Jumat, 09 November 2012

Koin Keberuntungan :)

Halo erverybodehh.. XD

Nice to see you again, temann..
Apa kabar kalian semuaaa??? :D

Baik kan ya pastinyaaa.. Kalo yang ga baik - baik aja, tenang.... You just have a bad day not a bad life... :)

Mari merapat semuanyaa... Hari ini kita bakal belajar bersama dari seorang tentara dan koinnya... :)


Let's read....

          
          Sebuah kisah inspiratif terjadi di propinsi Ciang Si, Kota Nan Chang tahun 1938. Saat itu masa peperangan dimana Ciang Kai Sek menjabat sebagai komandan laskar di Nan Chang.
          Di waktu luang, banyak tentara berbelanja keperluan sehari². Saat itu mata uang yang digunakan adalah Yen. Kaum wanita berusia lanjut dan lemah berjajaran di sepanjang jalan menjual handuk dan kaos kaki untuk keperluan tentara.
          Suatu hari seorang nenek menangis terisak². Rupanya seseorang telah membeli banyak sekali dagangannya dengan kepingan uang Yen palsu. Ketika nenek itu sadar uang itu palsu, si pembeli sudah lenyap entah kemana.
          Kebetulan lewat seorang tentara yang baru gajian. Melihat sang nenek sangat sedih, ia menghiburnya.

“Tak usah sedih Nek, gaji saya cukup. Tukarkan uang palsumu kepada saya sebagai kenang²an. Nah, ini ambillah. Semoga dapat menjadi modal usahamu kelak.”

“Mana boleh? Mana mungkin saya menerima sementara anda yang mengorbankan uangmu”, Si Nenek bersikeras tidak mau menerima tawaran si tentara. Tapi karena tak tega menolak ketulusannya, akhirnya ia menerima juga dengan ucapan terima kasih yang mendalam.

          Selang beberapa bulan si Tentara berdinas kembali ke kota Nan Chang dan mencari Nenek yang malang itu. Dia berkata bahwa kepingan Yen palsu itu telah menyelamatkan nyawanya.
          Ceritanya ketika dia berada di barisan depan dalam medan pertempuran, tiba-tiba sebuah peluru menghantam dadanya. “Tamat sudah kali ini,” pikirnya hingga pingsan karena ketakutan.
          Tapi begitu mata dibuka, sakitnya tidak terasa. Dirabanya tapi tak ada darah sedikitpun. Waktu menyentuh kepingan logam yang berada di kantong kirinya ternyata kepingan uang Yen palsu itu sudah cekung oleh peluru.


Well... Apa yang bisa teman - teman petik dari kisah sederhana di atas? :) 

Kalo boleh saya men-share-kan pikiran saya, cerita sederhana diatas tadi memberi banyak sisi pelajaran, tidak hanya dapat memberikan satu pesan satu saja, tapi banyak. :)

          Yang pertama, terkadang dalam hidup kita ini kita sering mengalami yang namanya ditipu / dibohongi. Ya kan? Adanya ketidakjujuran. :) Sebenarnya, ketidakjujuran yang ada disekeliling kita bisa menjadi alat untuk menjatuhkan atau justru alat untuk belajar. Yang dimaksud menjadi alat yang menjatuhkan adalah ketika kita sedang berada dalam posisi 'kena tipu' dan kita menanggapi hal tersebut dengan kemarahan yang tidak akan berhenti sebelum kita mendapat kebenaran atau keadilan, maka tanggapan yang menjadi tingkah laku kita adalah alat yang menjatuhkan kita sendiri. Mengapa menjatuhkan diri kita sendiri? Karena secara tidak langsung, kita dikuasai oleh amarah kita sendiri. Artinya, kita sudah gagal terlebih dahulu jika kita ada didalam medan perang. :) Memang boleh saja kita menuntut kebenaran terungkap atau keadilan terjadi dari ketidakjujuran yang kita alami, tetapi terkadang tidak semua hal yang tidak jujur itu harus atau menjadi kewajiban untuk diungkap. Ketika kita tidak dapat mengungkap, justru kita bisa tahu bahwa apa yang kita alami (ketidakjujuran) bisa saja merupakan ujian bagi pribadi kita masing - masing. Dan soal ungkap mengungkap, kalian pernah dengar tidak suatu kalimat yang berkata," kebenaran pasti terungkap". See? :) Tunggu saja, yang namanya keburukan tidak akan bertahan untuk selamanya. :)

          Yang kedua, setiap perbuatan baik ataupun jahat pasti ada akibatnya. :) Bisa akibat yang menyenangkan, bisa juga akibat yang tidak menyenangkan. Nah, tinggal kalian pilih saja kalau memang mau akibat yang menyenangkan tentu kalian tahu perbuatan seperti apa yang harus dilakukan. :) Tapi bukan akibat itulah yang menjadi inti pesan yang kedua. Seringkali beberapa diantara kita mungkin ada yang berpikir sepintas atau memang benar - benar dipikirkan bahwa "kita sudah sering kok berbuat baik, tapi juga toh ga ada hasilnya". Ada kan yang seperti itu? Kalo ada yang ga pernah berpikiran seperti itu, BAGUS SEKALI. :D 
          Setiap perbuatan, dilihat dari sisi manapun, sebenarnya arti melakukan sesuatu itu seperti menabur. Kita berbuat, kita menabur benih. Dan kita semua tahu, bahwa yang namanya menabur benih itu yang akan terjadi adalah mendapat buah dari benih yang ditabur. Tapi, karena waktu yang belum matang atau memang belum cukup waktu untuk menghasilkan buah, bukan berarti kita tidak akan mendapat buahnya sama sekali. Menunggu, hal yang banyak orang bilang tidak menyenangkan, tetapi kesabaran yang ada seperti pupuk untuk buah yang dihasilkan. :) Dalam hidup ini, ada pentingnya untuk memupuk (bukan harta) kebajikan. :) " Yang namanya niat baik pasti mendatangkan hasil yang baik, kalau pilihan kita pada niat yang buruk, tak perlu ditebak, kita pun tahu apa hasil yang didapat kan? " :)

Itu yang bisa saya ambil dari kisah sederhana diatas, bagaimana dengan kalian? Adakah yang punya pelajaran yang berbeda? Mari di-share-kan bersama... :) Banyak pelajaran yang kita terima akan semakin banyak yang kita sebarkan dan tabur. :) 

Semoga posting kali ini bisa bermanfaat buat siapa saja.. :)

God bless... :)
 

Selasa, 06 November 2012

Memaafkan ^^


Sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2010/06/03/memaafkan/




Posting kali ini saya mau bahas yang berbau love temannn.. XD

Galau - galau dikit di blog boleh lah yaa.. XD Yang penting galau saya ga keluar dari jalur.. hehehe..

Sudah beberapa minggu yang lalu saya ingin menuliskan ini, tapi yah sama aja seperti positng yang sebelumnya. Waktu menulis di blog adalah waktu yang saya korbankan untuk fokus kuliah dan beberapa kegiatan yang saya ikuti.. 

Memaafkan... Satu kata ini termasuk juga didalam satu kata yang lainnya, yang kita sebut CINTA. Menurut saya memaafkan itu bagian dalam cinta. :) 

Jadi begini cerita singkatnya... (baca:saya curcol yaa) 
          Kita semua sudah merasakan bukan yang namanya jatuh cinta tu seperti apa? :D Begitu juga dengan saya. :) Ga perlu terlalu detail saya ceritakan, langsung pada intinya. Saya menyayangi, jatuh cinta, dan suka pada seseorang yang ternyata tidak serius seperti yang saya lakukan. Akhirnya, yang saya rasakan kecewa berat. Kami lost contact selama beberapa minggu. Setelah beberapa minggu tersebut, akhirnya dia menghubungi saya lewat jejaring sosial dan mengatakan "maaf untuk apa yang sudah dia perbuat". 
          Respon saya, saya tidak dapat langsung membalas pesan yang dikirim tersebut. Alasannya karena saya masih menyimpan rasa sakit. :) Tepat dihari saya menerima pesan tersebut, saya melihat satu kalimat dari teman saya dalam jejaring sosial, yang bunyinya :

