKAN penghambat.
Nasib bisa diubah.
Tapi nasib butuh pengubah untuk dapat diubah.
Nah itulah yang jadi kendala sampai hari ini jika orang - orang yang kesusahan menjawab, "Nasiblah ini.. Mau gimana lagi" Atau jawaban serupa lainnya.
Tidak sedikit yang mau memahami perjalanan hidupnya dan mengubah dengan cara dan tindakan yang bisa mereka jangkau.
Tidak sedikit yang hanya berpasrah saja tanpa mencoba. Ingat lho, berpasrah tanpa mencoba.. Peluang banyak, cara banyak, semangat bisa dihasilkan, kemampuan bisa diasah, kegagalan bisa dipelajari, tapi jika si pelaku perubahan tidak ada atau punya minat tapi tindakannya kosong maka sama saja.
:)
Ada yang mengatakan seperti ini, "Apa yang kita lakukan menentukan dua hal : menghambat atau mejembatani:"
Saya rasa kalimat diatas bisa menjadi penambah semangat jika mungkin ada diantara kita yang masih hanya bergantung pada nasib tapi tidak punya cara atau tidak tahu caranya. :)
Buatlah pilihan dan COBALAH.. :)

God blesss

Tidak ada komentar:

Posting Komentar