Senin, 10 Juni 2013

About Love Part II

Bagaikan bibit . . .

Impian . . .
Beri bahagia
Beri duka
Beri integritas
Beri kehormatan
Beri tantangan

Impian . . .
Sanggupkan diri untuk bangkit
Sanggupkan diri untuk berlutut
Sanggupkan diri untuk menatap awan
Sanggupkan diri untuk senyum
Sanggupkan diri untuk berbalik
Sanggupkan diri untuk melangkah

Impian . . .
Awalnya 
Bagaikan sinar mentari
Bersinar cerah
Tunjukkan harapan dan doa

Impian  . . .
Tengahnya 
Penuhi tantangan
Beri peluh tiada henti
Tunjukkan jalan berkabut dan berbatu

Impian . . .
Jalannya 
Bagaikan kaki yang harus melangkah 
Tanpa sekalipun tak boleh tuk berhenti
Bagaikan mata yang harus tetap benderang
Tanpa sekalipun tak boleh redup,
walau tiga lima entah berapa detik pun

Impian . . .
Akhirnya 
Mampu beri senyum merekah
Mampu usap peluh tak henti
Mampu beri goresan luka
Mampu menghidupkan lebih lagi

Semua itu . . .
Narasi impian
Hasil beragam impian
Tapi manusia . . .
Pelaku impian
Pemimpin impian

Meski gagal
Meski berhasil
Meski terlupakan
Meski belum usai
Meksi sudah menjadi rongsok


Tangan . . Kaki . . Pikiran . . Hati
Bahkan Peluh
Tak mampu kalah 
Dari besarnya proses impian
Yang bagaikan bibit

Kuat  . . Tertanam . .
Bertumbuh . . Berproses . .
Bermetamorfosa :)
 

 

   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar