Jumat, 30 Mei 2014

Kapasitas untuk Memaafkan dalam Diri Kita







Hellooo guysss.. ^^
Posting kali ini saya akan mengangkat tema yaitu memaafkan...
Suatu tema yang hangat sekali untuk dijadikan pembahasan dalam menulis...
Sebenarnya tema ini sendiri menginspirasi saya setelah saya membaca sebuah buku dan berita. Bukan berita yang menyenangkan dan bukan buku fave saya sebenarnya, tapi cukup memberi pengajaran tersendiri...


Mari kita baca kisah dari "Sekolah West Nickel Mines"...
Kisah ini terjadi pada 2 Oktober 2006. Kisah yang terjadi adalah pembunuhan yang tragis. Pembunuhan yang terjadi dilakukan oleh seorang pria bernama Charles Carl Robert, dengan usia 34 tahun. Ironisnya, pembunuh juga membunuh dirinya sendiri setelah membunuh murid - murid di sekolah tersebut yang berusia kurang lebih 9 - 13 tahun. Charles adalah seorang ayah yang sempat kehilangan bayi perempuannya dan seorang yang melecehkan dua orang anak sanak saudaranya. 
Kejadiaannya.. Suatu pagi, Charles memasuki sekolah dengan membawa senapan, dan minyak pelumas. Tujuan awalnya diduga ingin melakukan pelecehan pada murid - murid perempuan di sekolah, namun karena polisi datang setelah seluruh guru dan semua murid laki - laki yang disuruh untuk keluar gedung sekolah menelepon mereka. Charles menyuruh sepuluh murid - murid perempuan yang berhasil disandera untuk berbalik menghadap papan tulis. Kepanikan yang diperolehnya setelah mengetahui polisi datang bertambah parah ketika dua dari murid - murid perempuan tersebut menunjukkan sikap berani dengan bertanya...
Marian Fisher, yang pertama kali berani bertanya, " Mengapa kamu mau membunuh kami semua?"
Membuat Charles akhirnya mengakui amarahnya kepada Tuhan karena ia kehilangan bayi perempuannya yang membuatnya marah, dan rasa bersalah yang tidak bisa ia lupakan karena telah melecehkan dua anak sanak saudaranya. 
Barbie Fisher yang merupakan adik dari Marian pun tidak kalah beraninya dengan mengatakan, " Tembaklah aku setelah kamu membunuh kakakku, baru setelah itu yang lainnya ".
Seluruh perasaan yang sudah berkecamuk dalam diri Charles membuat telunjuknya menekan kedua senapan yang ia bawa dengan membabi buta. Menembak semua murid - murid perempuan yang sudah ia sandera. Sasaran pertama memang ia tujukan pada Marian dan Barbie, lalu dengan masih membabi buta ia melepas peluru kepada semua murid perempuan yang ada di depannya. Setelah itu ia bunuh diri.
Polisi yang mendengar suara tembakan langsung bergerak menuju lokasi dan menyelamatkan korban berserta pelaku / tersangka. 
Barbie yang tadinya juga memiliki keberanian setelah melihat kakaknya, tetap selamat beserta korban lain yang hanya tertembak pada punggung dan lengan. Mereka yang selamatlah yang memberikan kebenaran cerita ini dan membawa pengalaman hebat ini dalam sisa hidup mereka.
Terlebih lagi, pengalaman ini tidak hanya menjadi hebat dalam konotasi negatif, namun positif juga. Karena, seluruh warga Amish yang mengetahui terdapat pembunuhan tragis di salah satu sekolah di tempat mereka melakukan pengampunan masal kepada yang bersalah beserta dengan keluarganya. Mereka melakukannya dengan mengumpulkan uang untuk diberikan pada korban dan keluarga tersangka. Lalu mengatakan bahwa jika Charles melakukan pelampiasan amarahnya dengan membunuh, maka kami melakukan pelampiasan dengan memaafkan.


   Kapasitas untuk memaafkan sebenarnya dimiliki oleh manusia. Melalui sikap memaafkan yang diberikan atau hanya diutarakan melalui perkataan membuat para peneliti meneliti tentang kapasistas untuk memaafkan, dimana penelitian ini dilihat dari kisah diatas, pembunuhan di Amish di West Nickel Mines School. Para psikolog memang tertarik dalam memahami kebenaran dari kehidupan manusia melalui berbagai dimensi yang ada termasuk pengalaman terburuk atau terbaik yang ada.
      Memaafkan. Apa sih memaafkan itu? Memaafkan diartikan melepaskan amarah atau dendam kepada seorang yang melakukan tindakan yang menyakitkan. Melalui memaafkan manusia menyadari bahwa ia akan berhenti mencari pelampiasan dalam bentuk apapun untuk menghilangkan marah dan dendam yang ada. 
        Terlepas bahwa orang Amish memegang kepercayaan dan keyakinan untuk lepas benar - benar dengan hal - hal yang berbau duniawi seperti membalas dendam, dan lain sebagainya, tindakan memaafkan yang dilakukan massal ini memang patut untuk dicontoh dan diberi penghargaan karena kita semua pasti menyadari bahwa memaafkan itu tidak semudah ketika mengatakannya.
          Tindakan memaafkan massal merupakan tindakan yang luar biasa, namun juga membingungkan. Banyak sekali psikolog yang sudah mengambil tema memaafkan ini sebagai bahan penelitian mereka. Seperti contohnya Michael McCullough dan rekan sejawatnya yang melakukan penelitian tentang memaafkan akhirnya menyatakan seperti berikut, 

"Kapasitas untuk memaafkan merupakan proses pengungkapan yang sering kali memakan waktu, dan terkadang memaafkan merupakan proses yang dinamis. Dinamis maksudnya, kita mungkin akan segera memaafkan seseorang, tapi kemudian kembali pada pikiran balas dendam atau amarah yang dirasakan."



Mengetahui kisah tersebut dan penelitian yang dilakukan membuat saya ingin membagikan lebih mengenai memaafkan. :) 

Tentu setiap kita memiliki emosi yang berupa marah, sedih, dan lain sebagainya ketika menerima perlakukan tidak menyenangkan atau bahkan sangat jahat. Saya sendiri pun juga memilikinya ketika saya merasa patah hati atau dikecewakan oleh teman. Tapi memang saya menyadari juga bahwa memaafkan itu memang prosesnya adalah dinamis. Terkadang masih terlihat bahwa tindakan maaf hanya ada sebatas mulut saja.

Seorang professor dari sebuah universitas Wisconsin Madison, dikenal sebagai Dr. Maaf atau Dr. Forgiveness.. Membaca artikel tentang nama beliau awalnya membuat saya geli XD, karena nama panggilannya lucu.. Namun membaca riset yang dilakukannya tentang hubungan antara memaafkan dengan kesehatan fisik dan psikologis bagus juga.

Riset yang beliau lakukan ternyata menghasilkan bahwa orang yang melakukan tindakan memaafkan ternyata meningkatkan fungsi kardiovaskuler dan sistem syaraf. Kecemasan, amarah, stress, depresi, bahkan frustasi yang dirasakan pun berkurang, sehingga semakin bertambah hari seseorang dapat hidup lebih berenerjik, mampu melupakan permasalahan dan emosi yang dipikirkan atau dirasakan sebelumnya. Memaafkan pun juga baik untuk kesehatan psikologis, seperti murung yang ada berganti dengan keceriaan yang terbangun dari usaha untuk melakukan tindakan memaafkan. Walaupun bertahap dan prosesnya dinamis, tapi akan berhasil ketika memang ada sebuah niat tulus, seperti kaum amish yang menerima dan memaafkan pelaku pembunuhan di salah satu sekolah. :)

Well, bagaimana denganmu?
Masikah menyimpan amarah, dendam, atau pikiran buruk kepada seseorang yang telah menyakitimu baik secara langsung atau tidak langsung?
:)
Tidak perlu melihat betapa hebatnya orang - orang Amish tersebut, tapi jauh lebih menyenangkan dan memuaskan jika kita dapat melihat diri kita sendiri dapat memaafkan mereka yang menyakiti kita.

Mungkin, terapkan seperti ini..
Kita sendiri berusaha dalam kehidupan sehari  - hari untuk tidak menyakiti orang lain karena kita sudah merasakan seperti apa tersakiti. Lalu jika kita menemukan orang yang menyakiti kita, dan kita berusaha memaafkan namun selalu gagal, berpikirlah bahwa mereka pun sebelumnya juga berusaha untuk tidak menyakiti kita. :) Jadi, bijak dan bisa dikatakan adil juga apabila kita bisa memaafkan mereka. :)

Baru saja saya ingin menutup posting ini sembari menonton berita, saya melihat ada berita bentrok antar warga dimana masalahnya sepele sekali. Masalahnya yaitu pembahasan yang pada akhirnya dibahas dengan kata - kata kasar dan bentakan. Dari hal yang kecil tampaknya, menjadi seperti perang.. See? Tidak mudah untuk memaafkan secara cepat, dan saya rasa kurang bijaksana jika kekerasan dan pembalasan menjadi solusinya. :)

Mari terus kita tanamkan kepada sekitar bahwa memaafkan bukan hanya untuk mencari kepentingan sendiri untuk kesehatan psikologis atau fisik, tetapi untuk sama - sama menjaga kedamaian yang memang layak untuk dipertahankan ada di dunia ini. :)







Selamat beristirahat, selamat malam, dan Have a good day! ^^

God bless you...  
              

Kamis, 29 Mei 2014

BRAND NEW

Hellooo thereee... It's nice to writing again.. hohohoho..
Bisa dihitung lama juga saya tidak menulis di blog.. Saya kangen.. >.< Yang menyebabkan saya tidak menulis memang sedikit alay sih kalau sudah dalam keadaan normal lagi seperti sekarang.. hahahaha.. XD
Penyebabnya adalahhh.......... PATAH HATI..
Nah.. Karena saya menyadari juga selain patah hati itu bukan alasan masuk akal membuat kita berhenti menulis, saya juga menyadari bahwa saya menyia - nyiakan waktu yang berharga untuk menulis dan berbagi ilmu.. :)

 
Well, saya juga ingin memberi inovasi baru dalam cara menulis dan apa saja yang akan saya bagikan dalam blog ini.. Biasanya saya hanya berbagi kisah inspiratif, atau cerita keseharian yang saya buat untuk merenung, dan beberapa sentuhan tulisan psikologi... Untuk edisi kali ini (cieeee... edisi... XD), Saya akan menulis selain kisah inspiratif yang disambung dengan pembahasan dengan sisi psikologis, juga menulis tentang ilmu psikologi yang kiranya nanti membantu teman - teman yang tidak belajar psikologi untuk menambah ilmu atau bacaan yang lebih bermutu, dan saya akan memberi sisi kuliner dalam tulisan blog ini.. 

Kenapa ada sisi kuliner dan sisi ilmu psikologi yang akan ditambahkan dalam blog ini?
Karena selama saya berdiam diri yang disebabkan oleh "patah hati" itu, saya mulai terjun dalam hobby kuliner, dimana membuat saya menjadi sadar bahwa kuliner itu bisa memberi sisi menyenangkan.. huahahaha.. Selain kenyang dan rasa enak yang bisa dirasakan, kuliner memberi saya sebuah petualangan yang tidak bisa diceritakan dengan kata - kata.. XD #lebaydikit..
 Lalu ada satu hal besar yang membuat saya lebih menyukai ilmu psikologi (nanti akan saya ceritakan dalam pos - pos berikutnya), jadi saya berpikir untuk membayar kebodohan saya yaitu menyia - nyiakan waktu dan potensi dengan menambah beberapa sisi bacaan lewat tulisan yang saya post.. ^^


Well... See youuu soon on the next post.. ^^


 

Rabu, 08 Januari 2014

Ketika KUASA Nyayian Itu Ada

Suatu sore, seorang gadis remaja berjalan dengan wajah letih, tubuh yang lunglai, ke sebuah gereja yang terlihat sangat sepi dari kejauhan. Ia berjalan lurus, mengikuti jalan setapak yang langsung menuju ke gereja itu. Gereja yang ia pandangi terus menerus dari perjalanannya ke gereja tersebut. Gereja dengan bangunan tua, sedikit tanaman, suasana sepi, namun masih terlihat rapi dan bersih.


Wajah letih yang ia bawa, seakan membawa beban – beban atau masalah yang baru ia terima atau ia dengar dari teman dan berita. Dalam pikirannya ia berpikir keras. Pemikiran pertamanya, ia berpikir bahwa bisa saja ia menganggap masalah teman – temannya sebagai hal yang biasa dan tidak perlu ia ikut campur. Pemikirannya yang kedua, ia berpikir bahwa bagaimana ia bisa menjadi seorang dokter suatu saat nanti jika ia hanya bisa kuliah di fakultas ekonomi dengan uang orang tuanya yang pas – pasan pula. Pemikirannya yang ketiga, ia berpikir bahwa begitu cepatnya hal – hal buruk yang terjadi di dunia ini, dan ia pun berpikir apa yang harus ia lakukan agar ia cepat dewasa sehingga ia bisa membantu hal – hal buruk di dunia menjadi hal – hal yang baik.


Semua pemikiran itu terlihat biasa – biasa saja, namun begitu membuat gadis remaja itu bingung, resah, dan memerlukan seorang yang dapat menenangkan hati dan pikirannya.


Ia memasuki gereja dengan langkah pelan. Sambil melihat – lihat untuk mencari seseorang yang ia pikir, mampu untuk mendengar ceritanya dan menenangkan hati dan pikirannya.


Langkahnya berhenti, tepat di depan seorang lelaki setengah baya dengan pakaian serba hitam, rambut yang benar – benar rapi, dan wajah yang selalu ramah. Gadis itu terdiam, menunggu seorang lelaki yang disebut pendeta itu untuk berbicara.


“ Apa yang mendorong kedua kaki, hati, dan pikiranmu untuk datang kemari?”

“ Bisakah saya bertanya berbagi sesuatu dan meminta anda menenangkan hati dan pikiran saya yang sedang bingung dengan berbagai masalah?”

“ Silahkan duduk…” kata pendeta itu dengan cepat dan ia pun mulai siap mendengarkan gadis itu berkeluh kesah.

“ Pendeta, apakah kau mendengar dan melihat berita tentang hal – hal buruk di dunia akhir – akhir ini? Apa yang kau lakukan untuk mengubah hal – hal buruk itu? Apakah kau juga merasa resah dengan semuanya itu?”

“ Mengapa resah? Kau pasti tahu, dunia akan selalu berputar dengan begitu cepat dan tidak semua melihat dan mendengar hal – hal buruk, bahkan manusia di dunia ini memperhatikan pun sangat jarang. Karena mereka selalu dipenuhi dengan banyak kegiatan dan kepentingan masing – masing. Dan jika kau tanya, apa yang saya lakukan? Jawaban saya hanyalah BERDOA. Dan jika ingin membantu mengubah semuanya, bantulah dengan kekuatan yang Tuhan berikan. Kamu tidak perlu merasa resah, justru yang harus kau lakukan, berdoalah, mintalah agar Tuhan mau membantu masalah di dunia ini. Dan mohon ampunlah, agar Tuhan tidak marah besar.”

“ Baik. Itulah jawaban yang saya pikirkan pula, pendeta. Ternyata, pendeta pun juga memiliki jawaban yang hampir sama.”

“ Apakah itu yang membuatmu resah?” tanya pendeta itu dengan penasaran.

“ Tidak. Masih ada lagi. Saya pernah mengatakan cita – cita saya menjadi dokter, bukan? Namun, karena biaya yang orang tua saya punya hanya bisa menyekolahkan saya di fakultas ekonomi. Jika saya menunggu sampai adanya uang untuk kuliah kembali, itu sangatlah lama dan saya takut jika keinginan saya menjadi pudar. Saya benar – benar ingin menjadi dokter, pendeta. Tapi saya tidak dapat melakukan apa – apa. Saya tidak mungkin memaksa orang tua saya untuk mencari uang yang banyak agar bisa menyekolahkan saya di sekolah khusus dokter. “

“ Nak, mintalah kepada Tuhan. Percaya. Jaga keinginanmu itu jika tidak ingin pudar. Ingatlah, kau itu tidak akan dibiarkan melangkah sendirian untuk menuju pada keinginanmu itu. Jika kau tahu bahwa Tuhan mampu, jangan REMEHKAN Ia, nak.” Nasehat pendeta itu.

“ Hanya seperti itukah, pendeta? Hanya itukah yang harus kulakukan? Kau benar, pendeta. Aku salah jika aku meremehkan kuasa Tuhan, padahal aku tahu dan yakin kuasa Tuhan sungguh besar.”

“ Benar. Berdoalah. Dimanapun. Percayalah selalu. Imanilah.” Nesehat pendeta itu dengan lebih tegas dari sebelumnya.

“ Lalu.. Pendeta, apa yang kau ketahui tentang kebencian?”

“ Benci… Kebencian… Hal buruk,nak. Iblislah yang menguasai dan membiarkan itu terjadi.”

“ Begitukah? Lalu, apa yang seharusnya saya dan teman – teman saya lakukan jika ada seorang teman kami yang begitu membenci kami hanya karena suatu masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan?”

“ Ada apa sebenarnya ?” tanya pendeta itu, yang sebenarnya ia tahu harus menjawab apa.

“ Saya dan ketiga teman saya di benci oleh salah seorang teman kami, pendeta. Hanya karena masalah yang bisa diselesaikan, namun teman kami itu memilih untuk membenci kami. Padahal pendeta, dulu kami sangatlah akrab, merayakan ulang tahun bersama, jalan – jalan bersama. Namun karena kesalahan yang bisa dimaafkan dan masalah yang bisa diselesaikan, ia memilih untuk membenci kami berempat. Dan yang lebih sedihnya lagi, di antara kami berempat, ada yang memilih untuk berprinsip memusuhi pula jika teman yang membenci kami mengajak untuk bermusuhan. Saya sedih, pendeta. PERTEMANAN itu SUNGGUH BERHARGA. Namun dengan KEEGOISAN, semua berubah menjadi PERMUSUHAN. Sungguh, saya dan seorang teman saya, sudah meminta maaf, namun kami tidak dimaafkan. Sedangkan dua yang lainnya hanya diam, dan bahkan ikut memusuhi.” Dengan air mata yang mengalir deras, gadis remaja ini berubah menjadi gadis yang rapuh dan tidak kuat dengan masalah remaja yang nampaknya sederhana namun berat.

“ Ceritamu begitu panjang dan benar – benar terlihat tidak menganggap Tuhan itu ada. Yang saya bisa berikan pada kamu hanyalah nasehat untuk BERDOA TERUS MENERUS, mohon kepada Tuhan untuk mengampuni dosa kalian dan mohonlah untuk membukakan hati dan pikiran teman – temanmu yang KERAS SEPERTI BATU dengan KEEGOISAN mereka. Dan, JANGANLAH MENYERAH UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH. Kuasa Tuhan itu ada, nak. Percayalah.”

“ Pendeta, hari ini aku benar – benar bersyukur kepada Tuhan dan beterimakasih pada pendeta. Karena ternyata, dengan DI DALAM TUHAN-lah, SEMUANYA BISA DIPATAHKAN DAN DISEMPURNAKAN DENGAN KASIH. Terima kasih pendeta.”

“ Sekarang, berdoalah. Dan nanti saat kau pulang, lakukan apa yang seharusnya kau lakukan”


Gadis remaja itu berjalan menuju kursi paling depan dalam gereja itu, dan mulai berdoa :
“ Tuhan Yesus, terima kasih karena KASIH YANG SEMPURNA TELAH KU’TRIMA DARIMU. Bukan karna kebaikanku, HANYA OLEH KASIH KARUNIAMU. Kau PULIHKAN aku, LAYAKANku tuk dapat memanggilmu Bapa. KAU BRI yang kupinta, Saat KU’MENCARI KU’MENDAPATKAN. KU’KETUK PINTUMU, dan KAU BUKAKAN. Sbab kau Bapaku, Bapa yang Kekal. TAK’KAN KAU BIARKAN, aku MELANGKAH HANYA SENDIRIAN. Kau SELALU ADA bagiku, SBAB KAU BAPAKU, Bapa yang Kekal. Saat ini Tuhan, aku memohon padaMU, pulihkanlah hal – hal buruk yang sudah terjadi. Dan ampunilah kesalahan kami Tuhan. Karena saat kami mendapat apa yang kami minta, kami justru melepaskan dengan kebencian. Kuatkan iman kami ya Tuhan. Buatlah kami untuk tidak sering meremehkanMU, Tuhan. Buatlah seuatu persahabatan yang sudah pecah menjadi utuh kembali. Kau patahkan kuasa iblis yang membuat hati manusia memilih untuk membenci dan tidak mau mengampuni. Kau patahkan keinginan untuk membalas membenci Tuhan. Jadikanlah hati kami ini, hati yang mau mengampuni. Karena tidak ada yang lebih indah, jika pertemanan itu ada dengan KAU yang hadir di tengah – tengah kami. Dampingi kami, agar kami tidak sendirian dalam masalah kami. AMIN”


Sore itu, gadis remaja yang kembali pulang kerumah, adalah gadis remaja yang KUAT IMANNYA DAN PENUH DENGAN SUKACITA.





“ HARGAI pertemanan yang ada. BERUSAHALAH saat kamu tidak mencapai sesuatu. BERSERAHLAH HANYA PADA TUHAN. Karena dunia ini selalu saja menuju ke tempat yang gelap, kamu lah yang empunya kerajaan Sorga, yang mampu menarik dunia ini menjadi KEHIDUPAN TERANG “

God bless….

Inilah tugasku sebagai kakak dari Tuhan...

Sore yang begitu indahnya bagi sepasang suami - istri, dengan hadirnya anak kedua mereka. Bagaikan bunga yang merekah, itulah gambaran seorang ibu yang baru saja melindungi dengan perhatian spesial selama sembilan bulan, dan seorang ibu yang baru saja melahirkan anaknya dengan rasa sakit yang tak bisa dikatakan bagaimana ia merasakan sakitnya melahirkan anaknya yang kedua dengan waktu dua puluh dua jam. Dan saat sore itu pula, seorang anak kecil yang merasa takut karena tak tahu apa yang terjadi oleh ibunya. Gadis kecil itu hanya bisa terdiam di sebuah lorong rumah sakit, tepat di sebelah ruang melahirkan. Ia terus bertanya.

" Bibi, apakah ibu akan baik - baik saja? Aku sangat takut sekarang. Ayah tidak ada di sampingku. Apa yang harus kulakukan untuk menjadi berani bibi?"kata gadis kecil itu sembari memeluk erat boneka mickey mouse dari ibunya.
"Angel, ibumu baru saja memberimu seorang malaikat. Sebentar lagi, kau bisa melihat malaikat itu. Kau akan tahu bagaimana indahnya memiliki malaikat kecil yang akan kau rawat"kata bibi.
"Malaikat kata bibi? "
"iya.. dan kau akan tau suatu saat. Kenapa kau akan menjaga malaikat kecil itu."

Saat operasi sudah berjalan lancar. Dan karena waktu yang begitu lama, angel pun tertidur dipangkuan bibinya. Saat ia terbangun, ia menyadari hari sudah pagi. Dan ia merasa begitu kaget. Karena berada di sebuah ruangan yang begitu bersih, begitu segar, begitu heningnya. Sampai ia berjalan mendekati seseorang yang sedang tidur, tida lain ibunya sendiri.

Dengan pelan, gadis kecil itu membangunkan ibunya. Begitu ibunya menoleh, angel pun melihat sosok asing yang tidak pernah ia tahu sampai saat itu. Ibunya yang ditanyai terus, akhirnya menjelaskan dengan pelan, bahwa itulah malaikat yang dibicarakan bibinya.

Namun, kebahagian seperti kandas dengan sebuah jarum yang ditusuk - tusukan ke hati mereka semua. Ternyata si malaikat kecil itu, memliki kekurangan di telinga kirinya. Ia tidak bisa mendengar sam sekali. Begitu terpukulnya ibu Angel. Angel pun yang tidak begitu peka, karena ia tidak tahu bahwa tidak bisa mendengar bisa saja membuat orang kesusahan.

Waktu terus bergulir, dan sampailah saat malaikat kecil bernama Kevin berusia 6 tahun, dan Angel berusia 12 tahun.

Pemikiran Angel, saat hari pertama dan hari selanjutnya memilik adik kecilnya itu terus berubah. Hingga usianya sekarang. Ia merasa kesal, marah, dan terkadang menangis sendiri di kamarnya. Angel kesal dan marah karena ia merasa ibunya lebih menyayangi adiknya.

Di saat Kevin memasuki umur 6 tahun, Angel memukul dada Kevin dengan keras dan menghina kekurangannya karena Kevin tidak mau mengalah untuk suatu barang.
Di saat Kevin memasuki umur 7 tahun, Angel membentak dengan sangat keras dan menghina kekurangannya karena Kevin memukul Angel dengan bercanda.
Di saat Kevin memasuki umur 8 tahun, Angel membanting tas sekolah adiknya dan menghina kekurangannya karena Kevin ingin menguasai meja belajar Angel.
Di saat Kevin memasuki umur 9 tahun, Angel memukul dan memecahkan kacamata Kevin dan menghina kekurangannya karena Kevin menjatuhkan pekerjaan sekolah Angel.
Di saat Kevin memasuki umur 10 tahun, Angel menghina dengan kata - kata kasar atas kekurangan adiknya itu, karena Kevin membuat Angel pusing jika pulang bersama - sama setiap hari.


Dan di saat Kevin umur 11 tahun, dan Angel umur 17 tahun...

Saat itulah mata hati Angel terbuka. Dan ia begitu terpukul atas selama ini tingkah lakunya yang ia lakukan kepada Kevin, adiknya.

Sore yang begitu dingin karena musim dingin yang baru saja dimulai, Angel hanya berdua dengan ibunya. Sang ibu bercerita panjang lebar tentang semua yang ingin diceritakan. Angel pun mendengar dengan semangat karena tidak sering ia dan ibunya bisa berdua seperti ini.

Sampai pada cerita mengenai adiknya... Angel terpana... Terdiam... dan sedih...

Ibunya mengatakan...
" Adikmu selama ini tidak bisa mendapat teman yang baik. Hanya beberapa teman yang menyukainya. Mungkin jika adikmu bisa juara kelas terus banyak yang ingin jadi temannya. Banyak temannya yang memandang ia sebelah mata. Sering adikmu mengatakan untuk tidak memakai alat pendengaran lagi, karena ia malu. Sungguh kasihan adikmu"

Saat itu juga, Angel pergi ke kamarnya. Ia menangis tanpa suara. Ia mengingat kembali apa yang ia lakukan dulu. Sungguh. Semuanya benar - benar tingkah laku yang menyakitkan adiknya. Angel benar - benar kecewa dan marah pada dirinya sendiri. Ia tidak tahu bahwa selama ini teman - teman di sekolah adiknya tidak bisa menerima dengan tulus. Ingin marah juga rasanya mengapa adiknya yang menderita seperti itu..
Seandainya yang memiliki kekurangan mendengar adalah ia sendiri pasti ia yang akan di hina, ia yang akan di jauhi, ia yang akan memiliki sedikit teman, ia yang akan merasa malu sendiri, dan ia yang akan sendirian. Angel menyesal dengan semua yang ia lakukan. Saat itulah juga ia sadar bahwa ia melupakan sesuatu hal selama ini.. Tugas yang begitu penting menjadi kewajibannya. Tugas untuk menjaga malaikat dari Tuhan..

Setelah semuanya yang Angel tau, ia mengubah semuanya. Walaupun sudah membuang 17 tahun, Angel berdoa supaya Tuhan memberikan waktu yang lama. Agar ia bisa mengganti semua yang telah ia hancurkan bersama adiknya..


" JADIKAN PERSAUDARAAN SEBAGAI TANGGUNG JAWAB YANG INDAH, BUKAN HANYA UNTUK MEMINTA MAAF ATAU MEMAAFKAN "

Minggu, 15 Desember 2013

A RIGHT MAN ON THE RIGHT PLACE...

Alohaaa..
Ohayou Gozaimasu subete no tomodachiiii...
haha
Selamat pagiiii selamat pagiiii teman" semuanyaaaa~

Well..
Saya habis hibernasi selama kurang lebih 10 jam. hoammm~
Senangnyaaa bisa tidur sepanjang ituu.. hahaha
Setelah perjalanan cukup melelahkan di hari sabtu kemarin.. :)

Kemarin Sabtu saya beserta teman-teman Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi dan teman-teman mahasiswa lainnya pergi ke Pura Group dan Dua Kelinci..
Kudus dan Pati.. :)

Perjalannya cukup singkat, ilmu yang didapat cukup banyak yang baru dan lebih memperkuat teori yang kami dapat di perkuliahan menjadi nyata di depan mata kami.. :) Tapiiii, yang namanya tubuh, lelah juga kalau perjalannya terus bersambung.. haha.. Inilah yang jadi satu alasan kenapa saya butuh tidur lebih dari 8 jam.. XD

Mungkin ada yang belum tahun tentang Pura Group, seperti ini nih gambar company nya.. :)


Nah itu dia sekilas gambarnya.. :)
Pura Group ini nihh, yang menciptakan bungkus pasta gigi kita, terus cover cup mie instan yang sering anak kos makan, terus rokok, produk unilever, uang yang kita gunakan, uang negara lain, dan masih banyak lagi..
Nah di dalam gedung itulah kemarin kita berkunjung dan belajar  banyak sekali tentang kenyataan di dunia kerja.. :)


Tetapiii, hanya satu yang paling saya sukailah yang akan saya bahas dimana hal itu saya dapat dari Psychology Goes to Company di Pura Group..

Judul yang saya tulis : "A right man on the right place"..
Itu yang saya paling suka dari keseluruhan yang saya pelajari dalam Pura Group.. :)

Terima kasih buat Mbak Tata yang sudah membuka mata kami tentang seperti apa kenyataan dunia kerja dan sekarang kami sudah bisa memulai untuk men-setting pemikiran kami sebelum lepas dari kuliah untuk mulai menjadi seorang yang siap melihat dunia kerja dan merasakannya tanpa keegoisan seseorang yang lulus dari dunia perkuliahan..

Cukup ekstrim juga yang dijelaskan tentang dunia kerja itu seperti apa aslinya..
Tapi.. hmm.. Cukup baik juga untuk tahu lebih awal.. hehe..
Khususnya buat saya yang hobinya tidur dan baca buku.
Biar bisa lebih terjaga dan lebih mempersiapkan diri.. haha.. *youknowwhatimean* XD


A right man on the right place..

Berbicara mengenai kepuasan..
Siapa sih manusia di dunia ini yang didalam dunia kerja, atau tentang cita-cita, atau tentang hidupnya tidak ingin merasakan kepuasan?
Pasti tidak ada yang ingin merasakan tidak puas.. :)
Memang, taraf kepuasan ini sangat berbahaya juga.. Kalau terlalu rendah bisa menimbulkan iri hati atau hal negatif lainnya, kalau terlalu puas juga bisa menciptakan serakah.. Jadi tidak semuanya menghasilkan sisi positif.. :)

Nah...
Dalam kehidupan ketika kamu ingin bertanya pada diri sendiri apakah kamu puas dengan apa yang kami jalani?
Apakah kamu puas dengan apa yang kamu terima?
Apakah kamu puas dengan apa yang sedang kamu kejar?
Apakah kamu puas dengan hasil yang sejauh ini kamu pertahankan?

Itu semua terjawab dengan simple dari salah satu cara ini..
Dengan pertanyaan..
Are you the right man on the right place?
Apakah kamu orang yang tepat di tempat yang tepat?
Apakah kamu orang yang tepat untuk sesuatu yang kamu kejar?
:)

Kalau jawabannya antara ragu - ragu sampai tidak, kamu perlu untuk mengkoreksi diri, mengkoreksi pekerjaanmu, mengkoreksi usahamu, mengkoreksi perjuanganmu, dan paling penting mengkoreksi hatimu.. Sinkron kah dengan pemikiranmu? :)

Begitu saya mendapat kalimat super simple, "a right man on the right place"
Pikiran saya langsung lari dengan apa yang saya sedang kejar dan usahakan sekarang ini.. :)
Wuaaaaaa... langsung jleb jleb jleb..

Tapiiii..
Dibalik proses yang sedang saya lalui ini, ditambah dengan merenungkan dengan pelajaran di atas, saya rasa memang perlu kita bertanya "are you a right man on the right place? dalam diri kita masing - masing untuk bermacam hal dalam hidup.. :) Sebagai koreksi, sebagai penentu jalan yang benar.. huahahaha..

Bukan berarti ketika jawabannya ragu atau tidak lalu kita berubah haluan, tujuan, dan lain-lain..
Tapi masih bisa mengkoreksi apa yang perlu dikoreksi agar kita menjadi orang yang tepat di tempat yang tepat..

Memang... Ketika kita tidak tepat di tempat atau usaha atau perjuangan yang sedang dilakukan, itu bisa menjadi membuang - buang waktu, atau bahkan membuat kita tidak memperhatikan keinginan hati kita.. :)


Jadi intinya..
Kamu berada ditempat yang tepat dan kamu orang yang tepat itu BAIK.. Usahakanlah untuk terus berkembang menjadi lebih baik dan berguna lebih banyak lagi..
Supaya apa? Hidupmu ini penuh artiii... *sok bijak* hahaha.. But its true.. :)

Kalau kamu memang tida berada ditempat yang tepat, atau kamu bukan orang yang tepat itu BUKAN BERARTI BURUK.. Masih ada yang bisa di ubah.. Tempatnya, kamunya, atau caranya.. Selalu ada cara.. :p

:)

A right man on the right place...
Hmm..
Saya masih butuh untuk merenung soal ini.. haha..
Teman - teman semangat ya untuk menemukan apa yang tepat untuk hidupmu!!!! ^^
Jangan buang - buang waktu... Percaya pada saya, kamu akan merasa menyesal jika membuang banyak waktu.. :)

Semangat ayok Semangat!!! Kalo ga semangat ya pura-pura SEMANGAT ajaaaa!!! ^^

God blesssss...
Happy sunday ya teman - temannnnnn~
see you on the next posting.. hahaha..

Rabu, 11 Desember 2013

Cara yang salah . . :)

Haiiii haiiii...
Malam semuaaaaaaaaa ^^

Wuahhh...
Suatu kerinduan sendiri buat saya bisa nulis blog malam ini.. haha
Well, saya menulis blog ini dengan ditemani lagu do yo want build a snow man dari film frozenn..
Biarin yah kalo iklan dikit.. haha
Cuma mau berbagi bahwa saya habis bangkit dari keterpurukan *lebayyy dikit*
haha
Tapi karena mendengar beberapa lagu dari film - film yang diproduksi oleh Disney, jadi semangat lagii.. XD
Memang lagi dapet feelnya mungkin.. hahaha..

Okeee..
Cukup basa basinya.. haha

Well, semester 7 ini sangat sangat sangat berat bagi saya..
Pertama dengan pekerjaan separoh waktu ternyata tidak mudah dijalani dengan masih mengambil mata kuliah yang cukup banyak..
Ditambah masalah hati yang lagi - lagi merasa kecewa akan keputusan seseorang..
Lalu, skripsi yang macet diperempatan jalan..
Semuanya membuat stressed out..
Benar - benar muak dan ingin lepas..
Rasa marah dan ingin menyelesaikan menjadi satu..
Bisa dibayangkan?

Saya lelah..
Ingin berhenti..
Dari apa?
Dari pekerjaan separoh waktu.
Dari kuliah psikologi.
Dan dari orang yang istimewa.

Tapiiiiiiiii...
:)
Lagi - lagi saya punya Tuhan yang tidak pernah berhenti memberi saya kekuatan dan selalu memberi inspirasi dari hal apapun itu..
Contohnya dari film Frozen..
Ada yang sudah menonton?
Atau belum?
Mari ijinkan saya ceritak sekilas.. :)

Frozen terinspirasi dari kisah The Snow Queen yang diadaptasi bebas, mengambil cerita dua putri kerajaan Arendelle, kakak beradik Elsa (disuarakan Idina Menzel) dan Anna (Disuarakan Kristen Bell). Elsa memiliki kekuatan sihir untuk mengendalikan es. Suatu ketika mereka berdua bermain salju sebelum secara tak sengaja, Elsa melukai Anna dengan kekuatannya, menyebabkan rambut Anna memutih sebagian dan tak sadar. Demi mencegah lebih banyak insiden, raja dan ratu memutuskan untuk memisahkan Anna dan Elsa agar tak bermain bersama lagi. Meski sama-sama tinggal di istana Arendell, Elsa selalu mengurung diri di kamarnya dan ayahnya mengingatkan agar ia jangan berbuat ceroboh dengan kekuatannya.

Tak disangka raja dan ratu meninggal dunia dalam kecelakaan kapal, meninggalkan Elsa yang diangkat menjadi ratu Arendel. Pada hari penobatannya untuk pertama kali Elsa bertatap muka kembali dengan Anna. Anna, yang bertemu dan jatuh cinta pada pandangan pertama dengan pangeran Hans (Santino Fontana) meminta restu Elsa untuk menikah dengan Hans. Namun Elsa tak merestuinya karena baru bertemu sehari. Kekuatan Elsa tidak dapat dikendalikan dan menimbulkan ketakutan di kalangan rakyat dan tamu istana. Elsa melarikan diri ke gunung utara dan membangun istana esnya sendiri. Ia memutuskan hidup menyendiri dan mulai merangkul kekuatannya.

Anna memutuskan menyusul Elsa untuk membujuknya kembali. Ia dibantu seorang pemuda gunung bernama Kristoff (Jonathan Groff) yang memiliki rusa lucu bernama Sven. Mereka juga berjumpa dengan manusia salju yang dihidupkan oleh kekuatan Elsa, Olaf (Josh Gad). Nasib kerajaan Arandelle ditentukan oleh pertemuan Elsa dan Anna.
Sumber : www.gatra.com

Yappp..
Saya menjadikan bahwa diri saya melakukan apa yang dilakukan Elsa..
Melarikan diri dari masalah, dan membuat diri saya menjadi seorang yang keras, murung, dan mudah marah.


Selama 3 hari saya tidak menjadi diri saya sendiri.
Jujur, tidak merasakan bahagia sama sekali.
Saya tertekan.
Tapi...
Seperti yang saya katakan di awal..
Tuhan selalu memberi caraNya untuk mengembalikan saya dalam keadaan yang normal.
:)

Saya menyadari saya salah mengambil cara untuk menyelesaikan problem saya.

MELARIKAN DIRI.

Itu salah..
Berapa banyak dari kita yang sering melarikan diri dari masalah?
:)
Saya mengakuinya, tetapi setelah mengakuinya, saya berhenti untuk melarikan diri.
Mengapa?
Karena saya tidak betah untuk menjadi seorang yang bukan diri saya.. :)
Terlebih lagi, dengan tidak menjadi diri sendiri adalah sama dengan kita melakukan kebohongan. :)
Lebih parahnya bohong pada diri sendiri.


Melarikan diri bisa dengan apapun..
Contohnya :
Banyak tugas kuliah, tapi karena merasa tak mampu, malas, atau penat. Kita menunda mengerjakan. :)

Ada lagi,
kita dikecewakan seseorang dengan keputusannya yang tidak sesuai dengan keinginan kita.
Lalu kita marah, menyimpan rasa kecewa, dan masih banyak hal lagi..
Padahal dengan ikhlas, semuanya jauh lebih mudah untuk dijalani.. :)


Tidak semuanya apa yang kita rencanakan atau inginkan akan selalu terjadi sesuai bayangan, keinginan, atau susunan rencana kita..
Kalau masih bisa berjuang menjadikan nyata memang baik.
Tapi kalau terlalu memaksakan memang tidak baik juga.. :)
Let it go.. Ikhlas..
I think thats the best choice.. :)


Semoga sharing singkat, jujur, dan diketik dengan penuh rasa kantuk ini bisa berguna..
Setidaknya berguna untuk bisa tahu bahwa film Frozen bagus juga tidak apa..hahahahaha

Tuhan memberkatimu teman teman...
^^
See you in next post.. :)

Selasa, 05 November 2013

S . K . R . I . P . S . I part three

Yuhuuuuuuuuuuu....
Besok holidayyyyy.....
Im so happy and excitedd....
Walaupun hari kerja tetap tidak mendapat libur (begini derita kerja di cafe), tapi yang namanya libur artinya saya punya banyak waktu di sore hari sampai malam datang lagi untuk menyelesaikan apa yang harus diselesaikan.. huahaha..
Bersyukur dapat shift kerja pagi, jadi pulang ga malam amat.. hehe..

Well...
Mengingat di kalendar seluruh rakyat Indonesia adalah merah, yang artinya holidayyy dan dimana sebuah hari raya, saya ingin mengucapkan Happy New Year 1435 Hijriah bagi yang merayakan... ^^ Semoga semua bisa hijrah ke hidup yang lebih baik.. hehehe.. ^^

Mengetik di tengah malam begini memang fantastis.. Didukung oleh mata yang mengantuk, entah kenapa menulis justru lebih cepat dan semua yg dipikirkan yang ingin dituangkan justru bisa lancar jaya.. XD haha..

By the way, masih basa basi..
Apa kabar kalian semua temannnn?? :)
Saya harap baik dan akan semakin baik buat yang merasa buruk.. :)
Akhir - akhir ini setelah saya menulis di post terakhir saya tidak pernah menulis lagi..
The reason isssssss.....
SIBUK.. (._.)
Itu alasan yang menunjukkan bahwa tidak ada niat buat nulis sih.. haha.
Soalnya kalau ada niat pun pasti bisa mengadakan waktu untuk menulis atau melakukan hal yang seharusnya sudah saya lakukan tetapi saya tunda - tunda lagii...
Padahal menunda - nunda itu tidak baik.. Jadi kesimpulannya, selama kurang lebih sepekan, saya tertekan dengan jadwal harian saya, pola tidur, dan buanyak tugas yang belum bueress.. Terlebih si skripsi cantik belum ada kemajuannya... haha..
Tapi its ok.. Saya bukan akan berhenti, saya beristirahat.. Sudah pasti harus saya kejar lagi dan saya selesaikan.. Karena sudah saya mulai.. :D

Hari ini hari senin.. Saya tidak ada janjian bertemu dengan dosen pembimbing saya yang disiplin dan high standar... Tapiiii... Saya bertemu dengan beliau di kelas...
Sedikit cemas? iya..
Kenapa? Karena minggu kemarin hari jumat saya tidak datang bimbingan untuk skripsi karena ada kelas dan saya tidak ada kesiapan untuk mengkonsultasikan sejauh mana perkembangan skripsi saya..

Sebenarnya saya sadar tidak perlu untuk cemas.. haha..
Tapi mungkin karena alam bawah sadar saya sudah di mind set bahwa beliau dosen pembimbing saya, maka begitu bertemu yang ada di pikiran saya adalah skripsi cantik saya.. hahahhaa..

Sejujur - jujur - jujur - jujur - jujurnyaaa..
Yang membuat skripsi cantik jadi terhenti 1 minggu perjalannya adalah saya belum follow up tempat saya meneliti.. hehe..
Ya ini lah bagian buruknya..
hehe
Bukan malas..
Saya hanya selalu menunda karena apa yang saya bayangkan..
Ketakutan di tolak.. Lalu bersambung pada asumsi pribadi bahwa sepertinya hari ini kurang cocok untuk datang melakukan follow up.. Lalu bersambung lagi menunda untuk esok hari.. Sampai keesokan harinya, saya menyusun rencana kapan akan datang untuk follow up kembali, tapi tertunda lagi karena banyak hal yang datang seperti ada jam kerja yang tak bisa digantikan, kuliah pengganti, dan lain lain..

Semuanya pasti kalau sudah seperti itu akan kembali pada perkataan seperti ini, "seandainya saja kalau hari itu tidak saya tunda dengan asumsi bahwa takut ditolak atau hari yang kurang cocok."

Kesimpulannya...
Rencana saya batal.. Perjalanan si skripsi cantik berhenti 1 minggu.. Dan, saya seperti dikuasai dengan apa yang saya bayangkan jika seperti ini seperti itu..

Padahal, saya sudah kena tegur banyak hal..
Lewat apa?
Pertama, ada sebuah picture yang mengatakan, "Biarlah imanmu lebih besar daripada ketakutanmu."

Kedua, picture juga dari papa tercinta yang mengatakan, "Kalau nasi sudah menjadi bubur tak perlu kuatir karena masih ada ayam, kecap, telur dan krupuk." Yang satu ini sedikit ngaco sih, tapi menghibur dan kasih pesan tersendiri.. hahaha.. *pelukpapaaa* XD

Yang ketiga, hari ini baru saya terima di kuliah dosen pembimbing saya.. hahahaha..
Pas banget tiga kali dan membuat saya kapok pok pok..
Karena seharian ini saya terbayang - bayang... Hati saya juga jadi gelisah..

Ceritanya, kelas kami hari ini agendanya adalah memberikan tugas akhir untuk UAS..
Setelah tugas dibacakan, dan contoh - contoh menyusunnya dijelaskan, seluruh mahasiswa dikelas tersebut merasakan tugas ini berat. Alasannya? Karena kami belum pernah praktek, namun harus terjun ke lapangan..
Buat saya seru sih dan sudah tidak sabar mengerjakan dengan teman - teman satu kelompok. Tapi tidak memungkiri juga kalau memang medan dan tantangannya buerat.. hahahaa..
Diakhir kelas, beliau menyadari kami para mahasiswanya merasa berat dengan tugas yang diberikan..
Akhirnya menunjukkan gambar ini :






Pasti sudah pada pernah melihat bukan? hehehe

Yappp.. Ilusi optik yang ditunjukkan.. :D
Beliau menggunakan ilusi optik ini untuk memotivasi kami sekelas.. Terlebih saya, dari ilusi ini SANGAT MEMOTIVASI untuk perjalanan skripsi cantik.. hahahhaa..
Memang TOP BGT pokoknya si bapak dosen mah.. haha..
Kasih tugas yang bisa dikatakan sangat high level, tapi diakhiri dengan memberi penguatan atau motivasi..
Sangat mendidik dan pengajar yang patut diacungi jempol.. haha..

Beliau mengatakan...
Apakah kalian dapat melihat bayangan titik hitam?
Kita semua terdiam beberapa saat untuk memastikan..
Dan hampir seluruh kelas menjawab, iya.
Lalu, beliau memanggil salah seorang mahasiswi dan disuruh maju untuk melihat lebih dekat ke layar LCD..

Beliau bertanya kembali, apakah sekarang ada titik hitamnya?
Tidak ada..
:)

Pesannya, seringkali kita kena tipu, mundur, cepat berasumsi dimana tidak tentu asumsi itu benar dari apa yang kita bayangkan.. Bukan kita lihat seacara langsung (action).. :)

Wuaaa.. rasanya jlep jlep jlepp.. XD
Mendapat tamparan untuk bangun..
Semangat 45 langsung berdiri tegak lagi dari yang tadinya miring ke arah jatuh..
buahahahhaa..

Baiklahh..
Saya juga tidak mau pelajaran berharga ini tidak di praktekan.. :D

Mari bagi teman - teman atau saya yang masih menunda atau justru menghentikan langkah, susun strategi lagi untuk mengejar atau melakukan hal - hal yang selama ini tidak berjalan baik karena bayangan kita sendiri atau pikiran kita sendiri..

^^
Semoga sharing saya ini berguna buat kita semua..
Terima kasih untuk Ferdinan Rasali teman sekelas saya, kalau tanpa dia mengatakan pemikirannya bahwa tugas itu berat karena belum ada praktek sama sekali, mungkin saja saya atau teman - teman sekelas tidak mendapat pelajaran luar biasa hari ini.. hehehehe..

God bless you temannnnnn..
See yaa.. ^^