Selasa, 24 September 2013

A Little bit of this A Little bit of that

Second posting..
Tapi sayang sekali..
Kehabisan ide buat menulis apa lagi.. hahaha

Well, saya mohon maklumnya.. hahaha..
Tapi berbagi tetap berbagi..
Bedanya hari ini, hanya sekedar cuplikan  - cuplikan saja.. hahaha


Let me.. 

"From eyes to cover look so bad but actually had a great plan inside" -Mr. Pius-

"Apapun itu kalau passion pasti dari hati dan tidak ada kesempatan atau peluang untuk membiarkan diri mengeluh" -NN-

"Mengenai mencoba ada dua pilihan yaitu gagal atau berhasil. Mengenai tidak mencoba pasti ada satu pilihan yaitu gagal. Jika mencoba walau dirasa tidak mungkin, tapi masih ada 0,000000000 (tidak terhingga) tapi akhirnya pasti 1" :) -Ko Eddo-

"Indonesia itu kaya. Coba bayangkan dari yang simple yaitu baju adatnya. Dari Aceh ke Timor pakaian adatnya bisa jadi habis. Bukankah itu kaya? hahaha" -forget-

"Kita tidak bisa selalu membahagiakan orang lain. Terkadang harus mengambil sebuah keputusan walaupun itu membuat orang lain kecewa." -Ibu Krsitiana-

"Keinginanmu untuk menjadi prediktor haruslah dimulai dari meihat ke masa lalu juga, bukan hanya masa depan." -Pak Ferdy-

"Kamu adikku atau anakku? Adikku. Kamu adikku atau musuhku? Adikku. Kamu adikku atau tetanggaku? Adikku. Kamu adikku atau musuhku? Adikku." -Someone-


Tamparan

Hello teman - teman yang cantik yang ganteng..
Selamat hari selasa!!! ^^ Hope all of you have e great tuesday yaaa.. hehe

By the way, Pagi ini sedikit curcol yaa..
Dengan badan yang sedikit capai di pagi gini akibat kerja shift pagi, saya cukup bangga dan bahagia atas diri saya, karena bisa dengan tegas meluangkan waktu untuk menulis di blog.. Well, walaupun saya harus menulis di notes dulu karena menggunakan laptop tempat kerja rupanya tidak ikhlas (karena mungkin saya hanya ijin pada supervisor, bukan owner.. oups.. hahahaha). Pokoknya sangat sangat bahagia, tidak kuliah, ada waktu luang, bisa fleksibel nulis di blog.. huahhh... Its a wonderfull dayyyy, i thaugt.. hahahaha..

Eits, mungkin satu lagi, akhirnya saya bisa belajar membuka kaleng dengan alat pembuka kaleng.. hahahah.. Kemampuan kecil seperti ini cukup membuat saya senang, setidaknya setelah hari ini, di usia 20 tahun, saya sudah bisa buka makanan kaleng dengan alat pembukanya, bukan susah - susah dengan pisau.. hahahahaha.. Ditambah tidak akan diremehkan oleh mama lagi.. haha..


Welllllll, cukup sudah sesi curcolnya yang ternyata astaganaga mencapai dua paragraf.. hahaha..

Mengapa posting kali ini saya kasih judul tamparan? Karena saya merasa tertampar tapi karena merasa tertampar itulah saya belajar, bukan marah, saya sadar, bukan keras kepala tak mau tahu.. :)

Hmmm..
Semalam ketika saya kerja, saya menjadi tempat curahan hati teman sekerja saya. Dari teman itulah saya mendapat tamparan luar biasa, sampai membuat bulu kuduk saya berdiri alias merinding terharu syalalala.. Ijinkan saya untuk tidak menyebut namanya dan menceritakan hanya sekilas saja untuk menghormati teman saya itu. :)

Ceritanya...
Teman saya adalah anak ketiga dari lima bersaudara. Keluarganya dulu sangat berkecukupan dan bahkan banyak orang menghormati keluarganya. Keharmonisan keluarganya pun sangatlah di damba beberapa orang.
Dalam keluarga, teman saya sangat sangat membanggaan ayahnya. Pekerjaan ayahnya. Kepandaian ayahnya. Lukisan ayahnya, pokoknya semua tentang ayahnya.
Namun karena kesalahan terbesar yang sudah dilakukan ayahnya, keluarga teman saya menjadi super berantakan. Makud dari super berantakan adalah tidak ada harmonis dalam keluarga, tidak ada kumpul keluarga, tidak ada kebahagiaan. :)
Rasa bangga teman saya? ITU MASIH ADA, tapi tidak bisa kembali seperti dulu yang bebas mengagumi sosok ayahnya.
Well, sekilas di antar dengan kisah keluarganya, teman saya akhirnya ke semarang untuk menuntut ilmu. Finally, mendapat kerja paruh waktu dan bertemu saya, sehingga saya tertampar oleh kisahnya yang lebih lanjut ini. :)
Selama teman saya bekerja, motivasinya hanya satu "BEKERJA UNTUK MENYENANGKAN ADIK - ADIKNYA". THATS ITS. AND I TRUST THAT REASON, teman - teman.. Karena memang terbukti, sebentar lagi teman saya membeli sebuah sepeda dan akan dijadikan hadiah ulang tahun adiknya.
Mengapa harus untuk adik -adiknya? Bagaimana dengan kakaknya, ibunya, atau ayahnya? :)
Alasannya simple dan bijak sekali bagi seorang kakak sepertinya.
Semenjak keluargaku tidak harmonis lagi, adik - adikku tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan seperti yang dulu aku rasakan. Jadi ini yang bisa aku lakukan sembari memberi kasih sayang juga. Itu alasan yang dijawabnya.
WOW.. My standing applause sudah pasti dikasih untuknya. :)

Selain hal pertama itu yang menjadi pelajaran buat saya, dan saya benar - benar merinding karena terharu dan bangga bisa kenal teman seperti dia. :) ada hal kedua yaitu teman saya adalah wanita yang beriman pada keyakinan yang dipilih dan wanita yang benar - benar mandiri akan segalanya.
Yang menjadi tamparan bagi saya adalah : teman saya sanggup tidak minta uang jajan dan mengusahakan bagaimanapun caranya mencukupkan diri sembari menabung dengan hanya dari uang gaji. Ditambah bisa membelikan adik - adiknya hadiah saat ulang tahun dan setiap mau pulang ke rumah.

Saya seperti ditampar diwajah, dan hati, plus pikiran.
Luar biasa.. :')
Saya rasa sejauh ini saya masih kalah sekali dengannya tentang kemandirian.
Saya merasa egois sekali, sudah kerja tapi tidak mau belajar mencukupkan diri, padahal tahu bagaimana susahnya mencari uang.
Tapi di sisi lain, saya sangat bersyukur, karena saya boleh memiliki teman sepertinya, dan bersyukur kemarin malam bisa mendapat ceritanya dan pagi ini bisa saya share dengan teman - teman. :)

Semoga ini juga jadi pelajaran buat teman - teman atau motivasi.. hehe..
Mungkin kisah dan jalannya tidak harus sama dengan teman saya, tapi intisarinya bisa kita pahami bersama :)

Tuhan memberkatiiiiiii...

Cerita dan Ilusi #4 : Berawal dari Pohon






Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api,
Tapi satu batang korek api juga dapat membakar jutaan pohon.
Jadi, satu pikiran negatif dapat membakar semua pikiran positif.

Korek api mempunyai kepala, tetapi tidak mempunyai otak, oleh karena itu setiap kali ada gesekan kecil, sang korek api langsung terbakar.
Kita mempunyai kepala, dan juga otak, jadi kita tidak perlu terbakar amarah hanya krn gesekan kecil.

Ketika burung hidup, ia makan semut.
Ketika burung mati, semut makan burung.
Waktu terus berputar sepanjang zaman.
Siklus kehidupan terus berlanjut.

Jangan merendahkan siapapun dlm hidup, bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapa diri kita.
Kita mungkin berkuasa tapi WAKTU lebih berkuasa daripada kita.
Waktu kita sedang jaya, kita merasa banyak teman di sekeliling kita.
Waktu kita sakit, kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi HARTA.
Ketika kita tua, kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan.
Dan, setelah di ambang ajal, kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia2.

Hidup tidaklah lama, sudah saatnya kita bersama - sama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA.
Saling menghargai, Saling membantu dan memberi, juga Saling mendukung.

Jadilah teman perjalanan hidup yg tanpa pamrih dan syarat.
Believe in "Cause and Effect" Apa yg ditabur, itulah yg akan kita tuai ... !!

God bless :)

Sabtu, 21 September 2013

True Heart

If the new each others true heart, I don't think they'd fight because of something.


Hey hey..
New posting teman - teman.. :)

Aslinya saya ingin menuliskan posting ini sudah sejak lama, tapi berhubung sedang masa menata hati jadi baru sekarang ini saya akan membagikannya.. :)
Saya ingin siang ini men-sharing-kan cerita singkat yang sebenarnya saya hubungkan dengan kalimat tebal diatas. hehehe

Well...
Kalau berbicara tentang true heart terkadang selalu dihubungkan dengan percintaan bukan guys? :)
Ada sebuah cerita singkat seperti ini..
Seseorang anggap saja berinisial Z..
Z selalu berpacaran dengan sistem putus terus..
Tidak ada hubungan yang langgeng..
Setelah mengalami lima kali pacaran dan putus, akhirnya si Z ini jenuh dan lelah dengan bagaimana ia menjalankan diri dalam suatu hubungan. Z mulai mencari apa yang salah pada dirinya, dan apakah ia sendiri bermain - main dalam hubungan.
Suatu hari, ketika Z bertemu dengan seseorang yang membuatnya tertarik dan merasa jatuh cinta, Z berikrar pada diri sendiri. Kali ini kalau inilah orang yang tepat aku akan benar - benar menjaga hati dan hubungan.
Welll...
Tanpa menyadari dahulu sebelumnya, Z hanya sebatas tertarik dan kagum pada seseorang yang terakhir tadi..
Kembalilah lagi sistem putus terjadi pada hubungan Z..
Z menyadari bahwa sebenarnya akhir dari hubungannya adalah ia tidak dapat mempertahankan jika hanya melihat sisi bagus dari seseorang yang membuatnya tertarik.

Itu inti ceritanya teman..
Sangat singkat sekali, karena saya tidak bisa menceritakan panjang lebar tentang bagaimana kisah lengkapnya.
Tapi yang ingin saya sampaikan adalah...
Ketika kita menerima seseorang dan menjalin hubungan mulai semuanya dengan menyadari bahwa apa yang akan kedepan diputuskan dan diinginkan adalah dari hati yang sesungguhnya.. :)
Bukan karena kamu kasihan..
Bukan karena kamu hanya suka tampak luarnya..
Bukan karena kamu hanya kagum, lalu menganggap semuanya adalah benar - benar cinta yang kamu rasakan. :)

Kuncinya simple kok..
Saya sebenarnya lupa dapat kata - kata tebal diatas itu darimana..
haha
Tapi begitu saya lihat kalimat itu saya ingat kisah si Z.. :)
Kuncinya adalah ketika apa yang kamu pilih dan kamu temui adalah "true heart"nya kamu dan pihak yang bersangkutan, sudah pasti TIDAK AKAN RETAK karena sebuah pertengkaran akan sesuatu. Bahkan bertengkar akan sesuatu yang sebenarnya dapat diselesaikan pun akan jarang sekali.. :)

:)

Hargailah orang yang kamu cintai, dan yang mencintai kamu..
Namun terlebih lagi hargai hatimu sendiri untuk dimasa sekarang saat kamu memutuskan sebuah keputusan ataupun untuk kehidupan kedepan yang akan kamu jalani. :)

Kita tak pernah Tahu. :)


Hello everyoneee… 
Its nice to see you again by face and tulisan saya pribadi.. (bukan dengan saya tentunya).
Selamat sore karena berhubung saya menulis pada sore hari..
Sekilas saja, ada sedikit yang ingin saya sharekan sebelum masuk pada apa yang akan saya bagi pada posting kali ini..

