Selasa, 27 November 2012

Belajar dari KATAK untuk Cita - Citamu

-->Selamat sore smuaaa...
Jarang - jarang nih saya nulis blog di sore hari..
haha

Dan ngomong - ngomong, saya menulis blog di sore hari ini tepat disaat saya sedang mengikuti mata kuliah psikologi pendidikan di campus.. #Oupss..

Bukan memberi contoh yang buruk, cuma keburu saya lupa mau menulis apa.. hehehe.. 
=p


Sore ini saya mengikuti kuliah psikologi pendidikan..
Tema pembelajaran hari ini adalah tentang GOAL..  Tujuan hidup.. :)
Tema yang tidak akan sia - sia untuk dibahas dalam mata kuliah ini.. :)

Dosen saya mengatakan bahwa GOAL itu ada untuk menjadi motivasi dalam hidup ini..
Memang tidak hanya melalui goal saja.. Banyak hal, tidak hanya goal yang dapat menjadi motivasi. 

Lalu sebelum masuk kedalam pemabahasan yang lebih dalam lagi mengenai GOAL, Dosen saya mengatakan bahwa ada salah seorang mahasiswa yang bertanya, "Apakah seluruh tujuan hidup kita itu harus disharekan pada semua orang atau orang - orang disekitar kita, bu?"

Lalu dosen saya memberikan perumpaan untuk memberi jawaban pada pertanyaan mahasiswa tersebut... 




  

          Suatu hari, pada siang hari, diadakanlah sebuah perlombaan. Perlombaan ini adalah sebuah perlombaan yang khusus diikuti oleh katak. Segerombol katak harus berjuang mencapai tempat yang tertinggi. 
          Saat perlombaan berlangsung, seluruh katak berjuang masing – masing. Banyak penonton yang menyaksikan katak – katak itu. Dan banyak dari mereka berkata "Ahh... IMPOSSIBLE.. Mereka tidak mungkin dapat mencapai tingkat yang paling tinggi itu."
          Mendekati detik - detik akhir perlombaan, beberapa katak tidak bisa mencapai puncak tertinggi itu. Tapi ada satu katak yang mampu mencapai puncak tersebut. Dan sudah pastinya DIALAH PEMENANGNYA. Banyak kata - katak yang menjadi penonton atau peserta bertanya, "Mengapa ia mampu untuk mencapai puncak tertinggi itu? Bagaimana itu terjadi?" 
          Jawabannya adalah . . . Katak itu tuli. Karena kekurangannya yaitu tidak dapat mendengar, ia jadi memiliki jalan yang lancar untuk terus naik ke puncak tertinggi. Akhirnya yang didapat, keberhasilan. =)


Nah... Kalian semua mungkin beberapa sudah pernah mengetahui kisah katak diatas. =)
Tapi mari kita lihat kembali. Apa sih tujuan si katak yang menang tadi dalam perlombaan? Pastinya, berhasil untuk mencapai puncak bukan? Dan apa yang ia dapat? Ia berhasil. 
Mungkin dari antara kita akan berpikir atau mengataka, "Ah... katak itu kan tuli.. Jadi ia mampu untuk menjadi pemenang."
Tapi bukan kekurangan katak itu yang mau saya bagikan dan saya fokuskan dalam posting kali ini teman - teman. Kita ambil inti perumpaan katak tersebut teman - teman. :)

Melihat kembali pada pertanyaan mahasiswa diatas yang saya tuliskan.. Dosen saya menjawab dengan perumpaan diatas. 
Ternyata, maksudnya adalah kalau kita ingin mensharekan tujuan hidup kita, kita harus siap untuk menjadi orang yang tuli. Karena kalau kita tidak siap untuk tuli, jangan pernah sedikitpun atau hanya sekali - kali mensharekan tujuan hidup atau mimpimu.

Paham kan? =)

Tuli bisa diartikan kita menutup telinga akan perkataan apapun, baik buruk atau sangat buruk dimana perkataan yang berupa pesan, kritik, atau teguran yang membuat kita jatuh untuk mencapai tujuan kita setelah kita mensharekan tujuan hidup / mimpi / cita - cita kita.
=)

Jadi perenungan untuk pribadi kita masing - masing ya teman - teman =)

Sebuah pesan dan pelajaran yang berharga dari kisah katak diatas. :)
Dan satu lagi . . .
Setiap ada tujuan, jangan biarkan semuanya mengalir begitu saja, hanya mengalir mengikuti arus yang ada..  =)

SEMANGAT !!! 
Kejar cita - citamu, dan JADILAH TULI UNTUK MENGGAPAI TUJUAN ATAU CITA 0 CITAMU.. =)

God bless

Minggu, 25 November 2012

Tempat Perlindungan

Apakah bisnis yang paling menguntungkan di masa krisis ekonomi?

"Bisnis Hiburan", jawab Thomas M. Andersen, seorang konsultan investasi.

Alasannya?

Dalam majalah Kiplinger's Personal Finance is menulis : "Saat badai ekonomi menerpa, orang mencari penghiburan dan perlindungan dalam segelas wiski, satu pak rokok, atau keberuntungan di meja rolet. Fakta menyatakan bahwa saat ekonimi lesu' bisnis judi (kasino), minuman keras, dan dunia hiburan justru melonjak". Ironis. Di sana orang merasa terhibur dan mendapat perlindungan, padahal di sana orang makin terjerumus ke dalam krisis!

Masa krisis kadang tak terhindarkan. Ada masa ketidakadilan. Pejabat yang semena - mena bertambah jaya. Sementara orang yang tulus hati dan jujur tambah miskin dan tertindas.

Apakah diantara kita sedang merasa dilanda yang namanya krisis? Merasa penat dan butuh hiburan? Hati - hati dalam memilih tempat untuk berlindung. Tempat hiburan adalah tempat dimana mengajak anda lari sejenak dari kenyataan. Begitu kembali ke realita hidup, kita akan bisa makin kehilangan semangat. :)

Anak Kita Bukan Milik Kita

Second posting.. :D 
Lagi semangat - semangatnya temannn.. Sampe ga menyadari menulis ini di jam dua dini hari.. hahaha.. Lanjut sajaaaaa.. XD Nanggung,,


Rabu, 21 November yang lalu saya pergi berangkat ke Jogja malam hari. Tujuan ke jogja untuk membantu beberapa orang LSM dan teman saya untuk melakukan sebuah kegiatan sosial. Mereka membutuhkan tenaga lebih untuk kegiatan sosial itu, jadi datanglah tawaran pada saya lewat teman saya. Itu alasan dasar mengapa saya harus pergi ke jogja. =D


Disetiap perjalanan itu akan selalu ada sentilan - sentilun pelajaran lhoo.. Percaya ga teman - teman? =D

Kalau saya sih sangat setuju, karena semenjak saya mengalami kalimat yang baru saja saya utarakan, saya jadi selalu bersemangat setiap melakukan perjalanan kemanapun dan untuk kegiatan apapun, khususnya lebih menyenangkan lagi pergi bersama teman - teman. :D 


Sesampainya di Jogja malam hari, kurang lebih setengah sepuluh malam. Saya dan beberapa teman menginap untuk istirahat dahulu. Esoknya kami mulai perjalanan kami dari Jombor ke Bantul. Mulailah sesampainya disana, kami melakukan kegiatan sosial yang ternyata katanya sudah sering dilakukan dalam sebulan sekali.

Saya bertemu seorang anak saat kegiatan sosial tersebut berlangsung. Namanya Rohmad. Dia adalah seorang anak yang mengalami katarak. Rohmad seorang anak tunggal. Ibu dan bapaknya melarangnya untuk dioperasi katarak karena trauma yang dialami oleh si bapak. Bapak Rohmad dulunya juga katarak, lalu operasi, dan gagal, jadi ketika tahu keadaan Rohmad, bapaknya melarang untuk dioperasi. :)

Kadang kita mengalami trauma atau pelajaran yang membuat kita sangat berhati - hati dalam bertindak atau mengambil keputusan. Tapi perlu digaris bawahi juga bahwa kita juga perlu paham, betul - betul paham apa yang barusan kita alami atau pelajari untuk kedepannya. Karena tidak semua pelajaran atau pengalaman yang memberi dampak buruk akan selalu mengajarkan yang buruk - buruk saja, selalu ada yang baik yang bisa diambil lalu menjadi sebuah pelajaran baru. Cuman, lebih sering ketika tahu oh ini adalah pelajaran yang tidak baik karena efek yang diberikan buruk lalu kita akan terus menutup mata untuk pelajaran tersebut jika ditemui kembali kedepannya. Padahal setiap pengalaman itu hasil yang diberikan selalu berbeda meski sama. 

Tapi posting kali ini bukan membicarakan tentang trauma bapak si Rohmad tadi. =D hehehe


Saya sempat menanyakan kepada si Rohmad, apa yang kamu cita - citakan keitka menjadi besar nanti? Dia menjawab, "jadi dokter, dokter untuk semuanya". Cita - cita yang mulia. Saya selalu suka ketika anak - anak kecil menjawab pertanyaan cita - cita mereka, karena mereka seperti menabur bibit yang nanti suatu saat bisa menjadi pohon besar yang rindang untuk memberi kenyamanan siapapun yang berada disekitarnya. Cuman memang tidak semua anak - anak pada akhirnya menjadi seperti apa yang mereka alami, hal tersebut bergantung juga pada lingkungan mereka. Saya hanya senang saja mendenger jawaban anak - anak. Dan berdoa, mengamini memang itu yang nanti bisa tercapai. 


Tapi dibalik bayangan saya yang habis senang mendengar jawaban apa cita - citanya saya kembali disadarkan dengan keterbatasan yang dimiliki untuk mencapai cita - citanya, tidak hanya itu, lingkungan yang tidak mendukung juga yang membuyarkan apa yang saya bayangkan. Saya sempat tanya pada diri sendiri, "Bagaimana bisa? Harus melakukan sesuatu kan untuk dapat membantu Rohmad mencapai cita - citanya?"

Sehari sebelum saya bertemu Rohmad, saya membaca salah satu artikel dari majalah yang mengatakan tentang "anak kita bukan milik kita".
Saya jadi punya keinginan supaya bapak si Rohmad tadi punya pemikiran seperti yang ada dalam artikel. 

Dalam artikel ditulis bahwa seorang anak itu boleh ada didunia, tetapi tidak untuk menjadi pengikut jejak kita. Karena mereka punya jejak dan tujuan mereka sendiri. Sama dengan diri kita, punya jejak sendiri dan punya tujuan sendiri. Jejak dan tujuan hidup seseorang berbeda, tidak ada yang sama. :D Sama seperti Rohmad dan bapaknya. Rohmad memang anak bapaknya, dan selama masih dibawah umur apa yang harus dilakukan ada dibawah kendali bapaknya, hanya saja menurut saya memberi saran untuk tindakan apa yang dilakukan seseorang hanya karena kita tidak bisa mendapatkan itu atau sudah mengalami dan tahu apa yang harus dilakukan, namun seseungguhnya justru menjadi hambatan bagi orang tersebut maka pemberian saran tersebut tidak bijaksana untuk diri sendiri dan orang tersebut. :)


Sedih sekali ketika pulang pun, saya tidak dapat sedikit berbicara dengan bapak si Rohmad. Cuma bisa berharap saja bapaknya mau merubah keputusannya tidak mengijinkan Rohmad operasi. Jadi, walaupun Rohmad tidak dapat mencapai cita - citanya nanti setidaknya dia dapat melihat. :)


Anak kita bukan milik kita. Simplenya, apa yang diciptakan Tuhan bukan miliki kita seutuhnya. Mengarahkan boleh, membentuk dengan kreasi boleh, memberi perbedaan boleh, tapi bukan untuk dimiliki sepenuhnya. :D

 


 

 


 



Nila setitik dan Susu sebelangga

Hola hola semuannyaaa.. :D
How was ur weekend?

Saya berharapnya juga selalu menyenangkan yaaa.. XD
Soalnya weekend itu berasa begitu berharga ketika sudah banyak kesibukan yang dirasakan.. XD hahaha..


Sumber : http://www.fanpop.com/clubs/annalovechuck/images/31018543/title/friendship-quotes-photo


By the way, kalian semua pasti pernah denger soal peribahasa "karena nila setitik rusak susu sebelanga", bukan?


Nah, dari peribahasa itu, yang saya jadikan judul posting kali ini karena dari peribahasa itu lah pesan yang saya dapat dari apa yang sudah saya alami beberapa hari yang lalu.

Kalau kita ingat kembali, arti dari karena nila setitik rusak susu sebelanga adalah karena kesalahan yang simple atau masalah yang sepele jadi merusak semuanya. Ya kan?

Saya mengalami perasaan kecewa beberapa hari yang lalu. Bukan kecewa kareana saya tidak dapat mendapatkan sepatu yang membuat saya tertarik, atau tidak dapat mendapatkan hal lainnya. Tapi saya kecewa akan tingkah laku dan sifar seseorang. :D

Saat saya menuliskan cerita ini saya sudah tidak lagi memikirkan kekecewaan yang saya dapatkan, sudah tidak lagi kecewa. Saya hanya senang sekali memakai pengalaman untuk belajar. :)

Saya kecewa dengan apa yang dilakukan seseorang. :) 
Tanpa menceritakan terlalu detail, karena ini adalah masalah pribadi, saya menceritakan garis besar dari pesan yang diberikan masalah yang saya alami beberapa hari yang lalu. :D

Saya melakukan sebuah kesalahan, dimana kesalahan saya tersebut membuat seseorang tersinggung. Kesalahan saya adalah dalam perkataan yang saya ucapkan. Saat itu saya sedang dalam keadaan sangat capek sekali, dan sedang membalas message dari seseorang. Karena saya capek, saya jadi membalas singkat dan tatanan kata - kata saya dalam membalas message jadi membuat dia tersinggung. 

Awalnya saya tidak sadar bahwa itu adalah perkataan yang membuatnya tersinggung, karena pikiran saya saat itu dia dan saya adalah sahabat yang tidak hanya sebentar baru mengenal dan paham satu dengan yang lain. Kami sudah mengenal kebiasaan masing - masing dan punya kesepakatan ketika sebal atau marah akan suatu tindakan yang dilakukan di antara salah satu dari kami, kami harus mengungkapkan didepan, alias tidak membicarakan dibelakang. Nah, dengan saya berpikir dia tahu kebiasaan saya jika saya capek, dan kami sudah punya komitmen dalam bersahabat, maka saya pun santai saja dan tidak tahu jika dia menyimpan didalam hati perkataan saya dan membicarakan dibelakang saya. 

Setelah saya tahu dia tidak mebicarakan atau lebih tepatnya menegur kesalahan saya ditambah membicarakan saya dibelakang dengan teman lain, disaat itulah saya mengalami rasa kecewa. :)

Seakan rasa percaya saya, rasa menghargai, menghormati, dan respect yang saya berikan pada sahabat saya itu jadi turun begitu saja tingkatnya. :D
Saya kecewa. 


Tapi kekecewaan saya karena dua hal, tidak hanya dari sudut pandang saya. Saya juga merasa kecewa dari sudut pandang sahabat saya. Saya memikirkan ulang setelah emosi saya stabil. Saya coba berpikir terbuka. Saya mengandaikan diri saya adalah sahabat saya. Kalau saya di posisinya dan sedang mengharap untuk mendapat balasan message tetapi balasannya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, saya pun pasti merasa tersinggung dan mungkin saja marah, kecewa pasti.


Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Itu yang saya dapat. :)

Saya jadi sadar, karena kesalahan pada perkataan saya ternyata memberi nila setitik pada sebelanga susu. Dan apa yang sudah ia lakukan juga menjadi nila setitik yang merusak sebelanga susu. :)

Awalnya saya tidak menyadari juga kenapa ya kok harus ada problem seperti ini. Tapi akhirnya menyadari beberapa hal juga. Kadang, nila setitik itu boleh ada karena mau kasih pelajaran ke kita kalau mempertahankan sebelanga susu untuk menjadi susu yang tetap segar itu tidak mudah. Untuk itu kita harus tahu tahap - tahap menjaga sebelanga susu, memahami proses bagaimana sebelanga susu tetap segar, dan meskipun sudah terlanjut nila setitik jatuh di sebelanga susu kebijakan kita untuk menerima sebelanga susu yang rusak itu pun juga menjadi hasil kita atas perjuangan kita menjaga. :)

Diantara tahu tahap - tahap, memahami proses, dan menerima yang paling berat dilakukan adalah menerima. :) Hanya yang berjiwa besar yang mampu untuk menerima kekecewaan ketika sebelanga susu yang tadinya segar sudah rusak karena nila setitik tadi. :) Kalau yang tidak punya atau tidak berusaha sama sekali untuk punya jiwa yang besar untuk menerima kekecewaan, maka sangat tidak bijak dan baik kalau terus menyalahkan sekitar atau bahkan diri sendiri atas kecewa yang dialami. :D
Karena segala keputusan, pemikiran, tingkah laku apa yang mau dilakukan semua pusatnya adalah diri kita. Jika yang dimiliki adalah buruk, yang diproses adalah buruk, tidak salah jika hasilnya akan memiliki kemungkinan besar untuk buruk juga. :)

Saya belajar dari kesalahan yang saya lakukan dan kesalahan orang lain juga. :) Menjadi pengingat buat saya juga kalau kata - kata itu punya kekuatan yang luar biasa dibandingkan dengan tingkah laku. Karena benar juga apa yang dikatakan jika kata - kata itu lebih kuat pengaruhnya ketimbang tindakan. :D 


Dan sungguh besar juga pengaruh dari "keterbukaan" dalam hubungan apapun, sahabat, teman biasa, pacar, suami-istri, orang tua-anak, terlebih lagi kepada Tuhan. :D

Yang terakhir, tidak ada salahnya kita mengkritik dengan tujuan yang baik. Daripada tidak mengkritik langsung dan kita melihat sendiri seseorang yang akan kita tegur tenggelam sendiri dalam kesalahannya. ya kan? :)
Kalau kita peduli akan kesalahan orang, otomatis kita bisa belajar untuk menerima kesalahan mereka dan untuk kedepannya ketika kita melakukan kesalahan yang sama dimana orang lain yang kita tegur melakukan itu, kita jadi lebih mudah untuk cepat sadar kalau kita salah, dan jauh lebih cepat untuk bisa merubah. :D

Pelajaran itu ga akan selalu enak rasanya, bisa pahit, bisa kecut, bisa asin, dan lain - lain yang pasti bukan manis. Tapi dilewati sampai selesai, dan mendapat ilmunya, hasilny pasti manis. Pasti. :)


God bless. :D


Selasa, 20 November 2012

Bermula dari KASIH

Selamat tengah malam menjelang pagi teman - teman..........

Busy day again... Tapi setidaknya hari ini bisa menulis di blog tanpa harus save apa yang mau ditulis di memo handphone dan menunda besoknya.. hahaha..

Masih berhubungan dengan apa yang saya tulis di blog yang lalu tentang "Cerita Sahabat : Bagian Ketiga"..
Saya mengatakan belajar hal yang baru dari masalah persahabatan. Hari ini masalah persahabatan yang diceritakan di tulisan blog kemarin sudah terselesaikan teman - teman.. Dan kembali lagi saya mendapat sebuah pelajaran... hehehe.. Hidup ini belajar, jadi tidak akan pernah bosan untuk menerima pelajaran - pelajarannya, ya kan? 

Yah walaupun hasil hari ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan kemarin ,tapi setidaknya masalah selesai dan saya dapat hal yang bisa dipelajari. :)

Saya tidak hanya sekedar tahu saja tentang mengasihi itu seperti apa? Tapi paham betul ketika mengasihi itu ooo ternyata seperti ini, ini yang dirasakan, ini yang didapat, ini yang mampu diberikan, dan masih banyak lagi. Karena itu, saya suka sekali dengan kisah dibawah ini yang mempunyai pesan hampir sama. Dimana pesan tersebut saya jadikan judul. Bermulai dari KASIH. :)

Masalah bisa hadir, lalu diselesaika, tidak hanya dengan logika, tapi hati pun ikut teman - teman. :) Dan saat masalah itu dapat diselesaikan, otomatis hati ikut berperan dalam menyelesaikan. Karena itu saya suka sekali dengan apapun yang akan dimulai semuanya dari kasih. Karena hasilnya akan berbeda. Berbeda gimana? Tidak dapat dijawab, karena sekalipun saya menjawab apa yang akan dirasakan itu tidak sama satu dengan yang lain. Makanya lebih seru lagi kita mulai masing - masing untuk memulai semuanya bermula dari KASIH. Nanti setelah melihat hasilnya, kita akan semakin lebih lagi memahami tentang KASIH. :)

Ini dia kisahnya teman - teman... :D

Seorang anak merasa tidak nyaman saat dimintai tolong untuk mengerjakan tugas - tugas rumah. Karena merasa tidak nayaman, suatu kali dia menaruh selembar daftar harga di meja makan dengan harapan mamanya membacanya.


Tulisannya begini :

Bayaran untuk menyapu dan mengepel 20 hari x Rp 10.000,00 = Rp 200.000,00
Bayaran mencuci piring 10 hari x Rp 5.000,00 = Rp 50.000,00
Bayaran menolong menjaga adik 20 hari x Rp 10.000,00 = Rp 200.000,00
Untuk sementara yang harus mama bayar Rp 450.000,00

Sambil tersenyum mamanya, bergumam, "Wah anakku masih kecil koq sudah mulai hitung-hitungan denganku. Apa yang harus kuperbuat?" Dengan hati yang penuh kasih, mamanya menulis selembar daftar yang harus dibayar anaknya seperti ini :

Biaya dalam kandungan mama 9 bulan x Rp 2.000.000,00 = Rp 18.000.000,00
Biaya operasi melahirkan = Rp 10.000.000,00
Biaya pemberian ASI selama 12 bulan x Rp 500.000,00 = Rp 6.000.000,00
Biaya perawatan selama 9 tahun x Rp 1.000.000,00 = Rp 9.000.000,00
Semua GRATIS karena mama mengasihimu.

Menyadari betapa tak terhitungnya kasih mamanya, akhirnya si anak dengan rela menolong mamanya.


See? :D
Mama dalam kisah diatas, mendapat problem yang walaupun kecil tapi tetap saja itu poblem. :) 
Dan karena semuanya bermula dari kasih, penyelesaiannya pun berbeda dengan seorang mama yang menyelesaikan problem kecil diatas mungkin dengan emosi, tindakan keras, dan lain sebagainya.

Hanya dengan contoh dari kisah diatas bukan berarti kita hanya melihat dari sosok kisah diatas saja.. Sama halnya dengan apapun itu yang kita mulai dalam kehidupan, atau yang baru ditemui, selesaikan atau jalani dengan permulaan KASIH. :)

Have a wonderful day, guys! God bless

Cerita Sahabat : Bagian Ketiga

Holaaa teman - temannnn....

Rasanya senang sekali bisa kembali nge-blog... Mau dikatakan susah mencari waktu juga sepertinya tidak bijaksana sekali, tapi toh kenyataannya itu yang saya alami. haha.. Makanya begitu kembali punya waktu luang buat nulis di blog rasanya senang sekaliiii.. :D

Berhubung saya menulis dipagi buta begini, jadi harap maklum ya temannn, sudah ada yang tidak sinkron dipikiran karena lelah dan pingin cepetan bobo.. :D

Sesuai dengan judul posting kali ini "Cerita Sahabat : Bagian Ketiga"

:)

Saya kembali menulis bab tentang cerita sahabat karena hari ini sangat banyak sekali yang mau ditumpahkan di blog ini soal pelajaran berharga tentang persahabatan yang saya dapat hari ini. Jadi dengan saya sekedar sharing buat teman - teman, semoga bermanfaat yaaa.. :D

Yuk masuk ke inti dari apa yang mau saya share hari ini..

Terkadang kita tidak tahu seberapa dalam kebaikan atau keburukan hati seseorang.
Kita juga tidak bisa menebak asal - asalan seperti apa dalamnya hati seseorang.
Terlebih lagi seseorang itu adalah sahabat kita sendiri.
Begitu pula dengan pemikiran..
Dimana sering terjadi konflik dalam hubungan persahabatan yang kita pikir tidak dapat diselesaikan disitulah kita mengetahui bahwa betapa pentingnya arti keterbukaan, kejujuran, mengalah, mengampuni, memahami dari sudut pandang yang lain, dan konsekuensi memiliki sosok sahabat yang sifatnya sangat kontras dengan pribadi kita.

Sedikit inti dari apa apa yang saya dapat hari ini jika dilihat dari sisi menegur, seperti apa yang saya tulis diatas ini. Tetapi saya bersyukur bahwa pasti dibalik problem yang ada, atau sebuah cerita yang dibagikan pada saya selalu saja ada sisi positif yang bisa saya ambil. Dan saya selalu suka bagian positif ^^ Karena pastinya yang positif itu bikin hati tenang, bukannn?? :D

Hal positif dibalik teguran - teguran diatas yang saya dapat yaitu . . .

Bagaimanapun hal buruk yang kita dapat, tidak ada salahnya kalau kita memberi yang baik..
Jika seorang sahabat ada di posisi tidak mampu mengerti dirimu atau menuduh ada motif lain dibalik kebaikanmu, jangan berhenti melakukan yang baik..
Yang namanya jujur dan keterusterangan itu tidak selalu membawa kesenangan bagi yang menerima dan mendengar bukan? Terkadang kita mendapati bahwa apa yang dikatakan jujur dan terus terang itu menyakitkan. Tapi kembali lagi jangan berhenti untuk melakukan hal yang baik, yaitu tetap jujur dan terus terang. Karena toh siapa yang tahu jika kedepannya kejujuran dan keterusterangan itu membuat kita memiliki evaluasi pada diri sendiri.
Persahabatan yang dibangun bertahun - tahun sekalipun, akan tetap dapat dihancurkan.. Karena kita semua sadar apa yang utama yang abadi di dunia. :) Bahkan persahabatan pun dapat hancur. Tapi perlu disadari, yang terpenting janganlah menjadi sosok yang menghancurkan persahabatan, karena kita tahu betapa sulitnya membuat fondasi yang kuat untuk sebuah hubungan persahabatan. Betul kan? :)

Sebelum masuk ke cerita, saya mau mengajak teman - teman melihat. Bandingkan sisi teguran yang saya tulis diawal, dan sisi positif yang tulis diatas ini. Banyak sekali hal positif yang didapat ketimbang sisi negatif yang didapat dari sebuah problem, kan? :)

Saya pernah mendengar seseorang berkata pada saya, "Dalam segala masalah apapun itu, jika ada sisi positif yang bisa kamu dapati, atau setidaknya ada sisi yang bisa kamu syukuri, maka jalan keluar itu hanya sembunyi dan perlu dicari tahu keberadaannya. That's it. :)"

Ketika saya mendapat pelajaran tentang persahabatan hari ini, entah kenapa yang keluar justru pesan seseorang diatas ini. :) Dan sangat membantu sekali untuk membuka pikiran.

Pelajaran yang daritadi saya share semuanya bermula dari cerita tentang sebuah kesalahan dalam persahabatan yang ternyata kesalahan yang tidak disadari itu berujung pada kekecewaan yang tidak diutarakan. Kesalaha seperti apa? Kesalahan yang sepele tapi hebat sekali akibatnya. Keselahan pada perkataan. Begitu saya tahu bahwa kesalahan yang ada dalam hubungan persahabatan ini dalam perkataan, saya langsung ingat, BETAPA KUATNYA PENGARUH KATA - KATA. Makanya saya sangat setuju dengan menggunakan kata dengan hati - hati. Dan jujur saja itu kadang tidak mudah untuk kita sadari secara benar, karena ketika seseorang tidak sengaja keceplosan dan kata - kata itu meyakitkan, bisa saja berujung pada akibat yang sangat fatal.

Dari sebuah perkataan yang ternyata menyinggung dan membuat kita merasakan kecewa dari sahabat kita sendiri, dan kita tidak menegurnya itu juga salah kita. Mengapa?
Karena kita sahabatnya, kita memiliki hak. Hak seperti apa? Hak untuk mengkritik, menegur, atau menasehati untuk kebaikan bersama (bukan untuk kebaikan pribadi).

Ada mungkin yang berpikir, ah belum tentu kita juga harus seperti itu pada sahabat kita. Saya juga setuju. Tetapi kadangkala kita perlu sepeti itu. Karena jika kita hanya diam pada kesalahan yang dilakukan sahabat kita sendiri, artinya kita dengan senang hati membiarkan dia tenggelam begitu saja. :) Sedangkan tangan seorang sahabat adalah tangan untuk menopang juga. :)

Tidak ada salahnya untuk kita mengatakan maaf meskipun dalam sudut pandang kita itu bukan salah kita, karena artinya kita sedang secara tidak langsung belajar tentang menghargai.
Dan tidak ada salahnya juga jika kita mencoba untuk menegur, daripada kita melihat atau bahkan menyadari terlambat menyelamatkan sahabat yang tenggelam bersama masalah/kekecewaan. :)

Nah dari cerita simple tentang salah berkata - kata dan kekecewaan yang tidak diungkapkan, sehingga membuat persahabatan renggang, saya belajar hal baru tentang persahabatan. Saya harap teman - teman juga mendapatkannya. :)

God bless. . . :)

Rabu, 14 November 2012

Aku merasa beruntung "I am Feeling Lucky"

     Tahun 1982 Steven Callahan berlayar melintasi Samudera Atlantik menggunakan perahu layar. Tetapi perahu layarnya menabrak sesuatu lalu tenggelam. Dia terombang - ambing seorang diri di atas sekoci. Hingga akhirnya tiga orang nelayan menemukannya tujuh puluh enam hari kemudian. Ajaibnya dia masih hidup. 

     Pengalamannya yang luar biasa ini ditulis dalam buku berjudul A Drift Seventy-six Days Lost at Sea yang jadi buku best-seller. Buku itu menceritakan bagaimana perjuangannya bertahan hidup. Bagaimana dia menangkap ikan, menggunakan sinar matahari untuk menyuling air laut jadi air tawar, memperbaikki sekocinya yang bocor selama seminggu. "Saya bilang ke diri saya kalau saya pasti bisa melewati keadaan ini, tulis Callahan. Saya terus berkata untuk meneguhkan diri  saya bahwa dibandingkan dengan orang lain yang mengalami keadaan itu, saya lebih beruntung." 

      Sesungguhnya apa pun keadaan kita, kita selalu bisa merasa lebih baik atau lebih buruk. Karena kita akan selalu lebih buruk kalau membandingkan diri dengan sesuatu yang lebih baik. Tapi kalau melihat keadaan orang lain yang lebih susah dari kita, kita selalu merasa lebih baik. Seorang penulis bernama Alphonse Karr berkata, "Sebagian orang mengeluh karena mawar memiliki duri. Tapi, aku memilih untuk bersyukur karena ditengah duri - duri ada bunga mawar yang indah."

Diambil dari : http://akusandy.com/tag/ilustrasi-renungan-tentang-bersyukur



Lebih sering mana yang teman - teman lakukan?
Membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang lebih baik?
Atau membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang lebih buruk?

:)

Menurut saya tidak sepenuhnya salah membandingkan diri kita dengan sosok yang lain. Tapi dengan tujuan yang benar. :) Kalau tujuannya untuk menjatuhkan, sudah pasti tidak benar kan? :)
Membandingkan sesekali untuk mengkoreksi diri kita sendiri boleh saja, asal tidak sering dilakukan. Karena segala sesuatu yang awalnya iseng saja dilakukan, lalu menjadi sering, akhirnya akan menjadi suatu kebiasaan. Kalau membanding diri kita sudah menjadi kebiasaan, sudah saatnya sekarang untuk menengok kedalam diri sendiri, dan bercermin untuk melihat betapa kita pun juga memiliki kecantikan sendiri. :)

Semoga bermanfaat.... :D

God bless.. :D