Haii semuaaa... =D
Posting posting posting dan posting terusss.. hehehe..
Mumpung saya dapat meluangkan waktu nih teman - teman.. Dan lagi punya semangat luar biasa buat nulis suka-suka .. hahaha..
Jadiii... beberapa yang lalu sebelum memasuki hari liburan, saya datang disebuah rapat yang luar biasa.. Selain saya dapat pesan yang sudah saya tulis di posting "Belajar MENGINVESTASIKAN Terlebih Dahulu" saya juga mendapat pelajaran yang luar biasa lagii.. hehe.. Jadi bener" double dapat pelajarannya.. XD So thankful..
Seperti apa yang saya tulis dalam posting "Belajar MENGINVESTASIKAN Terlebih Dahulu" bahwa intinya dalam sebuah kepanitiaan yang membangun suatu acara pasti memiliki hal yang paling penting, yaitu dana. Diamana dana itu sendiri adalah salah satu hal yang menunjang keberhasilan sebuah acara. Salah satu lho yaa, bukan secara garis besar dana adalah yang terpenting untuk keberhasilan sebuah acara. =D
Nah... Untuk pelajaran kedua yang saya dapatkan dalam rapat itu dimulai dari seorang teman yang berbicara tentang tema acara kita. Jadi, acara kepanititaan saya adalah "Metamorfosa". Teman - teman semua pasti sudah tahu apa sih metamorfosa itu, bukan? Semua pasti berpacu pada perkembangan atau proses bagaimana dari ulat dapat menjadi kupu - kupu. =D
Itu lah yang terjadi dalam sebuah kepanitiaan. Tidak hanya dalam kepanitiaan, dalam kehidupan kita pun juga. Kita pasti punya proses metamorfosa dalam hidup kita, dengan jalan yang berbeda. Ada yang gagal dalam masa menjadi ulat, karena harus terinjak, meninggalkan bekas, dan hilang. Atau gagal dalam proses menjadi kepompong. Ada yang justru hancur dari dalam dan merusak yang lainnya juga, sehingga gagal. Atau justru ada yang gagal menjadi kupu - kupu. Semuanya dapat terjadi bukan dalam kehidupan kita? :)
Tinggal bagaimana kita memperbaikinya setelah kegagalan itu ada.
Dalam rapat itu, teman saya bertanya, "Dari proses metamorfosa itu kalian sekarang ini sedang menjadi apa sih?"
Serentak menjawab, "Kepompong..."
Tapi jawaban itu salah. Kami dianggap masih menjadi ulat. Saya sempat tercengan penolakan jawaban kami dan dianggap salah oleh teman saya. Tapi kemudian saya coba memikirkan apa yang teman saya jawab.
Kami, masih dianggap menjadi ulat karena yang kami lakukan hanya makan,,, makan,,, makan,,, dan makan. BELUM MENGHASILKAN APAPUN...
Ketika kita sudah menjadi kepompong, kita sudah mengumpulkan sesuatu dan sedang memprosesnya untuk menjadi SESUATU...
Benar juga sih.. Karena kami memang belum bergerak untuk menghasilkan dana.
Dan ditambah juga, kami ini ulat yang hanya makan dahan - dahan bawah pohon saja.
Kalau teman - teman tahu iklan dalam televisi yang mengatakan, " pucuk... pucuk... pucuk..."..
Ulat kan itu? Dan mereka ingin mencapai pucuknya bukan?
Itu adalah iklan yang mendidik juga teman - teman.
Jarang sekali saat menjadi ulat kita ingin naik terus sampai puncak, sampai pucuknya..
Berusaha keras untuk sampai pucuk itu jarang sekali. Kita suka makan ditempat yang nyaman..
Dan menunggu seperti itu untuk menjadi kepompong..
=D
Metamorfosa... Tahap - tahap untuk menuju sebuah perubahan...
Jangan sia - siakan itu...Lakukan sebaik - baiknya...
Buatlah metamorfosa hidupmu itu berharga dan berbeda dari biasanya... :D
My life is blessed by God, and one of the blessings from him is a lessons about life everyday. And I am pleased to share it all to share the blessings I have received.
Minggu, 23 Desember 2012
Apakah gubukmu terbakar???
Seorang pria, satu - satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar di pulau yang kecil dan tak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelamatkannya, dan setiap hari ia mengamati langit mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada satupun yang datang.
Dalam kelelahannya, akhirnya dia berhasil membangun sebuah gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia miliki. Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar, asapnya mengepul kelangit. Dan yang paling parah, hilang semuanya. Dia sedih dan marah. "Tuhan, teganya Kau melakukan ini kepadaku," katanya sambil menangis.
Pagi - pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya. "Bagaimana kamu tahu bahwa aku disini?" tanya pria itu kepada penyelamatnya. "Kami melihat tanda asapmu," jawab mereka.
Kira - kira dari kisah sederhana diatas, apa yang teman - teman peroleh?
Jika saya kumpulkan jawabannya pasti banyak dan bermacam - macam.
Jika saya kumpulkan jawabannya pasti banyak dan bermacam - macam.
Tapi kalau boleh saya menyimpulkan, jika kita melihat dari kisah pria diatas, "Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu dalam setiap bagian kehidupan kita," Betul begitu bukan teman - teman?
=D
Saya baru saja kehilangan beberapa sosok yang saya banggakan, yang saya kasihi, dan yang saya andalkan. Tetapi mereka semua hilang dan pergi begitu saja. Apa yang dilakukan pria diatas setelah mengetahui bahwa gubuknya terbakar adalah hal yang sama yang saya lakukan ketika saya ditinggal, dikecewakan, dan dibuang. Saya sempat bertanya, mengapa hal ini terjadi pada diri saya? Saya tidak melakukan kesalahan apapun terhadap mereka, tetapi mengapa mereka melakukan itu?
Kira - kira seperti itu yang saya keluhkan. Kejadiannya memang tidak sama dengan kisah pria diatas, tetapi saya dan pria dalam kisah diatas sama - sama kehilangan banyak hal. Gubug kami terbakar, dan sebenarnya kami butuh pertolongan. =D Tapi untuk "pertolongan" itu kami mengorbankan banyak hal yang ternyata tidak kami sadari kalau itu adalah cara yang memang sudah Tuhan rencanakan. Dan perlu saya tekankan kembali, bahwa memang sungguh benar Tuhan itu bekerja dalam segala bagian dalam kehidupan kita. =D
Terkadang, kita mudah sekali menyerah dalam keadaan buruk bukan?
Mungkin jika diantara teman - teman mengatakan "ahh.. tidak juga kok.. Aku tidak mudah menyerah.."
Tapi, kadang teman - teman mengeluh bukan?
Menyerah dan mengeluh. Selalu bergandengan tangan ketika masalah buruk datang dalam kehidupan manusia. Berusaha masuk dalam celah - celah yang terlihat dan membuat kita menerimanya lalu mengeluh dan menyerah.
Tapi dari kisah diatas, saya belajar sesuatu teman - teman...
Keadaan boleh membawa kita merasakan kesusahan, kesedihan, kekecewaan, dan lain - lain, tetapi "JANGAN GOYAH, JANGAN MENYERAH, JANGAN BERHENTI, ATAU MELAKUKAN APAPUN YANG MEMBUATMU MENGATAKAN ...GIVE UP... "
=D
Saya baru saja kehilangan beberapa sosok yang saya banggakan, yang saya kasihi, dan yang saya andalkan. Tetapi mereka semua hilang dan pergi begitu saja. Apa yang dilakukan pria diatas setelah mengetahui bahwa gubuknya terbakar adalah hal yang sama yang saya lakukan ketika saya ditinggal, dikecewakan, dan dibuang. Saya sempat bertanya, mengapa hal ini terjadi pada diri saya? Saya tidak melakukan kesalahan apapun terhadap mereka, tetapi mengapa mereka melakukan itu?
Kira - kira seperti itu yang saya keluhkan. Kejadiannya memang tidak sama dengan kisah pria diatas, tetapi saya dan pria dalam kisah diatas sama - sama kehilangan banyak hal. Gubug kami terbakar, dan sebenarnya kami butuh pertolongan. =D Tapi untuk "pertolongan" itu kami mengorbankan banyak hal yang ternyata tidak kami sadari kalau itu adalah cara yang memang sudah Tuhan rencanakan. Dan perlu saya tekankan kembali, bahwa memang sungguh benar Tuhan itu bekerja dalam segala bagian dalam kehidupan kita. =D
Terkadang, kita mudah sekali menyerah dalam keadaan buruk bukan?
Mungkin jika diantara teman - teman mengatakan "ahh.. tidak juga kok.. Aku tidak mudah menyerah.."
Tapi, kadang teman - teman mengeluh bukan?
Menyerah dan mengeluh. Selalu bergandengan tangan ketika masalah buruk datang dalam kehidupan manusia. Berusaha masuk dalam celah - celah yang terlihat dan membuat kita menerimanya lalu mengeluh dan menyerah.
Tapi dari kisah diatas, saya belajar sesuatu teman - teman...
Keadaan boleh membawa kita merasakan kesusahan, kesedihan, kekecewaan, dan lain - lain, tetapi "JANGAN GOYAH, JANGAN MENYERAH, JANGAN BERHENTI, ATAU MELAKUKAN APAPUN YANG MEMBUATMU MENGATAKAN ...GIVE UP... "
Ingat teman - teman..
Jika gubugmu terbakar, mungkin itu "TANDA ASAP" untukmu..
Tanda asap yang bisa saja membawamu menuju pada sebuah jalan baru, hal yang menyenangkan, dan sebagainya. =D
Jika gubugmu terbakar, mungkin itu "TANDA ASAP" untukmu..
Tanda asap yang bisa saja membawamu menuju pada sebuah jalan baru, hal yang menyenangkan, dan sebagainya. =D
Ketika ada kejadian negatif terjadi dalam hidup kita, sekali, dua kali, tiga kali, berkali - kali, cobalah untuk berkata pada dirimu sendiri bahwa pasti Tuhan punya sisi positifnya dan akan berkali - kali lipat pula Ia memberikan sisi positif itu untuk mengusir yang negatif
^_______^
D-O-N-'T G-I-V-E U-P !!!\
D-O-N-'T G-I-V-E U-P !!!\
Go bless you
=D
Kamis, 20 Desember 2012
Lebah dan Lalat
![]() |
| Sumber gambar : http://www.theadvertisementnews.com/jadilah-lebah-bukan-lalat |
Mengapa Lebah cepat menemukan Bunga?
Dan
Mengapa Lalat cepat menemukan Kotoran?
Dan
Mengapa Lalat cepat menemukan Kotoran?
Mata Lebah di design hanya untuk menemukan
Bunga,
Mata Lalat di design khusus untuk menemukan Kotoran.
Mata Lalat di design khusus untuk menemukan Kotoran.
MENGAPA
???
Di dalam pikiran Lebah hanyalah Madu & Madu saja, tidak
ada yg lain.
Sedangkan di dalam pikiran Lalat hanyalah Kotoran & Kotoran saja, tidak ada yg lain.
Sedangkan di dalam pikiran Lalat hanyalah Kotoran & Kotoran saja, tidak ada yg lain.
Alhasil susah bagi lebah untuk
menemukan kotoran,
tapi mudah & cepat bagi lebah untuk menemukan bunga di manapun.
tapi mudah & cepat bagi lebah untuk menemukan bunga di manapun.
Sebaliknya,
susah bagi lalat untuk menemukan bunga,
tapi mudah & cepat bagi lalat untuk menemukan kotoran di manapun.
susah bagi lalat untuk menemukan bunga,
tapi mudah & cepat bagi lalat untuk menemukan kotoran di manapun.
Apa hasil akhirnya?
Lebah kaya akan madu yg sangat
bermanfaat, sdgkan lalat kaya akan kuman penyakit.
Pesan Moral,
Apa yang kamu pikirkan akan menghslkan apa yang kamu lihat,
& apa yang kamu lihat akan menghslkan apa yang kamu peroleh.
Apa yang kamu pikirkan akan menghslkan apa yang kamu lihat,
& apa yang kamu lihat akan menghslkan apa yang kamu peroleh.
Hidupmu sangat
tergantung dgn Hati & Pikiranmu
Kalo Hati & Pikiran
selalu Negatif,
maka apa saja yang kamu lihat akan selalu menjadi Negatif & hasil akhirnya adalah sebuah kehidupan negatif yang penuh permasalahan.
maka apa saja yang kamu lihat akan selalu menjadi Negatif & hasil akhirnya adalah sebuah kehidupan negatif yang penuh permasalahan.
Kalo Hati & Pikiran selalu Positif,
maka apa saja yang kamu lihat akan selalu menjadi Positif & hasil akhirnya adalah kehidupan positif yang penuh kebahagiaan.
maka apa saja yang kamu lihat akan selalu menjadi Positif & hasil akhirnya adalah kehidupan positif yang penuh kebahagiaan.
Pilihan ada ditanganmu sendiri....
Mau jadi lalat?
Atau lebah?
=D
Pilihan ditangan teman - teman..
Gud luck for ur choice, guys... :D
=D
Pilihan ditangan teman - teman..
Gud luck for ur choice, guys... :D
Cerita Bijak =)
Selamat malam menjelang pagi teman - temannnn.. =D
Sekedar cerita bijak yang saya dapat dari bbm ga ada salahnya untuk dibagikan juga kan? hehehe..
Silahkan menikmati dan berdinamika dengan pesan yang teman - teman dapatkan dari cerita dibawah ini.. =D
Sekedar cerita bijak yang saya dapat dari bbm ga ada salahnya untuk dibagikan juga kan? hehehe..
Silahkan menikmati dan berdinamika dengan pesan yang teman - teman dapatkan dari cerita dibawah ini.. =D
Seorang Ibu di Cina yang sdh tua memiliki 2 buah tempayan yang digunakan
untuk mencari air, yang dipikul di pundak dengan menggunakan sebatang bambu.
Salah satu dr tempayan itu retak, sedangkan yang satunya tanpa cela &
selalu memuat air hingga penuh. Setibanya di rumah setelah menempuh
perjalanan panjang dari sungai, air di tempayan yang retak tinggal 1/2.
Selama 2 tahun hal ini berlangsung setiap hari, dimana ibu itu membawa pulang
air hanya 1 1/2 tempayan. Tentunya si tempayan yang utuh sangat bangga
akan pencapaiannya. Namun tempayan yang retak merasa malu akan
kekurangannya, & sedih, sebab hanya bisa memenuhi 1/2 dari kewajibannya. Setelah 2 tahun yang dianggapnya sebagai kegagalan, akhirnya dia
berbicara kepada ibu tua itu di dekat sungai. "Aku malu, sebab Air .
Selalu bocor melalui bagian tubuhku yang retak di sepanjang jalan menuju
ke rumahmu." Ibu itu tersenyum, "Tidakkah kau lihat bunga beraneka warna
di jalur yang kau lalui, namun tidak ada di jalur yang satunya? Aku sudah
tahu kekuranganmu, jadi aku menabur benih bunga di jalurmu & setiap
hari dalam perjalanan pulang kau menyirami benih - benih itu. Selama 2 tahun aku bisa
memetik bunga - bunga cantik untuk menghias meja. Dan aku jual sebagai tambahan
penghasilan, Kalau kau tidak seperti itu, maka rumah ini tidak se indah
ini, sebab tidak ada bunga.
" Kita semua mempunyai kekurangan masing - masing,
namun keretakan & kekurangan itulah yang menjadikan hidup kita bersama
menyenangkan & memuaskan. Kita harus menerima setiap orang apa
adanya, & mencari yg terbaik dalam diri mereka. Rekan2 - rekan sesama tempayan
yang retak. =D
Semoga hari kalian menyenangkan. Jgn lupa mencium wanginya
bunga2 di jalur kalian.
Setiap orang pasti memiliki takdir masing2,
sehingga perbuatan apapun itu pasti ada sisi baik walau dr kekurangan
kita...
Life is never flat.. =D
God blessss
Rabu, 19 Desember 2012
Belajar MENGINVESTASIKAN Terlebih Dahulu
Heloooooo againnn teman - temannn..
Selamat malam... pagii... sianggg... soreee.... XD
Siapa di antara kalian yang pernah mengikuti suatu organisasi? Atau kepanitiaan suatu acara???
Hayoooo tunjuk diriiii.. XD haha..
Saya dalam post kali ini akan membagikan suatu pelajaran yang luar biasa yang saya dapatkan dari teman saya.. hehe..
Sekarang ini saya sedang disibukkan dengan beberapa acara yang menjadikan saya menjadi panitiannya.
Dalam setiap kepanitiaan yang saya ikuti, selalu yang menjadi hal pertama dan terakhir selain kesuksesan acara adalah masalah dana. Mau jumlah besar atau kecil hal dana ini selalu ada teman - teman. Seperti bulu mata dan kelopak mata yang pasti selalu nempel. hahaha..
Tapi kali ini, malam ini tepatnya, dimana saya mengikuti rapat mingguan untuk suatu acara, disaat penanggungjawab acara memberika pesan atau nasihat, mengatakan, "Apa sih yang akan teman - teman lakukan untuk membuat buah yang baik?"
Dari pertanyaan itu ada beberapa teman yang menjawab :
"Melakukan yang terbaik."
"Memberikan usaha dan tenaga kita untuk hasil yang baik."
"Bersungguh - sungguh."
"Kerja sama."
"Mau belajar, mau memberi, dan berusaha."
Si penanggungjawab mengatakan, "Semuanya benar. Tetapi kalau kita ingin buah yang baik usaha pertama yang dilakukan adalah kita harus punya modal. Sekarang bayangkan saja, ketika teman - teman ingin menumbuhkan pohon mangga. Apakah hanya dengan jawaban - jawaban kalian tadi akan membuahkan mangga yang baik? Selalu ada awalnya dahulu untuk membuahkan mangga yang baik. Apa itu? Modal Utama. BIBITNYA. Kalau kita ingin membuahkan hasil yang baik, kita HARUS MAU BELAJAR UNTUK BERINVESTASI TERLEBIH DAHULU. Kalau tidak berani belajar menginvestasikan demi membuahkan hasil yang baik, jangan mengharapkan buah yang baik, karena harapan itu tidak layak untuk ada pada seseorang yang tidak punya nyali atau keberanian dalam membuahkan hasil yang baik."
WOW.. Jawaban teman saya yang sebagai penanggungjawab itu LUAR BIASA..
Mengapa saya mengatakan luar biasa??
Karena kalau kita lihat kembali pada jawaban teman saya tersebut, SANGAT BENAR SEKALI. Selain kita belajar untuk mau memberikan atau merelakan sesuatu untuk diinvestasikan kita juga dapat belajar seperti ini :
1. Dengan berinvestasi untuk keberhasilan, kita belajar tentang pengorbanan. Kadang apa yang nantinya harus kita investasikan itu bisa saja hal yang sebenarnya berharga untuk kita. Misalnya saja, saya mengorbankan waktu saya bermain dengan teman untuk acara - acara yang saya sukseskan. Sungguh saya sangat merindukan suasana kumpul - kumpul bersama teman. Tapi benar, dari apa yang teman saya katakan saya jadi tahu, ooo seperti ini namanya berkorban. Prosesnya lama, tidak enak, tapi MENDIDIK saya. :)
2. Dengan berinvestasik terlebih dahulu, kita belajar untuk mau memberi terlebih dahulu. Teman - teman, lebih enak mana antara memberi dan menerima? Presentasekan jawaban teman - teman. Lebih besar presentasi menerima kan? Kalau lebih banyak memberi berarti jiwa sosial kalian tinggi sekali, dan itu bagus sih sebenarnya.. haha.. Kita memiliki presentase besar dalam menyukai bagian menerima. Tapi perlu kita ingat kembali teman - teman, bahwa saat kita menerima suatu saat kita bisa kehilangan. Dan dengan kehilangan kita mungkin merasa tidak suka, sakit, dan masih banyak lagi. Sekarang, dengan kita memberi terlebih dahulu untuk menghasilkan hal yang baik kita jadi paham yaitu dengan melepaskan, merelakan, memberi, kita melihat sendiri bahwa bibit yang kita investasikan adalah hal yang sudah kita jadikan modal. Dan dari modal itu kita jadi terpacu untuk membuahkan modal itu. Tidak mungkin untuk berdiam diri saja kan? Pasti ketika kita punya modal kita ingin mengembangkan ke hal yang lebih baik kan?
Kira - kira seperti itu teman - teman. :D
Saat sekarang ini, ketika teman - teman memiliki impian, harapan, cita - cita, keinginan, atau apa pun itu yang ingin kalian raih dalam jangka pendek atau panjang, dalam rintangan yang berat atau ringan, AYO BELAJAR UNTUK BERINVESTASI.
Kalian pasti sering dengar tentang TIDAK ADA YANG GRATIS SEKARANG.
Sama juga lhoo.. Tidak ada yang gratis juga untuk kalian yang mau buah yang hasil. Perlu pengorbanan, usaha, dan lain - lain. Dengan berinvestasi, yaitu menanam bibit terlebih dahulu, akan membuat kita paham kekuatan dibalik harapan, impian, cita - cita, atau hal lain yang ingin kita raih.
SEMANGAT TEMAN - TEMAN! Jangan berhenti ditengah jalan, dan jangan takut berinvestasi terlebih dahulu untuk memulai start kalian dalam membuahkan buah yang baik dan manis. :D
God blessss..
Selamat malam... pagii... sianggg... soreee.... XD
Siapa di antara kalian yang pernah mengikuti suatu organisasi? Atau kepanitiaan suatu acara???
Hayoooo tunjuk diriiii.. XD haha..
Saya dalam post kali ini akan membagikan suatu pelajaran yang luar biasa yang saya dapatkan dari teman saya.. hehe..
Sekarang ini saya sedang disibukkan dengan beberapa acara yang menjadikan saya menjadi panitiannya.
Dalam setiap kepanitiaan yang saya ikuti, selalu yang menjadi hal pertama dan terakhir selain kesuksesan acara adalah masalah dana. Mau jumlah besar atau kecil hal dana ini selalu ada teman - teman. Seperti bulu mata dan kelopak mata yang pasti selalu nempel. hahaha..
Tapi kali ini, malam ini tepatnya, dimana saya mengikuti rapat mingguan untuk suatu acara, disaat penanggungjawab acara memberika pesan atau nasihat, mengatakan, "Apa sih yang akan teman - teman lakukan untuk membuat buah yang baik?"
Dari pertanyaan itu ada beberapa teman yang menjawab :
"Melakukan yang terbaik."
"Memberikan usaha dan tenaga kita untuk hasil yang baik."
"Bersungguh - sungguh."
"Kerja sama."
"Mau belajar, mau memberi, dan berusaha."
Si penanggungjawab mengatakan, "Semuanya benar. Tetapi kalau kita ingin buah yang baik usaha pertama yang dilakukan adalah kita harus punya modal. Sekarang bayangkan saja, ketika teman - teman ingin menumbuhkan pohon mangga. Apakah hanya dengan jawaban - jawaban kalian tadi akan membuahkan mangga yang baik? Selalu ada awalnya dahulu untuk membuahkan mangga yang baik. Apa itu? Modal Utama. BIBITNYA. Kalau kita ingin membuahkan hasil yang baik, kita HARUS MAU BELAJAR UNTUK BERINVESTASI TERLEBIH DAHULU. Kalau tidak berani belajar menginvestasikan demi membuahkan hasil yang baik, jangan mengharapkan buah yang baik, karena harapan itu tidak layak untuk ada pada seseorang yang tidak punya nyali atau keberanian dalam membuahkan hasil yang baik."
WOW.. Jawaban teman saya yang sebagai penanggungjawab itu LUAR BIASA..
Mengapa saya mengatakan luar biasa??
Karena kalau kita lihat kembali pada jawaban teman saya tersebut, SANGAT BENAR SEKALI. Selain kita belajar untuk mau memberikan atau merelakan sesuatu untuk diinvestasikan kita juga dapat belajar seperti ini :
1. Dengan berinvestasi untuk keberhasilan, kita belajar tentang pengorbanan. Kadang apa yang nantinya harus kita investasikan itu bisa saja hal yang sebenarnya berharga untuk kita. Misalnya saja, saya mengorbankan waktu saya bermain dengan teman untuk acara - acara yang saya sukseskan. Sungguh saya sangat merindukan suasana kumpul - kumpul bersama teman. Tapi benar, dari apa yang teman saya katakan saya jadi tahu, ooo seperti ini namanya berkorban. Prosesnya lama, tidak enak, tapi MENDIDIK saya. :)
2. Dengan berinvestasik terlebih dahulu, kita belajar untuk mau memberi terlebih dahulu. Teman - teman, lebih enak mana antara memberi dan menerima? Presentasekan jawaban teman - teman. Lebih besar presentasi menerima kan? Kalau lebih banyak memberi berarti jiwa sosial kalian tinggi sekali, dan itu bagus sih sebenarnya.. haha.. Kita memiliki presentase besar dalam menyukai bagian menerima. Tapi perlu kita ingat kembali teman - teman, bahwa saat kita menerima suatu saat kita bisa kehilangan. Dan dengan kehilangan kita mungkin merasa tidak suka, sakit, dan masih banyak lagi. Sekarang, dengan kita memberi terlebih dahulu untuk menghasilkan hal yang baik kita jadi paham yaitu dengan melepaskan, merelakan, memberi, kita melihat sendiri bahwa bibit yang kita investasikan adalah hal yang sudah kita jadikan modal. Dan dari modal itu kita jadi terpacu untuk membuahkan modal itu. Tidak mungkin untuk berdiam diri saja kan? Pasti ketika kita punya modal kita ingin mengembangkan ke hal yang lebih baik kan?
Kira - kira seperti itu teman - teman. :D
Saat sekarang ini, ketika teman - teman memiliki impian, harapan, cita - cita, keinginan, atau apa pun itu yang ingin kalian raih dalam jangka pendek atau panjang, dalam rintangan yang berat atau ringan, AYO BELAJAR UNTUK BERINVESTASI.
Kalian pasti sering dengar tentang TIDAK ADA YANG GRATIS SEKARANG.
Sama juga lhoo.. Tidak ada yang gratis juga untuk kalian yang mau buah yang hasil. Perlu pengorbanan, usaha, dan lain - lain. Dengan berinvestasi, yaitu menanam bibit terlebih dahulu, akan membuat kita paham kekuatan dibalik harapan, impian, cita - cita, atau hal lain yang ingin kita raih.
SEMANGAT TEMAN - TEMAN! Jangan berhenti ditengah jalan, dan jangan takut berinvestasi terlebih dahulu untuk memulai start kalian dalam membuahkan buah yang baik dan manis. :D
God blessss..
KOIN
Halooo Holaaa teman - teman...
Ada yang sudah liburannnnnn????
XD
Have fun yaaa!!
Tapi sebelum tenggelam lagi dalam liburan, ada nih beberapa yang mau saya share. Salah satunya kisah koin ini.. hehehe..
Sebelum salah satu kelas mata kuliah saya berakhir, saya mendapat beberapa cerita menarik dari dosen saya satu ini. Mata kuliah ini adalah mata kuliah yang berhubungan dengan hitung - hitungan, dimana saya masih tidak bisa akrab dengan pelajaran yang berhubungan dengan hitung - hitungan. Alergi gimana gitu rasanya.. hahahaa.. #kidding.. Tapiii.... untuk mata kuliah ini ada perbedaan yang saya rasakan. Dalam mata kuliah kali ini dosen saya memiliki rasa humor yang bisa dinilai baik untuk seorang pengajar hitung - hitungan. Beliau selalu membagikan pengalaman - pengalamannya. Dan beberapa pengalaman yang dibagikan kadangan walaupun tidak memberi pelajaran pasti membuat tertawa. Kalau tidak membuat tertawa pasti ada pesannya. Ya seperti itulah.. Dan kali ini beliau menceritakan salah satu pengalamannya yang memberi pesan. :D
Kisah beliau tentang KOIN..
Beliau menceritakan bahwa waktu beliau masih muda, pernah mengikuti suatu pelatihan (saya lupa pelatihan tentang apa). Pada intinya pelatihan yang beliau ikuti adalah untuk membangun kepribadian, kedisiplinan, dan lain - lain yang berhubungan tentang pembentukkan karakter.
Dalam pelatihan itu, beliau memiliki suatu tantangan pada malam hari. Tantangannya adalah mencari koin di sebuah lahan dimana banyak ilalang tumbuh. Bayangkan teman - teman, KOIN adalah sebuah benda logam kecil dan bundar dimana diletakkan dalam ilalang yang tumbuh tinggi dan dalam keadaan malam hari dengan ditemani oleh senter yang kecil. Sebagai manusia, wajar kalau kita merasa atau berpikir, "Ah... mana bisa? Pasti akan susah ini untuk menemukan koin itu... " Ya kan ? Ya kan? hahaha. Saya pribadi pasti juga merasa atau berpikir seperti itu walaupun mungkin akan sekilas dan lebih fokus pada gelap. SAYA TAKUT GELAP soalnya.. hahaha.. Apalagi di dalam satu lahan ilalang yang kemungkinan besar banyak serangga. Khususnya kalau ketemu kecoa.. Grrrrr! hahhaa..
Dari tantangan itu, beliau mengatakan bahwa sebenarnya caranya mudah sekali.
Beliau mengatakan seperti ini, " Ilalang kalau sudah diinjak oleh orang lain pasti akan meninggalkan jejak. Ketika saya tahu bahwa disuruh mencari koin, saya langsung mencari ilalang yang janggal, dimana kelihatan seperti sudah diinjak oleh seseorang. Dengan begitu, saya mudah mendapatkan koin. Ketika seorang teman lainnya belum mendapatkan sama sekali di setengah jam pertama, saya sudah mendapat dua koin hanya dengan melihat dengan teliti ilalang mana yang terlihat janggal."
hahahhaa.. Memang!!! Dosen saya satu ini bukan hanya pandai, tapi beliau cerdas.. Baik hati juga.. XD
Kalau dipikirkan kembali cara beliau menyelesaikan tantangan bagus dan cerdas kan teman - teman? haha..
Saya aja tidak sampai memikirkan seperti itu.
Saya jadi sadar teman - teman, dari cara beliau menyelesaikan masalah itu melihat dimana sih lahannya? Seperti apa sih lahannya? Apa kelemahan dari lahan dimana kita mendapat tantangan?
Kadanggg... Atau mungkin seringnyaaa... Ketika tantangan datang ke dalam kehidupan kita, yang jadi fokus kita pertama tantangan itu. Tapi kita tidak melihat pada hal yang lainnya. Seperti apa sih dasar dari tantangan itu ada? Darimana asal tantangan itu? Ato masih banyak lagi lainnya yang sering atau kadang tidak kita perhatikan.
Dari kisah koin dosen saya tadi, mungkin bisa jadi pembelajaran buat kita masing - masing untuk jangan terlalu fokus pada apa yang harus kita selesaikan, apa yang harus kita lakukan untuk tantangan yang ada.
Mari kita coba untuk selain menerima tantangan, kita juga belajar untuk membuka mata lebih luas, membuka hati lebih lapang, membuka pikiran untuk lebih jeli dalam sudut pandang yang belum dilihat dari hal apapun yang kita terima dalam hidup. Dengan seperti itu bisa saja penyelesaian masalah justru dapat ditemukan, atau bisa saja dengan cara seperti itu kita jauh lebih rileks dan sabar untuk menyelesaikan masalah atau tantangan..
Itu yang saya dapat dari kisah koin beliau, teman - teman. Mungkin ada dari teman - teman yang punya pandangan lain dari kisah beliau yang singkat tadi? Boleh dishare.. Karean dengan men-sharing-kan setiap sudut pandang kita, yang akan kita pelajari akan semakin beragam dan kita juga jadi tahu sisi lain untuk belajar kan?hehehhee..
Semoga bermanfaat ya buat teman - teman.. God blesssss
Ada yang sudah liburannnnnn????
XD
Have fun yaaa!!
Tapi sebelum tenggelam lagi dalam liburan, ada nih beberapa yang mau saya share. Salah satunya kisah koin ini.. hehehe..
![]() |
| Sumber gambar : http://duniasastraku.blogspot.com/2010_07_01_archive.html |
Sebelum salah satu kelas mata kuliah saya berakhir, saya mendapat beberapa cerita menarik dari dosen saya satu ini. Mata kuliah ini adalah mata kuliah yang berhubungan dengan hitung - hitungan, dimana saya masih tidak bisa akrab dengan pelajaran yang berhubungan dengan hitung - hitungan. Alergi gimana gitu rasanya.. hahahaa.. #kidding.. Tapiii.... untuk mata kuliah ini ada perbedaan yang saya rasakan. Dalam mata kuliah kali ini dosen saya memiliki rasa humor yang bisa dinilai baik untuk seorang pengajar hitung - hitungan. Beliau selalu membagikan pengalaman - pengalamannya. Dan beberapa pengalaman yang dibagikan kadangan walaupun tidak memberi pelajaran pasti membuat tertawa. Kalau tidak membuat tertawa pasti ada pesannya. Ya seperti itulah.. Dan kali ini beliau menceritakan salah satu pengalamannya yang memberi pesan. :D
Kisah beliau tentang KOIN..
Beliau menceritakan bahwa waktu beliau masih muda, pernah mengikuti suatu pelatihan (saya lupa pelatihan tentang apa). Pada intinya pelatihan yang beliau ikuti adalah untuk membangun kepribadian, kedisiplinan, dan lain - lain yang berhubungan tentang pembentukkan karakter.
Dalam pelatihan itu, beliau memiliki suatu tantangan pada malam hari. Tantangannya adalah mencari koin di sebuah lahan dimana banyak ilalang tumbuh. Bayangkan teman - teman, KOIN adalah sebuah benda logam kecil dan bundar dimana diletakkan dalam ilalang yang tumbuh tinggi dan dalam keadaan malam hari dengan ditemani oleh senter yang kecil. Sebagai manusia, wajar kalau kita merasa atau berpikir, "Ah... mana bisa? Pasti akan susah ini untuk menemukan koin itu... " Ya kan ? Ya kan? hahaha. Saya pribadi pasti juga merasa atau berpikir seperti itu walaupun mungkin akan sekilas dan lebih fokus pada gelap. SAYA TAKUT GELAP soalnya.. hahaha.. Apalagi di dalam satu lahan ilalang yang kemungkinan besar banyak serangga. Khususnya kalau ketemu kecoa.. Grrrrr! hahhaa..
Dari tantangan itu, beliau mengatakan bahwa sebenarnya caranya mudah sekali.
Beliau mengatakan seperti ini, " Ilalang kalau sudah diinjak oleh orang lain pasti akan meninggalkan jejak. Ketika saya tahu bahwa disuruh mencari koin, saya langsung mencari ilalang yang janggal, dimana kelihatan seperti sudah diinjak oleh seseorang. Dengan begitu, saya mudah mendapatkan koin. Ketika seorang teman lainnya belum mendapatkan sama sekali di setengah jam pertama, saya sudah mendapat dua koin hanya dengan melihat dengan teliti ilalang mana yang terlihat janggal."
hahahhaa.. Memang!!! Dosen saya satu ini bukan hanya pandai, tapi beliau cerdas.. Baik hati juga.. XD
Kalau dipikirkan kembali cara beliau menyelesaikan tantangan bagus dan cerdas kan teman - teman? haha..
Saya aja tidak sampai memikirkan seperti itu.
Saya jadi sadar teman - teman, dari cara beliau menyelesaikan masalah itu melihat dimana sih lahannya? Seperti apa sih lahannya? Apa kelemahan dari lahan dimana kita mendapat tantangan?
Kadanggg... Atau mungkin seringnyaaa... Ketika tantangan datang ke dalam kehidupan kita, yang jadi fokus kita pertama tantangan itu. Tapi kita tidak melihat pada hal yang lainnya. Seperti apa sih dasar dari tantangan itu ada? Darimana asal tantangan itu? Ato masih banyak lagi lainnya yang sering atau kadang tidak kita perhatikan.
Dari kisah koin dosen saya tadi, mungkin bisa jadi pembelajaran buat kita masing - masing untuk jangan terlalu fokus pada apa yang harus kita selesaikan, apa yang harus kita lakukan untuk tantangan yang ada.
Mari kita coba untuk selain menerima tantangan, kita juga belajar untuk membuka mata lebih luas, membuka hati lebih lapang, membuka pikiran untuk lebih jeli dalam sudut pandang yang belum dilihat dari hal apapun yang kita terima dalam hidup. Dengan seperti itu bisa saja penyelesaian masalah justru dapat ditemukan, atau bisa saja dengan cara seperti itu kita jauh lebih rileks dan sabar untuk menyelesaikan masalah atau tantangan..
Itu yang saya dapat dari kisah koin beliau, teman - teman. Mungkin ada dari teman - teman yang punya pandangan lain dari kisah beliau yang singkat tadi? Boleh dishare.. Karean dengan men-sharing-kan setiap sudut pandang kita, yang akan kita pelajari akan semakin beragam dan kita juga jadi tahu sisi lain untuk belajar kan?hehehhee..
Semoga bermanfaat ya buat teman - teman.. God blesssss
Minggu, 16 Desember 2012
BESAR atau KECIL ?
HOLAAAAA Temannn - Teminnn.,..
Akhirnyaaa... Setelah ujian akhir saya bisa ngeblog dengan puas kembali..
Banyak nih di dalam kepala yang mau dituangin dalam blog..
Jadi... Kembali ijinkan saya buat sharing tentang apa yang saya dapat buat teman - teman semua.. :D
Kali ini saya akan share bagaimana saya diajarkan salah satu hal yang luar biasa juga. Sebuah pelajaran yang didalam hidup juga dibutuhkan. =D
Dan melalui pelajaran ini saya dibukakan lewat pikiran dan hati.
Jumat minggu lalu saya harus rapat untuk sebuah acara dimana saya turut campur menjadi panitia dalam acara tersebut. :)
Sejauh pengalaman - pengalaman yang saya dapatkan hingga sekarang ini, saya selalu mendapati bahwa anggaran dana untuk acara yang akan didapatkan itu adalah titik kedua yang menjadi perhatian. Yang pertama, beberapa panitia akan menjadikan keberhasilan acara tersebut menjadi fokus utama. Yang kedua, panitia akan menjadikan kecukupan ( bahkan kalau bisa lebih ) dana untuk fokus yang kedua. Nah, kali ini fokus kedua yang akan saya bahas. Didalam fokus kedua ini juga yang menjadi titik utama tulisan blog ini dan berhubungan dengan pelajaran yang saya dapat dari seseorang dari rapat jumat lalu.
Dalam sebuah rapat kemarin, dana yang harus kami dapatkan untuk membiayai acara kami adalah jauh lebih besar dari pemasukan yang pertama. Pemasukan kami adalah Rp 1.500.000,00 dan pengeluaran kami adalah kurang lebih Rp 8.000.000,00.. Pengeluaran dan pemasukan lebih tinggi pengeluaran kan?
Melihat bahwa sebesar itu anggaran yang kami harus dapatkan timbullah beberapa pemikiran yang diucapkan teman - teman panitia dalam rapat. Ada yang mengatakan seperti ini :
1. Wow... Banyak ya...
2. Pemasukan kita berapa? Satu setengah juta? Koq banyak pengeluarannya ya?
3. Harus cari dana banyak nih...
4. Acara bentar lagi ya.. Dananya juga harus dikejar tuh..
Seperti itu kalimat - kaliamat yang terlontar... Teman - teman bisa ambil kesimpulan dari kalimat - kalimat yang terlontar?
Ada rasa khawatir, ragu, tidak percaya diri, cepat - cepat ingin mendapat hasil, takut pada nominal pengeluaran, dll. Ya kan? hehehe
Sampai pada disaat dimana kami selesai melaporkan kemajuan setiap seksi, sampai pada penanggungjawab acara kami untuk menyampaikan teguran, nasihat, komentar, saran, dan lain - lain.
Pertama, teman saya yang bertugas sebagai penanggungjawab mengomentari beberapa hal untuk beberapa seksi demi kemajuan dan perubahan cara kerja. Sampai pada pesan terakhir yang ia sampaikan, teman saya sebut saja Si T, mengeluarkan selembar uang Rp 10.000,00.
T mengatakan, "Ini berapa?"
Kami menjawab, "Sepuluh ribu."
T bertanya, "Sepuluh ribu ini besar apa kecil?"
Salah satu dari kami ada yang nyeletuk menjawab "Ya besar kalo dibanding seribu atau lima ratus."
T menjawab "Iya betul. Sekarang saya mau tanya, pengeluaran kalian kurang lebih Rp 8.000.000,00 besar apa kecil?"
Dari pertanyaan terakhir ini membuat rapat menjadi ramai. Ada yang menjawab besarrrrr, ada yang menjawab kecilllllll.
Terus dilakukan deh voting. Siapa yang jawab besar? Siapa yang menjawa kecil?
Banyak yang menjawab besar.
Pertama melihat bahwa teman - teman banyak yang menjawab besar, saya jadi berpikir, "kenapa harus melihat kalau nominal segitu besar? Bukannya dengan berpikir bahwa itu nominal yang kecil akan membuat kita lebih mudah menggapai nominal itu?"
Tapi apa yang saya pikirkan salah dengan pemikiran teman saya T.
Dia menjawab seperti ini.
Mendengar jawaban teman saya itu, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya. Saya menjadi ingat bahwa fokus pada proses itu memang dimana - mana akan jauh lebih baik dan membantu. Dan perlu dilihat juga dalam pesan dari teman saya itu, bahwa walaupun BESAR pada sekarang ini, akan menjadi KECIL kalau kita mau menjalani, berproses, berjuang mendapatkan GOAL yang sudah disusun, dan menjadi pemenang.
Setelah teman saya, T, menjelaskan mengapa jawabannya adalah nominal yang besar, ia bertanya kembali,."Kalian percaya bahwa Rp 10.000,00 ini akan menjadi kecil buat kalian karena sebentar lagi Rp 8.000.000,00 akan nyata didepan kalian?"
Mendengar jawaban kami semua serempak " IYAAAA!!! "..
Teman saya langsung memberikan uang tersebut untuk masuk dalam kas acara kami.
Nice lesson, right??
Dihari itu saya belajar tentang bagaimana kita memiliki pandangan akan apa yang kita hadapi. =D
Tentu saja dalam hidup ini tidak hanya nominal uang yang akan kita jumpai, banyak hal dan bahkan bisa saja lebih rumit dari pada jumlah nominal. Tapi ayo teman - teman, hadapi itu! Jalani! Fokus saja pada proses yang memang harus dilalui, dan nanti kalian akan terkejut dengan hasilnya. =D
God blesssss
Akhirnyaaa... Setelah ujian akhir saya bisa ngeblog dengan puas kembali..
Banyak nih di dalam kepala yang mau dituangin dalam blog..
Jadi... Kembali ijinkan saya buat sharing tentang apa yang saya dapat buat teman - teman semua.. :D
Kali ini saya akan share bagaimana saya diajarkan salah satu hal yang luar biasa juga. Sebuah pelajaran yang didalam hidup juga dibutuhkan. =D
Dan melalui pelajaran ini saya dibukakan lewat pikiran dan hati.
