Senin, 10 Juni 2013

About Love Part II

Bagaikan bibit . . .

Impian . . .
Beri bahagia
Beri duka
Beri integritas
Beri kehormatan
Beri tantangan

Impian . . .
Sanggupkan diri untuk bangkit
Sanggupkan diri untuk berlutut
Sanggupkan diri untuk menatap awan
Sanggupkan diri untuk senyum
Sanggupkan diri untuk berbalik
Sanggupkan diri untuk melangkah

Impian . . .
Awalnya 
Bagaikan sinar mentari
Bersinar cerah
Tunjukkan harapan dan doa

Impian  . . .
Tengahnya 
Penuhi tantangan
Beri peluh tiada henti
Tunjukkan jalan berkabut dan berbatu

Impian . . .
Jalannya 
Bagaikan kaki yang harus melangkah 
Tanpa sekalipun tak boleh tuk berhenti
Bagaikan mata yang harus tetap benderang
Tanpa sekalipun tak boleh redup,
walau tiga lima entah berapa detik pun

Impian . . .
Akhirnya 
Mampu beri senyum merekah
Mampu usap peluh tak henti
Mampu beri goresan luka
Mampu menghidupkan lebih lagi

Semua itu . . .
Narasi impian
Hasil beragam impian
Tapi manusia . . .
Pelaku impian
Pemimpin impian

Meski gagal
Meski berhasil
Meski terlupakan
Meski belum usai
Meksi sudah menjadi rongsok


Tangan . . Kaki . . Pikiran . . Hati
Bahkan Peluh
Tak mampu kalah 
Dari besarnya proses impian
Yang bagaikan bibit

Kuat  . . Tertanam . .
Bertumbuh . . Berproses . .
Bermetamorfosa :)
 

 

   

Minggu, 09 Juni 2013

Tidak Lupa Diri..

Pada masa yang sama, Rick Warren, penulis buku Purpose Driven Life, mengalami dua hal yang bertolak belakang. Ia menuai kesuksesan besar karena bukunya tercetak hingga 15 juta eksemplar. Namun bersamaan dengan itu, hatinya merasa berat karena istrinya, Kay, diserang kanker.
Menyikapi hal bertentangan ini, Rick berkata, "Saya terbiasa berpikir bahwa hidup adalah deretan gunung dan lembah-kita berjalan melalui saat-saat gelap, mencapai puncak gunung, kemudian kembali lagi, begitu terus-menerus. Kini saya tidak percaya itu lagi. Hidup ini lebih seperti dua jalur kereta api yang menyatu di ujung, dan di sepanjang waktu Anda akan menjumpai hal baik dan juga hal buruk.

Sebanyak apa pun hal baik yang Anda terima, Anda tetap akan menghadapi hal buruk yang mesti diatasi. Sebaliknya, seburuk apa pun hidup yang Anda jalani, selalu ada hal baik yang dapat disyukuri."
Menyadari bahwa manusia tak dapat menghindar dari hidup yang berdinamika seperti dua "jalur kereta", ada tiga nasihat sederhana tetapi sangat penting untuk selalu dilakukan, dalam segala keadaaan-baik dan buruk-yakni: bersukacita, berdoa, mengucap syukur. Agar ketika suka datang, manusia tak menjadi takabur. Atau, ketika duka menyapa, manusia tak menjadi habis asa.
Sebab, sesungguhnya melalui jalan ini Tuhan menolong manusia untuk selalu melihat hidupnya secara seimbang. Bahwa hidupnya terselenggara bukan karena kekuatannya sendiri, tetapi selalu ada Tuhan yang berdaulat. Dan, bahwa manusia hidup bukan hanya untuk menikmati dunia, tetapi bahwa ada urusan kekekalan yang harus dipersiapkan sekarang.


DUKA DAN BAHAGIA KADANG. DATANG BERSAMAAN AGAR KITA TAK LUPA DIRI DAN LUPA TUHAN!


Selamat beraktifitas . Tuhan memberkati

Kamis, 06 Juni 2013

Menerima dengan Hati yang Tulus

      Ada sebuah kisah tentang seekor anak harimau yang ditinggalkan oleh induknya sesaat sesudah ia dilahirkan, dan harimau itu dibesarkan oleh sekawanan kambing yang bersahabat. Setiap hari anak harimau tersebut bermain bersama anak - anak kambing, menyusui pada induk kambing, dan tidur di kandang bersama - sama kambing itu.