"Kita merasakan sakit, karena kita hidup"
-Charlie St. Cloud-
 
           Meskipun teman saya hanya mengkutip kalimat dari film, tapi saya sangat berterima kasih. Karena kalimat tersebut, dapat membuat saya meredakan emosi setelah menerima pesan, dan kedua saya sadar betul arti dari kalimat itu. Secara langsung saya juga berpikir, kalau kita tidak mau merasakan sakit entah dalam sebuah proses atau apapun itu yang ada dalam hidup, kalau begitu kita jangan hidup, jangan punya harapan, dan lain - lain. Hidup tidak lepas dari sakit, proses, kebaikan, tujuan, dan masih banyak lagi. 
           Apa yang sebelumnya saya alami itu adalah proses buat saya. Saya mencoba diam selama sehari dan mengkoreksi diri sendiri. Saya sadar kenapa saya merasa emosi yang tidak stabil waktu menerima pesan itu. Sangat tidak bijak kalau saya tidak membalas, dan lebih tidak bijak lagi jika saya tidak memaafkan. Kalau menyayangi saja saya berani, artinya saya siap dengan resiko atau konsekuensi yang didapat. :) 

Bagaimana dengan kalian? :)
Apakah memaafkan masih menjadi hal yang tersulit untuk dilakukan?

Tidak ada salahnya selain kita mengkoreksi kesalahan seseorang yang menyakiti, kita pun juga mengkoreksi diri lebih lagi. :) Bukan untuk kebaikan diri kita sendiri kalau kita bisa memaafkan, tapi baik buat mereka yang secara sengaja atau tidak sengaja menyakiti kita. 

God blessss... :)


" Melakukan kasih (mencintai) artinya berani untuk mengambil resiko (merasakan sakit dan mampu memaafkan) " -unknown-
 

Jumat, 26 Oktober 2012

Kisah Arloji yang Hilang

Hola temann... :)

This time kita bakal bahas dan belajar soal apa hubungan ketenangan dengan jam arloji.:)

Pertama, kita mau lihat bagaimana seorang tukang kayu belajar tentang ketenangan dari seorang anak kecil tentang jam arloji.. :)

               Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di atntara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakai cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu. 

               Teman - teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia - sia saja. Arloji kesayangannya itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut. Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia berjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Ia berjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia - sia. Tapi anak ini cuman seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.

"Bagaimana cara engkau mencari arloji ini?", tanya si tukang kayu.

"Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi  tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu dimana arloji itu berada.",jawab anak itu.

               Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam "kesibukan dan kegaduhan". Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan. "Segenggam ketenangan lebih baik daripada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin."

Bukan cerita ringan untuk hanya dibaca dan dipahami saja kan teman - teman? :)

Tapi memang benar kadang disaat situasi yang mendesak kita dan kecemasan serta keraguan datang sehingga membuat kita tidak dapat menghadapi situasi atau apapun itu seringkali kita lupa bahwa ketenangan sebenarnya langkah awal yang memang baik untuk dilakukan terlebih dulu. :)

Sabtu, 20 Oktober 2012

Love and Learn :)

Disaat kamu ingin melepaskan seseorang..ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya
Disaat kamu mulai tidak mencintainya...ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya
Disaat kamu mulai bosan dengannya...ingatlah selalu saat terindah bersamanya
Disaat kamu ingin menduakannya...bayangkan jika dia selalu setia

Saat kamu ingin membohonginya...ingatlah disaat dia jujur padamu
Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu
Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu,
Kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu

Yang indah hanya sementara
Yang abadi adalah kenangan
Yang ikhlas hanya dari hati
Yang tulus hanya dari sanubari

Tidak mudah mencari yang hilang
Tidak mudah mengejar impian
Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada
Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga

Ingatlah pada pepatah,
"Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"
Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif....
Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas
Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa, namun...

Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi
Sehelai benang pun tak bisa dimiliki
Apalagi yang mau diperebutkan
Apalagi yang mau disombongkan

Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani
Jangan terlalu perhitungan
Jangan hanya mau menang sendiri
Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita

Belajarlah tiada hari tanpa kasih
Selalu berlapang dada dan mengalah
Hidup ceria, bebas leluasa...
Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan....
Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan
Tak ada dendam yang tak bisa terhapus...


^_^

KERANG

Sumber : http://photodanceritanyata.blogspot.com/2011/02/kerang-di-pasir.html


Waktu kerang mencari makan, ia akan membuka cangkang penutup badannya. Buka,tutup, buka,tutup.

Suatu hari disaat cangkang seekor kerang muda terbuka, sebutir pasir masuk ke dalam cangkang kerang itu. Sang kerang muda menangis sambil memanggil-manggil ibunya.

"Bu sakit bu..ada pasir masuk ke dalam tubuhku".
Sang ibu menjawab: "Sabar ya nak, jangan pedulikan sakit itu, bila perlu berikanlah kebaikan pada sang pasir yg menyakitimu itu".

Kerang muda pun menuruti nasihat ibunya. Ia menangis, tapi air matanya ia gunakan untuk membungkus pasir yg masuk ke dalam tubuhnya.
Hal itu terus menerus dia lakukan. Dengan baluran air mata itu, rasa sakitnya pun berangsur berkurang bahkan hilang sama sekali.

Beberapa saat kemudian, kerang2 itu dipanen. Kerang yg ada pasirnya dipisahkan dari kerang yg tdk ada pasirnya. Kerang tak berpasir dijual secara obral di pinggir jalan menjadi 'kerang rebus'. Sedangkan kerang yang berpasir dijual ratusan bahkan ribuan kali lipat lebih mahal.

Mengapa begitu?
Karena butiran pasir berbalut air mata yang ada di dalam kerang itu telah berubah menjadi Inti Mutiara.

Sama dg kita, bila dalam hidup ini kita tak pernah ditempa oleh kesulitan maka kita tidak akan punya nilai tinggi dan akan bernasib seperti kerang rebus yang dijual secara obral di pinggir jalan.

Sebaliknya kalau kita mampu menghadapi tiap kesulitan bahkan mampu memberi manfaat pada org lain ketika kita mendapat kesulitan, kita akan menjadi kerang Mutiara yg sangat dibutuhkan orang dan yg kita hasilkan juga dipakai oleh orang2 terhormat.
Hidup adalah pilihan.
Anda boleh memilih menjadi kerang rebus atau Mutiara....
atau hanya sebutir pasir yg bikin air mata orang lain mengalir ?


God bless :)

KASIH itu TIDAK MENUNDA - NUNDA ^^

Lamanyaaaa ga nulis di bloggg.. :(

Selalu mencoba untuk tetap menulis di blog saat waktu-waktunya tes itu ga mudah buat saya.. 
Jadi sering deh ketunda nulisnya.. 


Sumber : http://youneveralone.wordpress.com/2011/11/23/kasih/


So...

Kemarin (entah kapan saya lupa), saya mendapat satu pelajaran lagi yang bagus untuk dishare ke teman - teman. :) 

Kita mau bahas tentang kasih yang tidak menunda -nunda. :)
Kalau dibaca tentang kasih itu tidak menunda - nunda kita pasti setuju, karena toh menunda - nunda itu tidak baik, betul bukan? Tapi bagaimana kalau salah satu dari ciri - ciri kasih yaitu memberi. Berbicara kasih berbicara pula tentang memberi. Bayangkan kalau kita ada di posisi memberi, apakah biasanya akan menunda - nunda? :) Bukan mengalihkan pembicaraan mengenai kasih tadi kepada memberi tetapi kita akan membicarakan semuanya karena kasih dan memberi itu saling berkaitan. :)