Hmm…
Hari ini, tepatnya sore ini.. Cita – cita saya mula tercapai perlahan sepertinya.. 
Mengapa?
Karena finally saya mencapai kenyamanan pada diri saya sendiri untuk menemukan tempat yang tepat menuangkan segala ide, pikiran, atau bahan untuk tulisan.
Finally saya bias punya café yang membuat saya jatuh cinta dengannya dan saya merasa nyaman untuk di café ini menulis dengan waktu sesuka hati saya.. hahahah
Itu bahagia versi saya. Saya membagikan untuk sekedar intermezzo karena saya ingin lebih mengajak kalian semua yang membaca ini untuk bahagia.. J Caranya dengan apa bagaimana atau harus apa? Itu semua ditangan kalian. J Bahagia tidak harus sesuai dengan versi saya tadi, tapi bahagiamu bisa jadi lebih menyenangkan dari apa yang saya dapatkan selama ini.. hehehe.. 

Well…
Judul posting hari ini adalah “Kita Tidak Pernah Tahu”
Hmm..
Sebenarnya banyak yang ingin saya tuang hari ini, karena sudah lebih dari seminggu banyak sekali yang tidak tertuang di blog ini. Bisa dibayangkan di otak saya ini seberapa ruwetnya.. haha
Begini ceritanya kenapa saya bisa memilih judul itu.. 
Pagi hari ini saya di bbm oleh salah satu sahabat saya. Dia mengajak saya untuk bertemu di kampus. Ada hal penting yang ingin dia sampaikan dan meminta saya untuk mengajarinya. 
Tentu, sebagai sahabat saya dengan rela hati (jujur) akan menjawab iya dan betapa senangnya hati ini bisa bertemu dengan sahabat. 
Kami membuat perjanjian untuk bertemu siang hari sekitar pukul setengah dua siang. 
Disaat kami bertemu ternyata baru terbukalah semua apa sih yang akan sahabat saya ceritakan.. Kembali lagi semua masalahnya pada hal cinta. Hahaha
Sepertinya masa muda ini adalah masa yang tidak akan lepas dari yang namanya percintaan. (Tapi ga sepenuhnya benar sih menurut saya.. ) Tapi iya ga sih menurut kalian? Haha..
Hmm..
Permasalahannya adalah tentang bagaimana sahabat saya bertemu dengan seorang pria yang membuat dia jatuh hati tapi juga masih memikirkan banyak hal apakah pria itu pantas untuk diterima..
Saya kira hari ini adalah hari dimana saya akan panjang lebar menasehati sahabat saya. Karena, sejauh ini beberapa sahabat – sahabat saya jika bercerita tentang kisah mereka, jauh lebih meminta saran saya, bukan bertukar pikiran. Saya tidak bermaksud terlalu percaya diri tentang hal itu, tapi itulah yang saya rasakan. 
Tapiiiiiiiiiii…
Ternyata oh ternyata..
Dengan menggunakan kalimat yang memancing lawan bicara kita, “Hmmm.. Apa ya yang salah dari seseorang ketika dia selalu putus saat pacaran?”
Saya mendapatkan jawaban yang menakjubkan bin ajaib dari kalimat pertanyaan yang nan menjebak itu.. hahaha..
Saya melihat perubahan pada sahabat saya.
Dia dulunya adalah orang yang kurang percaya diri, selalu paranoid, dan tidak mudah menyelesaikan masalahnya sendiri. Hahaha.. (Maaf ya sobat kalo baca, bukan bermaksud menjelekkan, hanya feedback.. *oupss*) haha..
Tapiii.. kalimat pertanyaan yang memancing itu membuatnya menjawab dengan bijaksana serta bijaksini.. haha.
Hmm..
Dia menjawab, “Tidak ada yang salah. Tapi kita hanya belum bertemu dengan orang yang tepat sehingga kita sering dilepas atau melepas orang yang sudah kita terima sejauh hubungan pacaran.”
WOWWW.. Jawaban itu jujur tidak pernah ada dipikiran saya lho sebelumnya.. haha..
Mungkin pernah ada, tapi anggap saja tidak pernah ada atau saya lupa.. 
Kesimpulannya.. 
Kita tidak akan pernah tau kapan orang sudah berhasil dari tahap atau masa prosesnya menuju pada masa yang baik atau indah untuk orang tersebut, sampai kita melihat hasilnya.
Dan hari ini..
Saya, Adrea, sebagai seorang sahabat mentahbiskan, bahwasannya sahabat saya berhasil melalui tahap atau masa galaunya, melownya, atau serba emosionalnya ia dulu.
Hehehe.
Keren ya? (anggap saja keren.. Maksa mode ON)
Hahaha..
Menulis kesimpulan ini sedikit terharu, tapi lebih banyak bangganya.. haha.
Tuhan memberkaitmu teman.. Semoga proses kalian tentang apapun itu, bisa berhasil dengan indah. J 

Selasa, 27 Agustus 2013

Tidak Hanya Kita yang Menderita :)

Heloooo everybodyy..
Selamat siang menjelang sore..
:)

Its nice bisa posting lagi..
Di dalam benak saya ada ketidaktenangan ketika saya harus memendam apa yang saya dapatkan tadi malam. Ini salah satu dari beberapa pelajaran yang saya dapatkan yang rindu sekali untuk saya share kan dalam posting ini.. :)

Tadi malam, seperti biasa saya melakukan kewajiban saya sebagai seorang pekerja paruh waktu disalah satu cafe dalam kota ini (Semarang).
Menuju last order yang artinya adalah jam - jam tutupnya cafe, saya dan beberapa teman saya secara tidak langsung saling bercerita tentang masalah masing - masing.
Sebenarnya hal ini tidak ingin saya katakan sebuah kebetulan semata, karena menurut saya kita bertiga dapat saling bercerita satu sama lain pasti sudah ada waktunya dan pasti memang tadi malam saatnya menumpahkan segala yang ada di batin kami dimana itu membuat kami tidak tenang.

Percakapan ini pula yang memberi saya suatu pelajaran banyak sekali.. Bahkan satu cerita saja tidak cukup memberi satu pelajaran. hmmm.. Saya bahkan meneteskan air mata karena ketika mendengarkan cerita kedua teman saya mata dan telinga saja tidak cukup untuk digunakan demi memahami, tapi hati saya juga otomatis mengikuti alurnya cerita dan terenyuh karena tersentuh dan tersentak sadar akan beberapa hal dari cerita tersebut. :)

Dimulai dari cerita pertama..
Seorang yang bercerita tentang kisah ini adalah seorang wanita berumur kurang lebih 25 tahun. Panggil saja mbak N. Mbak N  adalah supervisor saya dalam pekerjaan ini. Beliau sebelumnya sudah bekerja diberbagai cafe dan akhirnya kembali pulang ke Semarang. Sepanjang perjalan pekerjaannya beliau juga mendapat banyak pelajaran dan pengalaman yang dijumpainya. Nah, salah satu kisahnya adalah sebagai berikut ini......
Mbak N bekerja disebuah restoran yang cabangnya banyak sekali. Sejak menginjak bulan kedua atau bulan ketiga mbak N mengenal salah satu customernya. Dia adalah seorang ibu. Mbak N adalah satu - satunya orang yang mengajak bicara ibu tersebut, teman kerjanya TIDAK ADA SATUPUN yang ikut mengajak bicara bahkan hanya sekedar menyapanya. Alasannya? Yang pertama penampilan ibu itu kumuh dan pakaian yang dipakai hanya itu - itu saja. Yang kedua, ibu itu sempat beberapa kali membawa makanan dari luar dan datang jam 11 malam hanya untuk membeli nasi saja sedangkan lauk yang dibawanya minta tolong dihangatkan oleh Mbak N. Yang ketiga, ibu itu menjadi pusat perhatian customer lainnya dan membuat suasana makan kurang menyenangkan dengan penampilan dan bau badannya. Hmm..
Tapi... Tahukah teman - teman? Dan menyangkakah teman - teman bahwa ibu itu adalah seorang kaya, dapat membiayai keempat anaknya sampai keluar negeri, dan tinggal di apartment?
Saya bahkan mbak N sekalipun tidak percaya juga. Tapi berhubung mbak N sudah diajak menginap di apartment jadi tidak mungkin pernyataan ini adalah sebuah kebohongan. :)
Yang menjadi pertanyaan yang perlu digaris bawahi adalah :
" Kenapa harta yang banyak sekalipun dapat membuat seseorang mampu untuk melepaskannya dan hidup sesederahana mungkin?"

:) 
Jawabannya adalah . . .
Ibu itu memiliki seorang suami yang selingkuh darinya..
Ibu itu punya perusahaan yang besar sekali tapi jatuh karena tidak ada yang mengurus setelah suaminya meninggal.
Suaminya selingkuh dengan pembantunya sendiri.
Pembantunya dan seluruh keluarganya sudah diijinkan tinggal dalam rumahnya yang besar dan luas tapi juga menginginkan hartanya. :)
Keempat anaknya, dua diantaranya mengalami gangguan dengan mentalnya.
Nah... Itulah yang menjadi dasar - dasar mengapa ibu itu mau dan mampu melepas semua hartanya. Itu dasar yang paling dasar dan beberapa alasan yang mendukung kenapa ibu itu melakukan semuanya sampai saat ini.
Hmm.. Sungguh ironis sekali apa yang terjadi dengan ibu itu.
Dan lebih ironisnya lagi adalah ibu itu sampai saat ini tidak mau memaafkan suaminya walaupun sudah meninggal. Dan masih menyimpan kepahitan itu. Ketika siapapun yang tau kisah ini dan menyinggung tentang suaminya itu, ibu itu akan emosi sekali.
Teman - teman bisa lihat kan?
Hidupnya sangat sederhana sekali. Bahkan sebenarnya ibu itu menjadi seorang yang sangat sangat hemat karena takut kehilangan hartanya. Bisa dijadikan kesimpulan sementara saja bahwa kesederhanaannya itu adalah tindakan untuk was - was akan harta yang habis. Bukan karena sederhana untuk hidup yang lebih baik.
Hmmm..
Well, sekalipun kita memiliki hidup mewah, hidup sederhana, hidup kekurangan, atau lainnya, kalau kita tidak mampu untuk merasakan kebahagiaan maka semuanya percuma saja. Tidak perlu munafik bahwa bahagia itu tidak ada tidak masalah. Itu adalah omong kosong. :)
Percaya atau tidak kebahagiaan itu sebenarnya dasar pada setiap manusia untuk dapat menjalani hidup ini juga dari antara jadwal lainnya. :)


Be happy teman - teman.. :)
Kita menyadari hari ini, bahwa bukan kita sendiri yang mengalami penderitaan dalam setiap segi kehidupan kita. Orang lain pun juga. :)
Hanya saja tingka penderitaannya mungkin berbeda - beda.
:)

Tuhan memberkatimu teman - teman.
 

Kamis, 22 Agustus 2013

Persahabatan Cita dan Asa

Selamattt malammmmm.... ^^

*pagi..siang..sore.. buat waktu kapanpun posting ini dibaca*
haha


Hmm hmmm hmmm..
Menghela nafas..
Siapa yang paling suka menghela nafasssss?
Fakta membuktikannn
Kalo capek... Menghela nafas..
Kalo pusing... Menghela nafas..
Kalo bingung... Menghela nafas...
Kalo sedih... Menghela nafas...
hahahaha

Fakta versi Dea tapii.. XD
Kenapa fakta versi dea?
Karena pelakunya adalah saya sendiri.. haha
Tapii, beberapa teman juga ada yang seperti itu *pembelaan-diri*
haha

Tapii.. Tahukah kamu?
Menghela nafas itu dapat menurunkan semangat dan minat...
Positifnya, saat menghela nafas kita memberi oksigen masuk dalam tubuh..

Nahh.. yang digaris bawahi adalah yang negativenya.. Yaitu menurunkan semangat dan minat..:)
Mungkin bagi sebagian orang yang tegar dan pendiriannya kuat, menghela nafas adalah sebagai sampingan untuk menghilangkan tekanan yang dirasakan tubuh dan memberi waktu oksigen masuk lebih dalam. Tapi untuk beberapa orang yang sudah merasakan putus asa, marah, pusing, bingung, dan lain - lain akan menganggap menghela nafas adalah hal yang otomatis akan keluar tanpa direncanakan oleh tubuh. Tapi dampaknya bisa membuat semangat tambah turun.. Dampak yang selanjutnya? Menyerah..

 Warning!!!
Ketika si menghela nafas sering terjadi dalam keseharian anda, biasakan untuk memiliki tameng terlebih dahulu!
Mengapa?
Karena dengan kita punya tameng, kita tahu setelah bseristirahat sejenak (baca:menghela nafas) kita sudah punya kewajiban untuk bangkit lagi, coba lagi, dan lanjutkan..

Kita ambil saja contohnya untuk Cita dan Asa..
Cita itu seperti wajah tanpa make up.
Dan Asa itu seperti make up.
 Andai saya... hahaha

Sekarang mari bayangkan bersama - sama...
Kita adalah seorang pria/wanita yang suatu hari pada usia berapa pun akhirnya menyadari secara penuh inilah wajah kita, cita kita.. Masih murni.. Masih polos..
Kita ingin memolesnya untuk lebih cantik atau lebih ganteng dari yang seadanya. :)
Yang kita lakukan apa?
Kita membeli alat make up baik untuk pria atau wanita. Dan sleanjutnya kita akan melakukan proses make up..
Seperti kertas kosong yang akan diberi sebuah gambar untuk dapat dipandang dan dinikmati si pelihatnya..
Saat kita melakukan proses make up, banyak yang dapat terjadi..
Kita bisa membuat alis yang kanan dengan sempurna, tapi alis yang kiri belum tentu bisa sama dan sempurna..
Kita bisa memberi lipstik tanpa keluar dari garis bibir yang dibentuk, atau kita memberi lipstik pada bibir dan hasilnya terlalu tebal atau melenceng.
Atau kita memberi blush on untuk tampak lebih manis pada pipi sebagai tujuannya, tapi bisa saja membuat kita tampak seperti genit atau terlalu menor karena blush on yang terlalu tebal..
Saat melakukan proses make up kita berusaha sebaik baiknya untuk membuat wajah alami kita tampak lebih indah..
Tidak salah.
Karena dari itulah terciptanya kreatifitas..
Terciptanya keberanian berkarya..
Terciptanya suatu kesalahan untuk menjadi pelajaran..

Nahh..
Bayangan diatas ini sama pula dengan kita dan cita kita..
Cita kita butuh asa yang harus dirajut..
Dari memasukan benang wol pertama pada lubang jarum..
Lalu berusaha memulai dari awal untuk merajut tanpa ada kesalahan sedikitpun demi kelanjutan dalam merajut asa..
Ditengah - tengah merajut asa untuk menggapai cita muncullah helaan nafas karena ketidaksabaran mulai muncul, munculah penundaan karena bosan, dan banyak hal yang biasa disebut rintangan atau cobaan.
Langkah selanjutnya apa?
Buatlah cita kita bersahabat dengan asa..
Saat seseorang ditanya tentang cita - citanya apa, ia yang sangat menyukai citanya akan menjawab dan menceritakan dengan penuh semangat. Tapi tidak menyertakan rajutan asanya.. :)
Saya baru menyadari ketika sebenarnya cita itu perlu untuk tetap disandingkan dengan asa.
Mereka perlu untuk berhsabat.
Karena sama dengan NOL BESAR ketika kita menggebu - gebu dengan cita kita tapi kita tidak menggebu - gebu dengan asa yang ada. Mereka tidak akan pernah menyatu jika tidak kita satukan.
Terlebih lagi asa yang dirajut tidak sejalan atau tidak sesuai dengan cita apa yang akan kita wujudkan..
:)

Buatlah citamu dapat bersahabat dengan asamu..:)
Sehingga kedepan jalanmu untuk membuat citamu berhasil digapai akan menjadi jalan yang sukses untuk dibagikan dalam cerita atau lainnya. :)
Bagaimana caranya?
Semua orang punya caranya sendiri untuk membuat citanya, menyusun asanya, dan membuat keduanya bersahabat.. :)
Hanya mungkin sama untuk satu hal..
Yaitu jangan biarkan helaan nafas, cobaan, atau rintangan lainnya menjadi penghalang bahkan sebagai penghancur.. ;)

Semangatttt temannnn!!
Saya juga masih berjuang untuk mempertahankan asa dan cita.. ^^
Satu lagi, tidak ada waktu yang terlambat, usia yang terlalu tua untuk memulai memutuskan apa cita kita dan rajutan asa seperti apa yang akan dirajut.. ^^


God bless you..