      Lambat laun, harimau itu mulai berpikir bahwa ia adalah salah seekor kambing. Ia mencoba sekuat tenaga untuk mengembik seperti kambing, untuk menumbuhkan selera makan rumput, dan melompat - lompat seperti kambing. Tetapi bagaimanapun juga anak harimau itu tidak pernah dapat mengikuti semuanya persis sama.

      Suatu hari, seekor harimau Bengali yang sangat besar keluar dari hutan ke tanah Lapang dimana anak harimau dan kambing sedang bermain. Ia mengeluarkan auman yang dahsyat. Semua kambing ketakutan untuk bersembunyi, tapi anehnya, harimau kecil itu malah merasa tertarik pada binatang yang sangat besar itu.

      Harimau besar membawa harimau kecil turun ke sungai terdekat dan menyuruh harimau muda itu berkaca di air. Harimau kecil itu kaget dengan apa yang dilihatnya. Kemudia harimau besar duduk dan melepaskan auman yang menggema di seluruh hutan. "Mengapa kamu tidak mencoba mengaum seperti itu?" katanya mengejek. Harimau kecil berusaha meniru harimau besar, duduk dengan pantatnya, dan mengaum sekeras mungkin. Akhirnya, ia merasakan deru suara dalam kerongkongannya. Suara itu semakin lama semakin kuat, sampai akhirnya, harimau muda itu membuka mulutnya lebar - lebar dan mengeluarkan auman yang menggetarkan hutan.

      "Sejak hari itu, demikian kisah itu, harimau muda tahu bahwa IA TIDAK PERNAH DAPAT HIDUP SEPERTI KAMBING"


Nah...
Bagaimana dengan posisi dirimu hari - hari ini teman?
:)

Sudahkah sepenuhnya kita menerima semuanya dengan tulus?
Semuanya yang saya maksud adalah...
Diri kita..
Kelebihan kita
Kekurangan kita
Keunikan kita
Rupa kita
Berat badan kita
Tinggi badan kita
Bakat kita
Kemampuan intelektual kita
Yang dimana semuanya itu berbeda dengan orang - orang disekitar kita..

Saya, sangat sangat sangat yakin tidak ada, bahkan 30% ada seorang yang memiliki suatu hal dalam diri sendiri yang sama... :)


Persoalannya adalah kita sering menemui atau bahkan mengalami tidak dapat menerima diri kita..
Karena rasa iri harti, karena rasa tidak percaya diri, dan karena tidak adanya rasa bersyukur..

Belajar dari harimau muda tadi adalah inspirasi simple kedua yang saya temui..
Sedangkan dengan inspirasi pertama saya berhubungan dengan penerimaan diri dengan tulus ini berasal dari salah seorang teman yang bercerita pada saya tentang kehidupan yang dialami dari masa sd sampai perkuliahan saat ini..

Cerita intinya adalah karena dorongan dari lingkungan dalam bahwa ia harus memiliki berat badan yang kecil membuatnya menjadi terobsesi untuk benar - benar menjauh dari berat badan yang berlebihan..
Tidak berhenti sampai timbulnya obsesi itu, tapi yang kurang baik pun terjadi.. Bahwa teman saya mulai kehilangan arah hidupnya, ia malas untuk ini itu, bahkan sempat INGIN MENGAKHIRI hidupnya..

Kita pun, mungkin sering melihat bahwa lingkungan dalam seperti keluarga atau lingkungan luar seperti teman dan sesama yang sering memojokkan atau membuat kita merasa rendah diri dengan apa yang diucapkan.. 
"Kamu gendut!"
"Hey kamu pendek!"
"Wah kaki apa tuh.. Sebesar lobak rakasasa."

Menyakitkan bukan kata - kata itu jika posisi teman - teman adalah sebagai orang yang pendek atau berlebihan berat badan. Bagi orang yang belum dapat menerima dirinnya dengan tulus, pasti ada rasa tersinggung yang walaupun intensitasnya rendah..

Nah ini lah yang diterima dan dialami oleh teman saya..

Saya sempat shocked dengan apa yang dialaminya..
Saya melihat bahwa dia adalah sosok yang kuat, yang penuh dengan canda, dan bahkan baik dalam kategori teman yang setia. 


Sepulangnya dari kuliah dimana saya mendapati cerita dari teman tersebut.. Saya duduk termenung sambil menyalakan laptop.. Tujuannya sih mau buka facebook, tapi saya jadi beralih ke rak buku saya dan mencari sebuah buku yang berisi cerita bijaksana. Saya merasa bahwa saya pernah membaca suatu kisah yang berhubungan dengan kisah teman saya..

Kisah harimau muda tadi sangat benar teman..

:)

Kamu dan saya tidak akan pernah hidup seperti layaknya orang lain yang menjadi contoh kita.. Kamu dan saya tidak akan pernah hidup seperti orang lain yang mengatakan diri kita ini dan itu dimana kalimat itu menjatuhkan diri kita..

Yang dapat membuat kita berbeda dalam arti berbeda dalam hal baik adalah DIRI KITA SENDIRI..
Yang dapat mengubah diri kita untuk menerima keadaan diri kita secara tulus adalah DIRI KITA SENDIRI..
Yang dapat mengalahkan apa yang dikatakan orang lain dimana itu tidak sesuai dengan apa yang kita rasakan adalah DIRI KITA SENDIRI..

Semua adalah awal dari kesadaran bahwa kita ini bisa untuk melakukan perubahan jika kita ingin, kita bisa untuk membuktikan bahwa ucapan orang lain yang tidak benar kita benarkan dengan hal tulus yang dilakukan.. Contohnya disini adalah menerima diri kita secara tulus.. :)

Semoga bermanfaat teman - teman...
hehe

God bless all the time.. :D

About Love Part I


Inikah ?




 



Butuh 3 detik
Seperti yang dikatakan
Hanya 3 detik
Benar - benar terbukti
3 detik yang membawa rasa

Begitu cepat
Hingga bibir ini tak mampu bergerak tuk berucap
Tapi otak ini selalu terbayang
Walau satu waktu
Seperti kilat yang tersambar
Yang tinggalkan bekas

Inikah?
Cinta pada jumpa pertama
Hening dan bahagia yang menyatu
Tak sempat berkata
Atau tak mampu?

Ingin menamai ini cinta
Tapi tak mampu
Lain hal dari hening dan bahagia
Perbedaan dan keyakinan
Dua hal menyatu
Yang jadi lawan
Yang buat tak mampu

Tapi...
Inikah?
Inikah cinta?
Jumpa pertama
Terbawa hingga kini
Saat jumpa ataupun tak jumpa

Sekali waktu
Coba kutatap
Ingin kusapa
Tapi tetap tak kuasa
Jarak yang kau beri di satu waktu
Buatmu menjauh
Buatku ragu dan tak tahu harus apa

Sekali waktu lagi
Tatap
Sapa
Senyum
Jumpa
Percakapan
Pudarkan ragu
Pudarkan perbedaan
Pudarkan jarak
Sekali lagi...
Inikah?
Cinta . . .

Ingin kuucap
Semua rasa
Inginku rasa
Suatu kelegaan
Ingin kubebaskan
Rasa ini


#continue

By : Adrea :)

Senin, 03 Juni 2013

Dari Tiga Ratus Rupiah Jadi Belajar

Malammm temann.. :)
Well.. how are you today?
:D

Yang pasti, mau merasakan senin yang melelahkan atau menyenangkan tetap semangat yaaa sampai menutup hari ini.. hehe

Well..
Siapa sih diantara kita yang pernah atau bahkan sering merasakan beli barang atau makanan dan ada kembalian dari apa yang kita beli, namun si penjual ga punya kembaliannya karena receh???

Misalnya nih.. Kita lagi brunch bareng.. Kita pilih menu Hakau, yang harganya Rp 12.900,00.. Kembaliannya Rp 2.100,00, karena uang yang kita bayarkan Rp 15.000,00. Tapi... begitu makanan diantarkan ke meja kita beserta kembaliannya Rp 100,00, si penjual mengatakan, "Maaf kami tidak ada seratus rupiahnya, ini kembalian duar ribunya. Terima kasih."

Pernah ga kalian mengalami seperti itu?
Dan kalau pernah atau sering, apa yang akan kalian lakukan?
Marah?
Komplain?
Membiarkan, anggap saja amal.
Atau bertanya kenapa tidak dicarikan kembaliannya.
Atau apa aja sih yang akan teman - teman lakukan?
:)


Kalau saya nih.. Sebelum kejadian kemarin minggu yang saya alami, saya akan membiarkan. Karena memang itu kebiasaan saya begitu menemukan pengalaman seperti cerita diatas. Kalau hanya seratu sampai sembilan ratus rupiah masih saya biarkan koq.. Tapi begitu seribu sampai jumlah diatasnya, yaa otomatis saya pasti akan meminta.. Saya berpikir bahwa, "gapapa deh kalo seratus atau dua tiga ratus, dll".. hehehe.. 

Itu sih jujur pemikiran saya.. :p

Kalo kamu?


Nah... 
Kemarin minggu, saya memiliki waktu dengan keluarga besar.. 
Pergi ke sebuah mall dan makan bersama..
Disaat saya selesai dan memesan makanan buat menenangkan si cutie belly, alias perut lapar saya, hanya beberapa menit mungkin kurang lebih sepuluh menitan, makanan yang saya pesan datang juga..

Si pelayan mengantarkan beserta dengan bill dan kembaliannya.. Kembalian yang diberikan kurang Rp 300,00 dan dia mengatakan, "Maaf mbak, kembaliannya kurang Rp 300,00 , kami tidak ada receh".

Saya yang sedang menikmati Tekwan yang saya pesan di resto lain, saya menerima bill dan kembalian yang diberikan dan mengangguk - angguk.. Lalu melanjutkan menikmati Tekwan yang saya pesan.

Belum saja saya memasukkan suapan untuk menikmati tekwan yang sedang saya nikmati, Oma saya yang duduk tepat disebelah saya langsung mengatakan dengan tegas, "Lho.. harus dicari.. Masa mengembalikan Rp 300,00 tidak bisa. Kami kurang Rp 100,00 saja diminat, masa kamu kurang Rp 300,00 ga mengembalikan?"

Shocked saya.. Jujur.. hehehe..
Soalnya saya bukan tipe orang yang tegas.

Puji Tuhan, si pelayan yang mengantarkan makanan dan kembalian hanya tersenyum dan permisi untuk kembali ke dapur..

Hmm..
Awalnya nih ya, saya pikir koq si Oma saya jadi seperti itu? Saya pikir itu tindakan yang buruk. 


Sampai kami selesai berbelanja bulanan, kami mengantar oma sampai dirumah, dan kami pun pulang ke rumah juga..


Sampainya dirumah.. saya tanya ke mama, "Ma, tadi oma koq seperti itu ya ke si pelayan?"
Hal di mall tadi itu masih kebawa dalam pikiran saya.. Dan saya juga jadi merasa tidak enak dengan si pelayan.

Tapiiiiii...
Hal yang ga disangka..
Mama saya menjawab seperti ini, "Iya.. Tadi itu kurang sopan.. Yang oma kamu memang seperti itu.. Kalo salah memang ditegur langsung, tapi memang caranya salah. Cuman.. Kamu tau ga kalau itu sebenarnya tindakan yang benar?"


Saya cuma diem sebentar sambil mikir, trs saya tanya, "Bener darimananya?" " Kan kasian si pelayan tadi, ga enak tau maa."

Trus mama jawab lagi, "Iu benar.. Jadi gini....."


Bla bla bla..

Saya bercakap dengan mama dan tidak mungkin diketik karena terlalu panjang.. hehehehee..

Intinya seperti ini teman - teman..

Memang benar jika kita harus melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Memberi apa yang seharusnya kita berikan. Meminta apa yang seharusnya menjadi milik kita. Sekarang tanyakan ini pada diri teman - teman.. Ketika teman - teman menjadi seorang penjual yang menjual bakpau seharga Rp 8.000,00. Tapi saya sebagai pembeli hanya punya Rp 7.500,00. Saya mau bakpau itu. Teman - teman harus memberikan. Tapi saya hanya punya uang segitu. Apakah teman - teman mau memberikan pada saya? Jawabannya pasti macam - macam. Karena kemurahan hati akhirnya memperbolehkan saya menikmati bakpau yang teman - teman jual. Tapi karena timbal balik dari penjualan dan pembelian, pasti teman - teman tidak akan  memberikan sebelum saya membayar sesuai harga yang diberikan. Betul bukan?

Ini artinya... KIta melakukan apa yang memang menjadi TANGGUNG JAWAB kita...
Bukan soal kemurahan hati..
Bukan soal timbal balik dalam berdagang.
Bukan soal ketegasan..
Bukan soal mendidik..
Bukan soal jumlahnya..
Tapi soal TANGGUNG JAWAB..


Si mama lanjut cerita seperti ini...
Mama kenal ibu pejabat yang setiap kali suka banget belanja di supermarket dimana mama juga belanja di situ..
Suatu saat di tempat kasir waktu lagi bersamaan membayar, Bu pejabat itu mengeluarkan sebungkus plastik putih yang isinya permen.. Permen itu diberikan si cewe yang bertugas dikasir.. 
Ibu pejabat itu bilang seperti ini, "Mbak.. Saya kan kurang membayar Rp 25.000,00. Ini permen yang saya dapat dari supermarket ini kalau supermarket ini tidak bisa mengembalikan kembalian kepada saya walaupun receh. Jadi kekurangan saya, juga ingin saya bayarkan dengan permen yang saya kumpulkan ini. Terima kasih."


Hmm... How? 
Apa pendapatmu teman - teman?
Tidak suka?
Suka?
Setuju?
Tidak setuju?


Setelah saya mendapat nasehat dari mama tadi, begitu dengar cerita ibu pejabat itu dari mama, saya akan berpendapat SETUJU SEKALI.

Karena memang, "Bertanggung jawab" untuk sesuatu yang memang harus kita lakukan adalah PENTING.. 

 Fiuhhh.. 
Ngetiknya panjang mbakbro masbro.. wkwkwkw..

Tapi begitulah yang saya ingin bagikan buat teman - teman semua.. hehehe


Semoga memberi pelajaran tersendiri ya dari kisah Rp 300,00 saya, sampai kisah si ibu pejabat tadi.. hehehe

Learning by doing teman.. XD


Tuhan memberkati....
See ya next posting.. hehe
 

Minggu, 26 Mei 2013

Belajar Sesuatu dari Koko

Good nightttt... :D
Ketemu lagi di post satu ini temansss.. 
hehehe













By the way, malam ini saya ngetik posting ini sambil senyum sendiri sebenernya.. Soalny masih ngerasa geli dah gemes sama tingkah laku si koko yang akan saya critakan ini.. haha..


Well, koko nama aslinya Kelvin.. Jadi Kelvin ini punya saudara kembar namanya Kelvin jugaa.. Tapi si kelvin yg dipanggil koko ini karena dialah yang tertua dan lahir pertama dibanding kelvin kedua yang dipanggil titi.. 

Nama panggilannya unik lhohh.. Pertama saya ga sadar, klo maksud dari koko dan titi itu dari bahasa mandarin, kakak dan adik laki - laki. Saya kira mereka berdua kembar itu memang yang satu namanya koko dan satunya titi.. Maklum lahhhh,, kadang kalau sore - sore belum makan saya jadi lemot gitu mikirnya.. haha.. harus isi bensin dlu baru jalannya kencang.. XD

Dua anak kembar ini baru saja saya kenal hari ini saat saya mengajar di sebuah sekolah setiap hari minggu.. 

Nahh cerita singkat saja.. dari sekolah hari ini nih, setelah pelajaran selesai diberikan, kami para guru ada dua hadiah.. yang satu berbentuk jerapah dan kelinci.. Hadiah ini akan kami berikan pada anak yang bisa mengikuti kelas dengan tenang. 

Well, saat pertama kali reward  itu diultimatumkan ke anak - anak mereka langsung tenang, kelas jadi berasa ga ada anak - anaknya.. hahaha.. Tapi namanya juga masih di usia kanak - kanak, mereka langsung rame lagi.. ada yang loncat - loncat, trus bersikap manja sama temennya, ada yang nangis karena perlahan - lahan ditinggal maminya, ada juga yang wajahnya terlihat serius banget dengerin guru yang tadi lagi membawakan firman..

Selesai dari firman dan berdoa, waktunya kami berikan hadiah buat anak - anak..
Lucunya mereka pinter nawar dan mengiklankan diri mereka.. haha

Ada yang bilang . . . 

"Floren belum dapet hadiah lhooo.."
"Ken mauuuu..."
"Ronald tenang lhooo.."

"Miss... saya sayaaa.. "


Masih banyak lagi dan mereka aktif untuk mendapat hadiah itu..

Tapiiii...

Guru tetap harus punya kemampuan untuk memilih dengan adil dan bijak...

Setelah terpilih. miss cilia yang waktu itu saya dampingi untuk memberi hadiah, menunjuk Titi si adik kembar tadi.. Titi dapat hadiah yang berbentu kelinci.. Wajahnya yang ganteng berseri langsung deh ditambah senyum yang semekar bunga di taman.. hahahaha

Well.. si koko yang saya lihat ekspresinya langsung menaikkan kedua alisnya.. Dia tidak mau kalah juga dengan adik kembarnya.. Dia langsung mengangkat tangan dan seakan mau membela kalau dia juga tenang hari itu..
 


Tapi sayang sekali miss cilia memberika kepada Ken yang duduk di sebelah koko persis..

dan Koko langsung mengatakan hal yang sudah pasti berbeda dengan sebelumnya saat dia mengangkat tangan dan ingin membela diri kalo dia juga bisa mendapatkan seperti Titi.. "Lhohhh.. Koko juga baik lho hari ini. Kan Ken engga baik hari ini, miss?"

Well.. saya kaget juga.. anak kecil seperti koko sudah kritis sekali.. wajahnya terlihat kecewa dan marah..

Tapi sayang sekali miss cilia, teman saya, menghiraukan, dan langsung menutup kelas hari itu.,

Hmm.. Saya pikir ini kurang bagus kalo dibiarkan sampai kelas selesai tanpa ada pembicaraan dengan koko supaya hatinya bisa lega..


Kelas usai...
anak - anak berhamburan keluar kelas..
koko masih ada di tempat..
Dia kelihatan lemas dan murung.. 

Sambil bangkit berdiri dari tempatnya duduk dan menghampiri si susternya, koko kami tarik dahulu..


Teman saya miss cilia mengatakan, "Koko ga marah ya?"
Koko hanya diam..

Tapi tidak lama langsung menyahut kembali, "tapi koko kan good hari ini, miss"
"Well.. iyaa.. Tapi koko harus tahu bahwa berkat itu datangnya tidak boleh dengan paksaan dari hati.. Koko harus sabar.. Ya?"
 

Masih diam dan tidak menjawab..
Kami memeluk koko..
Kelihatan sekali bahwa koko mulai ingin menangis.. 
saya melihat wajahnya langsung berasa ada yang mencair di hati..
Jadi ga tegaa.. tapi apa dayaa.. saya mau belikan apa buat koko saat ituu..

Well.. Miss cilia teman saya tetap membujuk koko supaya begitu keluar dia tidak menyimpan amarah kepada Titi ataupun kami guru - gurunya, dan tidak menyimpan kekecewaan yang sampai dibawa terus menerus..

 Menurut saya, tidak baik jika anak - anak membawa kekecewaan yang dia dapat dari kecil.. Mungkin kalau bisa dilupakan itu baik, tetapi jika tidak? Bisa berdampak lhoh pada masa perkembangannya ke remaja lalu dewasa.. :)

Rasanya pingin peluk koko dan buat di tertawa terbahak dulu baru deh keluar kelas..


Well.. itu tadi cerita singkatnya, walaupun saya rasa ini bukan singkat lagi namanya.. hahahaaha..

Tapi saya belajar hari ini..
Jadi guru itu SUSAHHHH!!

Bener dehh.. Kamu harus bisa melakukan banyak peran dalam satu tubuh dalam satu kondisi..
Itu benar - benar harus dibutuhkan panggilan, ketrampilan, dan hati yang bijak..

Terlebih lagi kita guru sebagai anak - anak.. Proses perkembangan hidupnya masih panjang, dan masa anak - anak mereka itulah yang menjadi dasar terbentuknya karakter untuk perkembangan selanjutnya..

Hmm.. Hanyaa.. ini sebenarnya tidak untuk guru, atau dalam mendidik anak saja..
Kita juga sering kan melihat, bahwa terkadang perilaku bahkan tindakan kita membuat orang lain kecewa?
Mungkin kita sudah berpikir ini yang terbaik kok.. Ini tidak saya lakukan dengan sengaja.. Atau bahkan ada yang sengaja..

Lepas dari bagaimana proses kita membuat seseorang kecewa adalah bagaimana dengan tanggapan kita untuk menjaga tindakan atau perkataan kita agar kita tidak mengecewakan.. Walaupun bisa dikatakan tidak sepenuhnya jika seseorang kecewa terhadap kita itu adalah 100% salah kita.

Tindakan dan perkataan kita sebenarnya adalah tali dalam hidup kita..

Sekarang bayangkan, saya dan kamu memegang sebuah tali yang terulur pada orang yang kita sayangi.. kita menarik tali itu kemana saja kita pergi dan orang yang kita sayangi mengikuti kita, dan kita menjaga agar tali itu aman buat orang yang kita sayangi dan kuat untuk kita pegang..

Tapi setelah itu, kita lepas tali itu karena itu hanya satu pilihan yang harus dilakukan atau kita sudah bosan memegang tali itu bersama orang yang kita sayangi,.

Sama halnya dengan tindakan dan perkataan...

"Mengecewakan atau tidak tindakan dan tingkah laku kita, tergantung dari bagaimana kita memperlakukan tali yang kita hadapi"

Semua dilihat dari diri kita kembali temann..

:)


Semoga bermanfaat yaaa..

Have a good sleep...
Or.. have a good day.. ;)

God blessssss :)

Kamis, 23 Mei 2013

WARNA SARI Penutup Alasan

Halooooooooooo temannnnn... XD
Lamo tak jumpoo..

Sudah lama ini saya tidak ngeblog di blog kesayangan ini..



Harusnya sih tidak boleh dimaklumi.. Klo menulis tidak perlu menunggu waktu kosong atau tidak perlu setelah kerjaan selesai, ketika ingin menulis ya harus menulis.. Itu sih prinsip saya waktu masih awal - awal kerinjingan sama nulis blog... Alhasilll... Ternyataaa,,, memasuki semester 6 di bangku kuliah memang super duper sibuk... Nih ya hitung ajaa.. saya sudah semaksimal mungkin mengatur waktu saya... pukul 8 sampai 3 saya ada kuliah.. kuliah tidak pernah diatas jam 6 sore.. saya pulang rumah sekitar pukul 5 untuk jarak perjalanan ke rumah yang jauh.. Well, sampe dirumah nih yaa.. Sudah pasti bakal beberes.. Mandi lah, nonton drama korea bentar (yang kadar waktunya ga mungkin lebih dari sejam), terus makan malam bareng keluarga, abis itu klo butuh nugas so pasti nugas.. Nah biasanya ini jam 9an saya udah kelar dengan berbagai tugas (ya walaupun tidak tuntas saat itu tapi saya usahakan segalany harus saat itu, biar tidak prokrastinasi gitu temann).. Jam 9 saya biasa baca koran atau buku yang sedang atau saat itu saya baca.. ALHASILNYA LAGIIII.. Saya KETIDURANN.. wkkwkwkw.. xD

Jadi kesimpulannya,,,, di jam - jam diatas itu sebenarnya di benak pikiran saya sudah terbesit ingin nulis di blog... banyak banget nih inspirasi yang nongol dan pingin dituangkan.. bahkan nih yaa, klo boleh jujur saat ini sedang mengikuti lomba yang menganut sistem menulis, tapi saya belom kerjakan apa - apa.. Sampe rambut banyak yang keriting gini sekarang yahh bisa dibilang karena itu ide - ide yang ga tertuang nyimpen di otak dan bikin rambut keriting.. hahahaha.. XD *kidding*

Well guys... Dari pengalaman saya yang mau di share ini nih, meskipun baru pemanasan, tapi saya tidak mau pemanasan tanpa ada pesan apapun.. hehe..




Jangan menunggu adanya waktu yang menghampiri kita baru kita menulis, tapi menulislah selagi ada waktu..

Well.. sekian saja warnasari dari saya untuk menutupi alasan kenapa saya tidak ngeblog akhir - akhir ini.. hahaha..


See you into the next post.. ^^ God bless