Sejauh ini yang saya lihat ketika seseorang mengasihi seseorang lainnya yang berada disekitar mereka maka akan bergerak cepat untuk memberi bantuan. Melakukan apa yang bisa dilakukan pada saat itu. :) 

Tetapi saya juga tidak akan berbohong untuk tidak mengatakan bahwa ada juga kebalikan dari yang saya lihat tadi dalam kehidupan di sekitar saya. Seseorang pernah bercerita kepada saya bahwa," Jangan terlalu percaya kepada pengemis yang ada dijalan - jalan yang sering kita temui. Karena belum tentu mereka itu mengemis karena benar - benar membutuhkan uang atau membohongi dengan penampilan mereka sebagai pengemis untuk mendapatkan uang". 

Saya mendapat pernyataan seperti itu kira - kira waktu saya masih duduk di SMP. Memang masih dalam usia dimana tidak berpikir terlalu jauh dan mencerna lebih lagi dari perkataan seseorang, karena itu saya jadi membawa pernyataan itu untuk menentukan tindakan saya. Saya jadi memiliki suatu pola pikir dimana pernyataan itu masuk dalam pola pikir tersebut. Sejak saat itu ketika saya menemui pengemis dipinggir jalan, atau dimanapun saya yang biasanya memberikan uang yang rela saya berikan berubah menjadi memberi dengan berpikir terlebih dahulu, melakukan kasih sembari memikirkan dahulu mau diberikan atau tidak. Alasannya seperti itu simple sekali, karena saya berpikir kalau benar yang dikatakan seseorang tadi berarti mereka adalah pengemis yang berbohong. Dan itu sangat sangat sangat tidak baik. Bukannya jauh lebih baik ketika mau memberi kasih ya lakukan saja, tanpa berpikir? Itu baru yang dinamakan kasih yang tulus. :)

Ketika saya mendapatkan pelajaran soal kasih itu tidak menunda - nunda cerita diatas ini yang langsung terlintas dipikiran saya. Ternyata selama ini saya terpengaruh begitu jauh dengan kebiasaan dan pola pikir orang - orang yang ada disekitar saya tentang memberi kasih. Thanks God kalau saya masih boleh mendapat pelajaran lainnya yang bisa memutar balikkan untuk bisa lebih baik. 

Sebenarnya mengasihi orang lain itu tidak ada dalam jadwal yang harus kita miliki dan lakukan. Justru mengasihi orang lain itulah yang ada dalam jadwal orang yang membutuhkan kasih. Karena kalau kita di posisi harus memiliki jadwal mengasihi orang lain, justru kitalah yang membutuhkan kasih ketimbang mereka yang akan kita beri kasih. :)

Dari cerita yang saya sharekan tadi, pernah saya lakukan. Ketika dalam lingkungan atau diluat lingkungan, saya jadi menghambat atau menunda diri saya untuk memberikan kasih. Ketika seseorang datang ke rumah untuk meminta sumbangan, dan lain sebagainya saya jadi ragu - ragu untuk memberi dan jadi menunda untuk memberi kasih. Padahal, belum tentu kan orang - orang yang hadir dalam hidup kita dimana mereka membutuhkan kasih adalah orang - orang yang memanfaatkan kita.. :)

Dan juga tahukan kamu bahwa orang - orang yang miskin, sakit, menderita, dan lain - lain bukan perjumpaan yang kebetulan saja kita bertemu dengan mereka? 

Disaat kita bertemu dengan mereka, kita sedang belajar untuk mengasihi saat kita sedang melakukan sesuatu untuk orang tersebut dengan tidak mengharapkan imbalan apapun. 

Kita belajar untuk mengasihi mereka ketika membantu orang lain dengan mengorbankan jadwal, waktu, kenyamanan, atau bahkan uang kita. :)

Sungguh ini adalah pelajaran yang benar - benar berharga buat saya. Mengubahkan saya, dan memberi saya hal yang baru untuk dipelajari dan dilakukan. :)

Bisa saja setelah kalian membaca ini, atau keesokannya, kalian bertemu dengan siapapun, itu adalah KESEMPATAN untuk kita dan memberikan kita pilihan : Apa kita akan mengambil momen itu atau kita akan membiarkannya pergi begitu saja? :) Tentunya bukan menjawa asal saja, kita semua perlu merenungkan dan menjawab dalam hati untuk menjadi penentu tindakan kita. :)

Lebih indah rasanya kalau kemampuan mengasihi itu terus bertumbuh pada setiap individu. :)

Semoga tulisan ini berguna ya buat kita semua. :)


Tuhan memberkatiiii.. :)

- Saat kita tahu sesama kita membutuhkan bantuan, langsung lakukan sesuatu yang dapat membantu meringankan bebannya. Karena Tuhan meletakkan mereka dijalan hidup kita agar kasih kita kian bertumbuh - (unknown)

Jumat, 19 Oktober 2012

Cerita Sahabat : Bagian Kedua

Finaly!! Bisa nge-blog lagi... XD

Luangin waktu buat nge-blog akhir - akhir ini rada susah temannnn... 
Malam ini nulis nih harus bener - bener membuat waktu sendiri, kalo ga, ga akan bisa nge-blog lagi untuk malam ini... XD

Harus diakui... Masuk kuliah dan jadi kura-kura (KUliah RApat - KUliah RApat) buat saya pribadi ga gampang, harus kerja keras ngatur waktu dan ga dipungkiri juga kalau harus ada yang dikorbanin waktunya, yah termasuk waktu untuk nge-blog.. XD

Okeee cukupp basa - basinya.. Banyak banget yang mau dituangin.. Takut keburu ngantuk trus rasa malasnya datengg.. XD

Let's write! (for me)        Let's read for you,guys.. :D


          Dua minggu yang lalu adalah satu minggu full dimana saya banyak sekali pergi dengan sahabat - sahabat. Pergi disini yang dimaksud adalah pergi 'nongkrong'. Benar - benar seminggu kegiatan tetap saya adalah pergi bareng sahabat - sahabat saya. Boleh dibilang kalau mama papa tau saya sering pergi mungkin saya bisa dapat ceramah, tapi mereka engga tau. Jadi otomatis saya tidak mendapat ceramah sedikitpun. Dan meskipun ketahuan dan saya dapat ceramah dari mama papa, saya akan tetap menganggap banyaknya waktu jalan - jalan yang ada bersama sahabat - sahabat saya itu bukan hal yang sia - sia, tapi berharga. Karena banyak yang saya pelajari dari seminggu pergi bersama mereka. :) BUKAN JALAN - JALAN BIASA... hohoho.. XD Dan khususnya, saya jadi punya waktu bisa bertemu sahabat saya, karena begitu masuk kuliah kita uda pada sibuk masing - masing. Jadi teman - teman bisa bayangkan betapa berharganya waktu yang ada untuk bisa kumpul dan share banyak hal.. :)

          Di hari minggu, setelah menghabiskan waktu dari senin sampai sabtu, saya baru berpikir bahwa bisa dikatakan seminggu itu waktu yang memang sudah seharusnya ada untuk sahabat. Hari pertama, senin, jalan sama si A (inisial), saya dapat satu pelajaran yang baik, hari kedua juga, hari selanjutnya juga, sampai hari sabtu. Jadi disetiap pertemuan itu saya selalu mendapat pelajaran dari apa yang disharekan sahabat - sahabat saya. Selain saya tidak pernah beranggapan membuang waktu ketika harus bersama sahabat dimana saya sedang sibuk, saya juga tidak menyesal atas seminggu yang ada bersama mereka. :) Precious time

          Uhmmm... Saya excited banget untuk ceritain secara detail ke teman - teman, apa aja yang saya dapat dari sahabat - sahabat saya. Tapiiiiiiiiii... Itu bakal jadi cerpen kalau saya share kan smua.. Jadi saya ambil garis besarnya saja.. hehehe... 

"Tidak akan pernah salah untuk berharap, yang salah adalah ketika kita berjalan merencanakan segalanya terlebih dahulu dari harapan yang ada dan memaksa bahwa apa yang kita rencanakan harus terjadi sesuai yang diinginkan."

" No matter how good a friend is, they're still going to hurt you and you've no choice except forgive them.

"IKHLAS DAN BERSYUKUR, dua hal yang seringkali tidak disadari oleh setiap manusia bahwa keduanya itu berjalan seiringan.Ketika salah satunya tidak ada, maka akan jauh lebih susah untuk menghilangkan kecewa yang kita dapatkan."

"CINTA. Satu kata, simple, abstrak untuk diartikan, free untuk dirasakan, namun tidak mudah untuk menemukan yang sejati."

"Perbedaan itu melengkapi, bukan menjadi pemisah."

"Cemburu ada pada diri seseorang yang tidak memiliki kepercayaan dasar pada dirinya bahwa ia mampu untuk menjaga apa yang telah dimiliki."


          Itu teman - teman.. Dari senin sampai jumat, dengan orang yang berbeda - beda saya mendapat pelajaran seperti diatas. :) Enam garis besar yang dapat saya simpulkan, yang bisa saya bagikan buat teman - teman. :)

          Jadi selama 6 hari saya kumpul bareng sahabat - sahabat diwaktu dan tempat yang berbeda, pelajaran - pelajaran yang ada juga beda dan buat saya semuanya punya makna sendiri. Sayangnya, saya ga bisa menjelaskan satu per satu dari garis besar yang saya kasih ke kalian. Karena penjelasan itu cerita sahabat - sahabat saya, dan itu bukan suatu hal yang untuk disharekan ke publik. 

          Diakhir nge-blog ini, saya cuma mau menyampaikan kalau garis besar yang saya sampaikan dari cerita sahabat - sahabat, sebenarnya kita semua mengalami atau mempelajari didalam hidup. Saya pernah mengalami apa yang sahabat saya alami. Kecewa, jatuh cinta, memahami mengapa ada perbedaan, harapan, persahabatan, dan lain - lain. Semoga aja, garis besar yang saya share kan diatas bisa jadi sebuah pelajaran singkat buat teman - teman, walaupun kalian tidak bisa mengetahui secara lebih luas dibalik satu atau dua kalimat yang saya jadikan pesan. :)

          Satu pesan lagi yang ingin saya sampaikan, ketika saya mendengarkan sahabat - sahabat saya bercerita saya bahagia. Bukan bahagia diatas penderitaan, tapi saya bahagia karena dengan kerelaan mereka bercerita didepan saya, saya tahu lebih lagi tentang mereka. dan saya suka menjadi tempat sampah mereka. Tempat sampah dimana ada  Air mata, celoteh kasar karena amarah mereka, keluh kesah, ekspresi - ekspresi wajah mereka, gertakan mereka, dan masih banyak lagi. Apa yang mereka keluarkan, berikan dihadapan saya, itu semua adalah bagian saya untuk menerima. Pastinya juga bukan hanya menerima, tapi menghibur, menemani sampai mereka puas bercerita. Bagaimana dengan kalian? Apakah ada disaat - saat ini kalian mendapati seorang sahabat yang tidak bisa menumpahkan perasaannya? Kalau iya, dan mereka tidak datang - datang juga kepada kalian, saya cuma mau saran kecil saja, "datangi mereka, peluk, beri kasih buat mereka". Nanti kamu akan tahu sendiri, makna persahabatan dan bagaimana mereka secara tidak langsung menjadi guru kehidupan buat kalian. :)


Semangat menjadi sahabat, guys! :)
Keep on fire for your bestfriend.. :)
God bless you.. :)