Senin, 01 Juli 2013

Apakah Gubukmu Terbakar ??????????


      Seorang pria, satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar di pulau yang kecil dan tak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelamatkannya, dan setiap hari ia mengamati langit mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada satupun yang datang. Dalam kelelahannya, akhirnya dia berhasil membangun sebuah gubuk kecil dari kayu apunguntuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia miliki. Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke gubugnya dan mendapati gubug kecil itu terbakar, asapnya mengepul ke langit. Dan yang paling parah, hilanglah semuanya. Dia sedih dan marah. "Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku... :( "katanya sambil menangis.
       Pagi - pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya. "Bagaimana kamu tahu bahwa aku ada di sini?" tanya pria itu kepada penyelamatnya. "Kami melihat tanda asapmu."jawab mereka.

Well.. ^^
Apa pesan yang teman - teman dapat dari kisah singkat diatas..
Malam ini secara tidak sengaja saya melihat tumpukan buku renungan di meja dekat komputer yang biasa saya pakai jika harus mendesign. Tidak biasanya ada buku atau barang yang menumpuk dimeja itu. Tapi sore ini buku - buku yang sebelumnya sudah kami sekeluarga baca ada di atas meja tersebut. Saya mengambilnya dan berniat menyusun di rak buku lainnya, agar terlihat lebih rapi saja. Tapi karena saya ingat, di setiap buku renungan terdapat kisah inspirasi, dan saya berkeinginan untuk membaca ulang, karena saya suka. Saya temukan deh kisah di atas. Dan saya merasa tersentuh dari kisah di atas.

Saya jadi teringat dengan kisah nyata seorang perenang wanita yang suka sekali memecahkan rekor berenang dari tepi pulau ke pulau yang lain. Suatu saat ia kembali ingin memecahkan rekor pada jarak laut yang panjang sekali dari sebelumnya. Saat dimulai perjelanan yang sudah setengah ditempuh membuat perenang wanita itu melambat, karena ia melihat kabut yang sama sekali membuatnya tak bisa melihat apapun juga. Saat ia mencoba untuk tetap nekat berenang menembus kabut itu, akhirnya ia kembali dan meminat kapal dari belakang yang menjadi penyeamat jika terjadi sesuatu untuk membantunya naik ke kapal itu dan berencana menaiki kapal saja untuk ke pulau di depannya. Dengan kekecewaan karena perenang wanita itu gagal, ia duduk termenung dan berpikir "Aku terkalahkan oleh kabut, besok akan kucoba kembali." Niatnya tidak pernah pudar meski gagal atau kalah. Perenang wanita itu dikenal tangguh sekali dalam mencapai tujuannya.

Tetapi alangkah terkejutnya ketika kapal  yang dinaikinya ternyata menunjukkan jalannya bukan setengah jalan, tapi hanya tinggal seperempat jalan lagi saja ia sudah sampai di pinggiran pelabuhan, sampai di pulau itu. Perenang wanita itu ternganga, dan mengalami kekeceawaan yang kedua kalinya. Karena apa? Karena ia berhenti disaat yang tidak tepat dan menyerah.

:)


Berapa banyak diantara kamu dan saya yang mengalami kegagalan, kesulitan, atau kekalahan baru - baru ini?
Saya pribadi juga mengakui bahwa menyerah akan seseuatu yang berat atau yang sedang dijalani dan dipertahankan adalahsangat mudah. Terlebih lagi jika keadaannya memburuk. Pasti mudah sekali kan teman untuk ktia menyerah begitu saja? Akan membuat kita tidak memikul beban berat di pundak kita bukan?
:')

Tapi... Sangatlah salah jika kita melakukan seperti apa yang dilakukan oleh pria tersesat tadi dan perenang wanita tersebut. 
Marah.
Mengeluh.
Sedih.
Berhenti.
Menyerah.

Ingat, teman.. 
Kita memang SAMA SEKALI TIDAK BISA menghalangi kegagalan, kesulitan, atau kekalahan apapun yang memang seharusnya terjadi pada hidup kita ini, tapi kita tidak boleh goyah dan terlebih lagi memiliki lima hal diatas tadi untuk dilakukan.

Ketika gubug kita masing - masing terbakat di seperempat jalan, setengah jalan, tiga per empat jalan menuju tujuan kita, mungkin itu "tanda asap" bagi kuasa Tuhan dan pintu keberhasilan, kemudahan, atau kemenangan terbuka. Bisa saja bukan?


Ketika ada kejadia negatif terjadi, akan lebih baik jika kita juga melakukan ini pada diri kita..
Mengatakan atau memperkuat diri dengan bahwa didepan pasti ada jalan untuk menyelesaikan, untuk mencoba kembali, untuk terus bangkit, untuk bertahan, dan untuk menang. ^^

God bless... Good night!!!! ^^
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar