Haiiii haiiii...
Malam semuaaaaaaaaa ^^
Wuahhh...
Suatu kerinduan sendiri buat saya bisa nulis blog malam ini.. haha
Well, saya menulis blog ini dengan ditemani lagu do yo want build a snow man dari film frozenn..
Biarin yah kalo iklan dikit.. haha
Cuma mau berbagi bahwa saya habis bangkit dari keterpurukan *lebayyy dikit*
haha
Tapi karena mendengar beberapa lagu dari film - film yang diproduksi oleh Disney, jadi semangat lagii.. XD
Memang lagi dapet feelnya mungkin.. hahaha..
Okeee..
Cukup basa basinya.. haha
Well, semester 7 ini sangat sangat sangat berat bagi saya..
Pertama dengan pekerjaan separoh waktu ternyata tidak mudah dijalani dengan masih mengambil mata kuliah yang cukup banyak..
Ditambah masalah hati yang lagi - lagi merasa kecewa akan keputusan seseorang..
Lalu, skripsi yang macet diperempatan jalan..
Semuanya membuat stressed out..
Benar - benar muak dan ingin lepas..
Rasa marah dan ingin menyelesaikan menjadi satu..
Bisa dibayangkan?
Saya lelah..
Ingin berhenti..
Dari apa?
Dari pekerjaan separoh waktu.
Dari kuliah psikologi.
Dan dari orang yang istimewa.
Tapiiiiiiiii...
:)
Lagi - lagi saya punya Tuhan yang tidak pernah berhenti memberi saya kekuatan dan selalu memberi inspirasi dari hal apapun itu..
Contohnya dari film Frozen..
Ada yang sudah menonton?
Atau belum?
Mari ijinkan saya ceritak sekilas.. :)
Frozen terinspirasi dari kisah The Snow Queen yang
diadaptasi bebas, mengambil cerita dua putri kerajaan Arendelle, kakak
beradik Elsa (disuarakan Idina Menzel) dan Anna (Disuarakan Kristen
Bell). Elsa memiliki kekuatan sihir untuk mengendalikan es. Suatu ketika
mereka berdua bermain salju sebelum secara tak sengaja, Elsa melukai
Anna dengan kekuatannya, menyebabkan rambut Anna memutih sebagian dan
tak sadar. Demi mencegah lebih banyak insiden, raja dan ratu memutuskan
untuk memisahkan Anna dan Elsa agar tak bermain bersama lagi. Meski
sama-sama tinggal di istana Arendell, Elsa selalu mengurung diri di
kamarnya dan ayahnya mengingatkan agar ia jangan berbuat ceroboh dengan
kekuatannya.
Tak disangka raja dan ratu meninggal dunia dalam
kecelakaan kapal, meninggalkan Elsa yang diangkat menjadi ratu Arendel.
Pada hari penobatannya untuk pertama kali Elsa bertatap muka kembali
dengan Anna. Anna, yang bertemu dan jatuh cinta pada pandangan pertama
dengan pangeran Hans (Santino Fontana) meminta restu Elsa untuk menikah
dengan Hans. Namun Elsa tak merestuinya karena baru bertemu sehari.
Kekuatan Elsa tidak dapat dikendalikan dan menimbulkan ketakutan di
kalangan rakyat dan tamu istana. Elsa melarikan diri ke gunung utara dan
membangun istana esnya sendiri. Ia memutuskan hidup menyendiri dan
mulai merangkul kekuatannya.
Anna memutuskan menyusul Elsa untuk
membujuknya kembali. Ia dibantu seorang pemuda gunung bernama Kristoff
(Jonathan Groff) yang memiliki rusa lucu bernama Sven. Mereka juga
berjumpa dengan manusia salju yang dihidupkan oleh kekuatan Elsa, Olaf
(Josh Gad). Nasib kerajaan Arandelle ditentukan oleh pertemuan Elsa dan
Anna.
Sumber : www.gatra.com
Yappp..
Saya menjadikan bahwa diri saya melakukan apa yang dilakukan Elsa..
Melarikan diri dari masalah, dan membuat diri saya menjadi seorang yang keras, murung, dan mudah marah.
Selama 3 hari saya tidak menjadi diri saya sendiri.
Jujur, tidak merasakan bahagia sama sekali.
Saya tertekan.
Tapi...
Seperti yang saya katakan di awal..
Tuhan selalu memberi caraNya untuk mengembalikan saya dalam keadaan yang normal.
:)
Saya menyadari saya salah mengambil cara untuk menyelesaikan problem saya.
MELARIKAN DIRI.
Itu salah..
Berapa banyak dari kita yang sering melarikan diri dari masalah?
:)
Saya mengakuinya, tetapi setelah mengakuinya, saya berhenti untuk melarikan diri.
Mengapa?
Karena saya tidak betah untuk menjadi seorang yang bukan diri saya.. :)
Terlebih lagi, dengan tidak menjadi diri sendiri adalah sama dengan kita melakukan kebohongan. :)
Lebih parahnya bohong pada diri sendiri.
Melarikan diri bisa dengan apapun..
Contohnya :
Banyak tugas kuliah, tapi karena merasa tak mampu, malas, atau penat. Kita menunda mengerjakan. :)
Ada lagi,
kita dikecewakan seseorang dengan keputusannya yang tidak sesuai dengan keinginan kita.
Lalu kita marah, menyimpan rasa kecewa, dan masih banyak hal lagi..
Padahal dengan ikhlas, semuanya jauh lebih mudah untuk dijalani.. :)
Tidak semuanya apa yang kita rencanakan atau inginkan akan selalu terjadi sesuai bayangan, keinginan, atau susunan rencana kita..
Kalau masih bisa berjuang menjadikan nyata memang baik.
Tapi kalau terlalu memaksakan memang tidak baik juga.. :)
Let it go.. Ikhlas..
I think thats the best choice.. :)
Semoga sharing singkat, jujur, dan diketik dengan penuh rasa kantuk ini bisa berguna..
Setidaknya berguna untuk bisa tahu bahwa film Frozen bagus juga tidak apa..hahahahaha
Tuhan memberkatimu teman teman...
^^
See you in next post.. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar