Bagaikan bibit . . .
Impian . . .
Beri bahagia
Beri duka
Beri integritas
Beri kehormatan
Beri tantangan
Impian . . .
Sanggupkan diri untuk bangkit
Sanggupkan diri untuk berlutut
Sanggupkan diri untuk menatap awan
Sanggupkan diri untuk senyum
Sanggupkan diri untuk berbalik
Sanggupkan diri untuk melangkah
Impian . . .
Awalnya
Bagaikan sinar mentari
Bersinar cerah
Tunjukkan harapan dan doa
Impian . . .
Tengahnya
Penuhi tantangan
Beri peluh tiada henti
Tunjukkan jalan berkabut dan berbatu
Impian . . .
Jalannya
Bagaikan kaki yang harus melangkah
Tanpa sekalipun tak boleh tuk berhenti
Bagaikan mata yang harus tetap benderang
Tanpa sekalipun tak boleh redup,
walau tiga lima entah berapa detik pun
Impian . . .
Akhirnya
Mampu beri senyum merekah
Mampu usap peluh tak henti
Mampu beri goresan luka
Mampu menghidupkan lebih lagi
Semua itu . . .
Narasi impian
Hasil beragam impian
Tapi manusia . . .
Pelaku impian
Pemimpin impian
Meski gagal
Meski berhasil
Meski terlupakan
Meski belum usai
Meksi sudah menjadi rongsok
Tangan . . Kaki . . Pikiran . . Hati
Bahkan Peluh
Tak mampu kalah
Dari besarnya proses impian
Yang bagaikan bibit
Kuat . . Tertanam . .
Bertumbuh . . Berproses . .
Bermetamorfosa :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar