Hello teman - teman yang cantik yang ganteng..
Selamat hari selasa!!! ^^ Hope all of you have e great tuesday yaaa.. hehe
By the way, Pagi ini sedikit curcol yaa..
Dengan
badan yang sedikit capai di pagi gini akibat kerja shift pagi, saya
cukup bangga dan bahagia atas diri saya, karena bisa dengan tegas
meluangkan waktu untuk menulis di blog.. Well, walaupun saya harus
menulis di notes dulu karena menggunakan laptop tempat kerja rupanya
tidak ikhlas (karena mungkin saya hanya ijin pada supervisor, bukan
owner.. oups.. hahahaha). Pokoknya sangat sangat bahagia, tidak kuliah,
ada waktu luang, bisa fleksibel nulis di blog.. huahhh... Its a
wonderfull dayyyy, i thaugt.. hahahaha..
Eits, mungkin satu
lagi, akhirnya saya bisa belajar membuka kaleng dengan alat pembuka
kaleng.. hahahah.. Kemampuan kecil seperti ini cukup membuat saya
senang, setidaknya setelah hari ini, di usia 20 tahun, saya sudah bisa
buka makanan kaleng dengan alat pembukanya, bukan susah - susah dengan
pisau.. hahahahaha.. Ditambah tidak akan diremehkan oleh mama lagi..
haha..
Welllllll, cukup sudah sesi curcolnya yang ternyata astaganaga mencapai dua paragraf.. hahaha..
Mengapa
posting kali ini saya kasih judul tamparan? Karena saya merasa
tertampar tapi karena merasa tertampar itulah saya belajar, bukan marah,
saya sadar, bukan keras kepala tak mau tahu.. :)
Hmmm..
Semalam
ketika saya kerja, saya menjadi tempat curahan hati teman sekerja saya.
Dari teman itulah saya mendapat tamparan luar biasa, sampai membuat
bulu kuduk saya berdiri alias merinding terharu syalalala.. Ijinkan saya
untuk tidak menyebut namanya dan menceritakan hanya sekilas saja untuk
menghormati teman saya itu. :)
Ceritanya...
Teman saya adalah
anak ketiga dari lima bersaudara. Keluarganya dulu sangat berkecukupan
dan bahkan banyak orang menghormati keluarganya. Keharmonisan
keluarganya pun sangatlah di damba beberapa orang.
Dalam keluarga,
teman saya sangat sangat membanggaan ayahnya. Pekerjaan ayahnya.
Kepandaian ayahnya. Lukisan ayahnya, pokoknya semua tentang ayahnya.
Namun
karena kesalahan terbesar yang sudah dilakukan ayahnya, keluarga teman
saya menjadi super berantakan. Makud dari super berantakan adalah tidak
ada harmonis dalam keluarga, tidak ada kumpul keluarga, tidak ada
kebahagiaan. :)
Rasa bangga teman saya? ITU MASIH ADA, tapi tidak bisa kembali seperti dulu yang bebas mengagumi sosok ayahnya.
Well,
sekilas di antar dengan kisah keluarganya, teman saya akhirnya ke
semarang untuk menuntut ilmu. Finally, mendapat kerja paruh waktu dan
bertemu saya, sehingga saya tertampar oleh kisahnya yang lebih lanjut
ini. :)
Selama teman saya bekerja, motivasinya hanya satu "BEKERJA
UNTUK MENYENANGKAN ADIK - ADIKNYA". THATS ITS. AND I TRUST THAT REASON,
teman - teman.. Karena memang terbukti, sebentar lagi teman saya membeli
sebuah sepeda dan akan dijadikan hadiah ulang tahun adiknya.
Mengapa harus untuk adik -adiknya? Bagaimana dengan kakaknya, ibunya, atau ayahnya? :)
Alasannya simple dan bijak sekali bagi seorang kakak sepertinya.
Semenjak
keluargaku tidak harmonis lagi, adik - adikku tidak pernah merasakan
apa yang aku rasakan seperti yang dulu aku rasakan. Jadi ini yang bisa
aku lakukan sembari memberi kasih sayang juga. Itu alasan yang
dijawabnya.
WOW.. My standing applause sudah pasti dikasih untuknya. :)
Selain
hal pertama itu yang menjadi pelajaran buat saya, dan saya benar -
benar merinding karena terharu dan bangga bisa kenal teman seperti dia.
:) ada hal kedua yaitu teman saya adalah wanita yang beriman pada
keyakinan yang dipilih dan wanita yang benar - benar mandiri akan
segalanya.
Yang menjadi tamparan bagi saya adalah : teman saya
sanggup tidak minta uang jajan dan mengusahakan bagaimanapun caranya
mencukupkan diri sembari menabung dengan hanya dari uang gaji. Ditambah
bisa membelikan adik - adiknya hadiah saat ulang tahun dan setiap mau
pulang ke rumah.
Saya seperti ditampar diwajah, dan hati, plus pikiran.
Luar biasa.. :')
Saya rasa sejauh ini saya masih kalah sekali dengannya tentang kemandirian.
Saya merasa egois sekali, sudah kerja tapi tidak mau belajar mencukupkan diri, padahal tahu bagaimana susahnya mencari uang.
Tapi
di sisi lain, saya sangat bersyukur, karena saya boleh memiliki teman
sepertinya, dan bersyukur kemarin malam bisa mendapat ceritanya dan pagi
ini bisa saya share dengan teman - teman. :)
Semoga ini juga jadi pelajaran buat teman - teman atau motivasi.. hehe..
Mungkin kisah dan jalannya tidak harus sama dengan teman saya, tapi intisarinya bisa kita pahami bersama :)
Tuhan memberkatiiiiiii...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar