Pada suatu malam Natal yang cerah, Martin Luther berjalan pulang melalui sebuah hutan. Di balik dahan-dahan cemara yang gemerisik dan berbau harum, ia melihat kilauan beribu-ribu bintang. Bagi Luther, bintang-bintang itu seolah menempel pada dahan-dahan pohon. Pemandangan itu sangat indah. Dan pada malam yang istimewa itu, pemandangan tersebut menampakan keagungan Allah yang ingin ia bagikan kepada keluarganya.
Ia memotong sebuah pohon cemara kecil dan membawanya pulang. Anak-anaknya terheran-heran melihat Luther menyalakan lilin-lilin dan menaruhnya di atas dahan-dahan pohon itu. Lalu, keluarganya berdiri mengelilingi pohon itu dan menyanyikan lagu pujian kepada Tuhan.
Kita tidak tahu apakah ini benar-benar pohon natal yang pertama atau bukan, namun yang jelas selama berabad-abad orang-orang kristen telah menurunkan tradisi ini dari generasi ke generasi. Bagi banyak orang, pohon cemara yang dalam bahasa Latin bernama Lignum Vitae atau "Pohon Kehidupan" menggambarkan banyak kebenaran yang luar biasa dalam Kitab Suci. Dahannya yang selalu hijau dan segar merupakan lambang kebangkitan di tengah musim dingin, saat pohon-pohon lain tidak berbuah.
Dari sekilas legenda pohon natal yang saya temukan ini, saya suka dengan kalimat terakhir di paragraf terakhir. "Dahannya yang selalu hijau dan segar merupakan lambang kebangkitan di tengah musim dingin, saat pohon-pohon lain tidak berbuah"
Dari kalimat terakhir itulah yang memberikan kita ciri atau karakter sebuah pohon cemara.
Karakter yang baik bukan? =D
Karakter yang baik atau kuat itu dapat dibentuk, dapat dibangun. Kita ini seperti dahan. Tinggal bagaimana kita menjadikan diri kita ini dahan yang selalu hijau dan segar atau tidak?
Sudahkah kita punya karakter sebagai dahan yang selalu hijau dan segar?
Ada yang pernah bertanya pada saya, "Apa iya kita harus punya karakter yang baik? Asalkan kita bisa menjalankan hidup dengan baik bukankah itu sudah cukup baik juga?"
Hmm... Kalau menurut saya, kisah legenda pohon natal di atas adalah memberi pelajaran bahwa pohon cemara yang baik itu punya karakter yang baik juga. Ketika kita menjalankan kehidupan dengan baik, belum tentu karakter kita juga baik. Belum tentu selalu hijau dan segar.
Jawaban seperti itu yang seharusnya saya berikan kepada seseorang yang menanyakan itu. Tapi waktu itu saya belum kepikiran.. hahaha.. XD Hanya saja setelah membaca legenda ini saya jadi ingat pertanyaan itu dan jadi tahu bagaimana seharusnya saya menjawab waktu itu.
Semoga teman-teman juga bisa belajar dari legenda pohon natal diatas yaa.. :D
God bless

Tidak ada komentar:
Posting Komentar