" Untuk punya hati yang besar dalam menghadapi tantangan, serta Untuk punya pikiran yang fokus dengan apa yang ada sekarang ini juga."
Saya belajar lagi nih teman - teman... Tentang hal yang pernah saya tulis di blog yang lalu. Mungkin teman - teman yang sudah baca masih ingat bahwa kita ini lebih baik untuk melihat proses yang kita jalani dari pada melihat apa sih bayangan kita tentang gimana hasil yang akan kita dapatkan. Kalau belum mungkin bisa mencari di salah satu tulisan blog saya. hehehe.. =p
Mari masuk ke cerita... hohohoho
Jumat minggu lalu saya harus rapat untuk sebuah acara dimana saya turut campur menjadi panitia dalam acara tersebut. :)
Sejauh pengalaman - pengalaman yang saya dapatkan hingga sekarang ini, saya selalu mendapati bahwa anggaran dana untuk acara yang akan didapatkan itu adalah titik kedua yang menjadi perhatian. Yang pertama, beberapa panitia akan menjadikan keberhasilan acara tersebut menjadi fokus utama. Yang kedua, panitia akan menjadikan kecukupan ( bahkan kalau bisa lebih ) dana untuk fokus yang kedua. Nah, kali ini fokus kedua yang akan saya bahas. Didalam fokus kedua ini juga yang menjadi titik utama tulisan blog ini dan berhubungan dengan pelajaran yang saya dapat dari seseorang dari rapat jumat lalu.
Dalam sebuah rapat kemarin, dana yang harus kami dapatkan untuk membiayai acara kami adalah jauh lebih besar dari pemasukan yang pertama. Pemasukan kami adalah Rp 1.500.000,00 dan pengeluaran kami adalah kurang lebih Rp 8.000.000,00.. Pengeluaran dan pemasukan lebih tinggi pengeluaran kan?
Melihat bahwa sebesar itu anggaran yang kami harus dapatkan timbullah beberapa pemikiran yang diucapkan teman - teman panitia dalam rapat. Ada yang mengatakan seperti ini :
1. Wow... Banyak ya...
2. Pemasukan kita berapa? Satu setengah juta? Koq banyak pengeluarannya ya?
3. Harus cari dana banyak nih...
4. Acara bentar lagi ya.. Dananya juga harus dikejar tuh..
Seperti itu kalimat - kaliamat yang terlontar... Teman - teman bisa ambil kesimpulan dari kalimat - kalimat yang terlontar?
Ada rasa khawatir, ragu, tidak percaya diri, cepat - cepat ingin mendapat hasil, takut pada nominal pengeluaran, dll. Ya kan? hehehe
Sampai pada disaat dimana kami selesai melaporkan kemajuan setiap seksi, sampai pada penanggungjawab acara kami untuk menyampaikan teguran, nasihat, komentar, saran, dan lain - lain.
Pertama, teman saya yang bertugas sebagai penanggungjawab mengomentari beberapa hal untuk beberapa seksi demi kemajuan dan perubahan cara kerja. Sampai pada pesan terakhir yang ia sampaikan, teman saya sebut saja Si T, mengeluarkan selembar uang Rp 10.000,00.
T mengatakan, "Ini berapa?"
Kami menjawab, "Sepuluh ribu."
T bertanya, "Sepuluh ribu ini besar apa kecil?"
Salah satu dari kami ada yang nyeletuk menjawab "Ya besar kalo dibanding seribu atau lima ratus."
T menjawab "Iya betul. Sekarang saya mau tanya, pengeluaran kalian kurang lebih Rp 8.000.000,00 besar apa kecil?"
Dari pertanyaan terakhir ini membuat rapat menjadi ramai. Ada yang menjawab besarrrrr, ada yang menjawab kecilllllll.
Terus dilakukan deh voting. Siapa yang jawab besar? Siapa yang menjawa kecil?
Banyak yang menjawab besar.
Pertama melihat bahwa teman - teman banyak yang menjawab besar, saya jadi berpikir, "kenapa harus melihat kalau nominal segitu besar? Bukannya dengan berpikir bahwa itu nominal yang kecil akan membuat kita lebih mudah menggapai nominal itu?"
Tapi apa yang saya pikirkan salah dengan pemikiran teman saya T.
Dia menjawab seperti ini.
"Kalau melihat kurang lebih Rp 8.000.000,00 adalah nominal yang besar. Karena apa? Uang itu belum ada bentuk nyatanya. Jadi benar uang itu besar untuk kita semua sekarang ini. Tapi jumlah itu akan menjadi kecil kalau sudah ada ditangan kita. Maka dari itu, mari kita lakukan proses yang memang harus terjadi untuk memenuhi nominal itu menjadi nyata dan pada saat itu kita akan menyebut nominal itu kecil bagi kita."
Mendengar jawaban teman saya itu, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya. Saya menjadi ingat bahwa fokus pada proses itu memang dimana - mana akan jauh lebih baik dan membantu. Dan perlu dilihat juga dalam pesan dari teman saya itu, bahwa walaupun BESAR pada sekarang ini, akan menjadi KECIL kalau kita mau menjalani, berproses, berjuang mendapatkan GOAL yang sudah disusun, dan menjadi pemenang.
Setelah teman saya, T, menjelaskan mengapa jawabannya adalah nominal yang besar, ia bertanya kembali,."Kalian percaya bahwa Rp 10.000,00 ini akan menjadi kecil buat kalian karena sebentar lagi Rp 8.000.000,00 akan nyata didepan kalian?"
Mendengar jawaban kami semua serempak " IYAAAA!!! "..
Teman saya langsung memberikan uang tersebut untuk masuk dalam kas acara kami.
Nice lesson, right??
Dihari itu saya belajar tentang bagaimana kita memiliki pandangan akan apa yang kita hadapi. =D
Tentu saja dalam hidup ini tidak hanya nominal uang yang akan kita jumpai, banyak hal dan bahkan bisa saja lebih rumit dari pada jumlah nominal. Tapi ayo teman - teman, hadapi itu! Jalani! Fokus saja pada proses yang memang harus dilalui, dan nanti kalian akan terkejut dengan hasilnya. =D
God blesssss
Langganan:
Postingan (Atom)

