Seorang pria, satu - satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar di pulau yang kecil dan tak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelamatkannya, dan setiap hari ia mengamati langit mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada satupun yang datang.
Dalam kelelahannya, akhirnya dia berhasil membangun sebuah gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia miliki. Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar, asapnya mengepul kelangit. Dan yang paling parah, hilang semuanya. Dia sedih dan marah. "Tuhan, teganya Kau melakukan ini kepadaku," katanya sambil menangis.
Pagi - pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya. "Bagaimana kamu tahu bahwa aku disini?" tanya pria itu kepada penyelamatnya. "Kami melihat tanda asapmu," jawab mereka.
Kira - kira dari kisah sederhana diatas, apa yang teman - teman peroleh?
Jika saya kumpulkan jawabannya pasti banyak dan bermacam - macam.
Jika saya kumpulkan jawabannya pasti banyak dan bermacam - macam.
Tapi kalau boleh saya menyimpulkan, jika kita melihat dari kisah pria diatas, "Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu dalam setiap bagian kehidupan kita," Betul begitu bukan teman - teman?
=D
Saya baru saja kehilangan beberapa sosok yang saya banggakan, yang saya kasihi, dan yang saya andalkan. Tetapi mereka semua hilang dan pergi begitu saja. Apa yang dilakukan pria diatas setelah mengetahui bahwa gubuknya terbakar adalah hal yang sama yang saya lakukan ketika saya ditinggal, dikecewakan, dan dibuang. Saya sempat bertanya, mengapa hal ini terjadi pada diri saya? Saya tidak melakukan kesalahan apapun terhadap mereka, tetapi mengapa mereka melakukan itu?
Kira - kira seperti itu yang saya keluhkan. Kejadiannya memang tidak sama dengan kisah pria diatas, tetapi saya dan pria dalam kisah diatas sama - sama kehilangan banyak hal. Gubug kami terbakar, dan sebenarnya kami butuh pertolongan. =D Tapi untuk "pertolongan" itu kami mengorbankan banyak hal yang ternyata tidak kami sadari kalau itu adalah cara yang memang sudah Tuhan rencanakan. Dan perlu saya tekankan kembali, bahwa memang sungguh benar Tuhan itu bekerja dalam segala bagian dalam kehidupan kita. =D
Terkadang, kita mudah sekali menyerah dalam keadaan buruk bukan?
Mungkin jika diantara teman - teman mengatakan "ahh.. tidak juga kok.. Aku tidak mudah menyerah.."
Tapi, kadang teman - teman mengeluh bukan?
Menyerah dan mengeluh. Selalu bergandengan tangan ketika masalah buruk datang dalam kehidupan manusia. Berusaha masuk dalam celah - celah yang terlihat dan membuat kita menerimanya lalu mengeluh dan menyerah.
Tapi dari kisah diatas, saya belajar sesuatu teman - teman...
Keadaan boleh membawa kita merasakan kesusahan, kesedihan, kekecewaan, dan lain - lain, tetapi "JANGAN GOYAH, JANGAN MENYERAH, JANGAN BERHENTI, ATAU MELAKUKAN APAPUN YANG MEMBUATMU MENGATAKAN ...GIVE UP... "
=D
Saya baru saja kehilangan beberapa sosok yang saya banggakan, yang saya kasihi, dan yang saya andalkan. Tetapi mereka semua hilang dan pergi begitu saja. Apa yang dilakukan pria diatas setelah mengetahui bahwa gubuknya terbakar adalah hal yang sama yang saya lakukan ketika saya ditinggal, dikecewakan, dan dibuang. Saya sempat bertanya, mengapa hal ini terjadi pada diri saya? Saya tidak melakukan kesalahan apapun terhadap mereka, tetapi mengapa mereka melakukan itu?
Kira - kira seperti itu yang saya keluhkan. Kejadiannya memang tidak sama dengan kisah pria diatas, tetapi saya dan pria dalam kisah diatas sama - sama kehilangan banyak hal. Gubug kami terbakar, dan sebenarnya kami butuh pertolongan. =D Tapi untuk "pertolongan" itu kami mengorbankan banyak hal yang ternyata tidak kami sadari kalau itu adalah cara yang memang sudah Tuhan rencanakan. Dan perlu saya tekankan kembali, bahwa memang sungguh benar Tuhan itu bekerja dalam segala bagian dalam kehidupan kita. =D
Terkadang, kita mudah sekali menyerah dalam keadaan buruk bukan?
Mungkin jika diantara teman - teman mengatakan "ahh.. tidak juga kok.. Aku tidak mudah menyerah.."
Tapi, kadang teman - teman mengeluh bukan?
Menyerah dan mengeluh. Selalu bergandengan tangan ketika masalah buruk datang dalam kehidupan manusia. Berusaha masuk dalam celah - celah yang terlihat dan membuat kita menerimanya lalu mengeluh dan menyerah.
Tapi dari kisah diatas, saya belajar sesuatu teman - teman...
Keadaan boleh membawa kita merasakan kesusahan, kesedihan, kekecewaan, dan lain - lain, tetapi "JANGAN GOYAH, JANGAN MENYERAH, JANGAN BERHENTI, ATAU MELAKUKAN APAPUN YANG MEMBUATMU MENGATAKAN ...GIVE UP... "
Ingat teman - teman..
Jika gubugmu terbakar, mungkin itu "TANDA ASAP" untukmu..
Tanda asap yang bisa saja membawamu menuju pada sebuah jalan baru, hal yang menyenangkan, dan sebagainya. =D
Jika gubugmu terbakar, mungkin itu "TANDA ASAP" untukmu..
Tanda asap yang bisa saja membawamu menuju pada sebuah jalan baru, hal yang menyenangkan, dan sebagainya. =D
Ketika ada kejadian negatif terjadi dalam hidup kita, sekali, dua kali, tiga kali, berkali - kali, cobalah untuk berkata pada dirimu sendiri bahwa pasti Tuhan punya sisi positifnya dan akan berkali - kali lipat pula Ia memberikan sisi positif itu untuk mengusir yang negatif
^_______^
D-O-N-'T G-I-V-E U-P !!!\
D-O-N-'T G-I-V-E U-P !!!\
Go bless you
=D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar