Pada suatu waktu, seorang pemahat terkenal memahat dua buah patung pada saat yang sama. Satu patung dikerjakan secara tertutup di rumahnya, dia mengerahkan segala keahliannya dan rasa seninya untuk mengerjakan patung tersebut sebaik mungkin.
Sedan patung kedua dikerjakan secara terbuka di alun-alun kota, dikerjakan dan diperbaiki sesuai kritik, saran, dan pendapat orang-orang yang melihat.
Akhirnya kedua patung tersebut selesai dibuat, dan keduanya dipamerkan pada khalayak ramai di gedung serba guna kota itu. Kedua patung diletakkan berdampingan, berselubung kain.
Ketika tiba waktunya pembukaan pameran, kedua selubung pun dibuka, dan . . .
satu patung mendapat pujian dan decak kagum, sedangkan patung kedua mendapat kritikan dan celaan. Pemahat tersebut tersenyum, "Saudara - saudara, patung yang anda puji adalah hasil karya saya yang saya kerjakan sendiri di rumah saya; sedangkan patung yang anda kritik habis-habisan adalah hasil dari seluruh kritikan anda yang saya terapkan tanpa membantah."
=D
Jika saat ini teman-teman diberi pilihan... Dari kisah di atas...
Patung mana yang akan teman-teman hasilkan dalam hidup kalian???
Apakah kalian akan menghasilkan patung dengan mendengar banyak kritikan dan sudut pandang orang luar???
Atau kalian menutup telinga rapat-rapat dan fokus mengerjakan patung dengan kesungguhan hati dan niat???
Kita semua punya pilihan masing-masing...
Tidak ada yang boleh menyalahkan pilihan masing-masing pribadi, bukan?
Tetapi prosesnya lah yang sangat berharga, dan hasilnya yang menentukan...
Kritik... Point kisah diatas itu bukan?
Tapi teman-teman bisa lihat bagaimana proses pengerjaan kedua patung itu dan hasilnya...
Patung yang dikritik menjadi patung yang mendapat banyak celaan dan hina.. Mengapa?
Karena selama prosesnya patung itu dikerjakan dengan menerapkan krtik yang didapat, tidak fokus dikerjakan untuk menghasilkan karya seni yang sungguh - sungguh dari hati..
Itu sama dengan bagaimana kita memilih jalan untuk menghasilkan patung dalam hidup kita masing-masing.. =D
Story by : 100 Renungan populer sepanjang masa, Chandra Suwondo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar