Ada sebuah kisah tentang seekor anak harimau yang ditinggalkan oleh induknya sesaat sesudah ia dilahirkan, dan harimau itu dibesarkan oleh sekawanan kambing yang bersahabat. Setiap hari anak harimau tersebut bermain bersama anak - anak kambing, menyusui pada induk kambing, dan tidur di kandang bersama - sama kambing itu.
Lambat laun, harimau itu mulai berpikir bahwa ia adalah salah seekor kambing. Ia mencoba sekuat tenaga untuk mengembik seperti kambing, untuk menumbuhkan selera makan rumput, dan melompat - lompat seperti kambing. Tetapi bagaimanapun juga anak harimau itu tidak pernah dapat mengikuti semuanya persis sama.
Suatu hari, seekor harimau Bengali yang sangat besar keluar dari hutan ke tanah Lapang dimana anak harimau dan kambing sedang bermain. Ia mengeluarkan auman yang dahsyat. Semua kambing ketakutan untuk bersembunyi, tapi anehnya, harimau kecil itu malah merasa tertarik pada binatang yang sangat besar itu.
Harimau besar membawa harimau kecil turun ke sungai terdekat dan menyuruh harimau muda itu berkaca di air. Harimau kecil itu kaget dengan apa yang dilihatnya. Kemudia harimau besar duduk dan melepaskan auman yang menggema di seluruh hutan. "Mengapa kamu tidak mencoba mengaum seperti itu?" katanya mengejek. Harimau kecil berusaha meniru harimau besar, duduk dengan pantatnya, dan mengaum sekeras mungkin. Akhirnya, ia merasakan deru suara dalam kerongkongannya. Suara itu semakin lama semakin kuat, sampai akhirnya, harimau muda itu membuka mulutnya lebar - lebar dan mengeluarkan auman yang menggetarkan hutan.
"Sejak hari itu, demikian kisah itu, harimau muda tahu bahwa IA TIDAK PERNAH DAPAT HIDUP SEPERTI KAMBING"
Nah...
Bagaimana dengan posisi dirimu hari - hari ini teman?
:)
Sudahkah sepenuhnya kita menerima semuanya dengan tulus?
Semuanya yang saya maksud adalah...
Diri kita..
Kelebihan kita
Kekurangan kita
Keunikan kita
Rupa kita
Berat badan kita
Tinggi badan kita
Bakat kita
Kemampuan intelektual kita
Yang dimana semuanya itu berbeda dengan orang - orang disekitar kita..
Saya, sangat sangat sangat yakin tidak ada, bahkan 30% ada seorang yang memiliki suatu hal dalam diri sendiri yang sama... :)
Persoalannya adalah kita sering menemui atau bahkan mengalami tidak dapat menerima diri kita..
Karena rasa iri harti, karena rasa tidak percaya diri, dan karena tidak adanya rasa bersyukur..
Belajar dari harimau muda tadi adalah inspirasi simple kedua yang saya temui..
Sedangkan dengan inspirasi pertama saya berhubungan dengan penerimaan diri dengan tulus ini berasal dari salah seorang teman yang bercerita pada saya tentang kehidupan yang dialami dari masa sd sampai perkuliahan saat ini..
Cerita intinya adalah karena dorongan dari lingkungan dalam bahwa ia harus memiliki berat badan yang kecil membuatnya menjadi terobsesi untuk benar - benar menjauh dari berat badan yang berlebihan..
Tidak berhenti sampai timbulnya obsesi itu, tapi yang kurang baik pun terjadi.. Bahwa teman saya mulai kehilangan arah hidupnya, ia malas untuk ini itu, bahkan sempat INGIN MENGAKHIRI hidupnya..
Kita pun, mungkin sering melihat bahwa lingkungan dalam seperti keluarga atau lingkungan luar seperti teman dan sesama yang sering memojokkan atau membuat kita merasa rendah diri dengan apa yang diucapkan..
"Kamu gendut!"
"Hey kamu pendek!"
"Wah kaki apa tuh.. Sebesar lobak rakasasa."
Menyakitkan bukan kata - kata itu jika posisi teman - teman adalah sebagai orang yang pendek atau berlebihan berat badan. Bagi orang yang belum dapat menerima dirinnya dengan tulus, pasti ada rasa tersinggung yang walaupun intensitasnya rendah..
Nah ini lah yang diterima dan dialami oleh teman saya..
Saya sempat shocked dengan apa yang dialaminya..
Saya melihat bahwa dia adalah sosok yang kuat, yang penuh dengan canda, dan bahkan baik dalam kategori teman yang setia.
Sepulangnya dari kuliah dimana saya mendapati cerita dari teman tersebut.. Saya duduk termenung sambil menyalakan laptop.. Tujuannya sih mau buka facebook, tapi saya jadi beralih ke rak buku saya dan mencari sebuah buku yang berisi cerita bijaksana. Saya merasa bahwa saya pernah membaca suatu kisah yang berhubungan dengan kisah teman saya..
Kisah harimau muda tadi sangat benar teman..
:)
Kamu dan saya tidak akan pernah hidup seperti layaknya orang lain yang menjadi contoh kita.. Kamu dan saya tidak akan pernah hidup seperti orang lain yang mengatakan diri kita ini dan itu dimana kalimat itu menjatuhkan diri kita..
Yang dapat membuat kita berbeda dalam arti berbeda dalam hal baik adalah DIRI KITA SENDIRI..
Yang dapat mengubah diri kita untuk menerima keadaan diri kita secara tulus adalah DIRI KITA SENDIRI..
Yang dapat mengalahkan apa yang dikatakan orang lain dimana itu tidak sesuai dengan apa yang kita rasakan adalah DIRI KITA SENDIRI..
Semua adalah awal dari kesadaran bahwa kita ini bisa untuk melakukan perubahan jika kita ingin, kita bisa untuk membuktikan bahwa ucapan orang lain yang tidak benar kita benarkan dengan hal tulus yang dilakukan.. Contohnya disini adalah menerima diri kita secara tulus.. :)
Semoga bermanfaat teman - teman...
hehe
God bless all the time.. :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar